Posted in Mahasiswa Paul pogba Sepak Bola

Dialog Imajiner Dengan Paul Pogba

Dialog Imajiner Dengan Paul Pogba Posted on November 26, 2017Leave a comment

Dialog Imajiner Dengan Paul Pogba

Cak San begitulah panggilan akrabnya, dia adalah fans berat Mancester United sejak David Beckham tendangannya masih melengkung seperti pisang ambon, kemudian ia semakin mencintai MU saat CR7 main old traffold, dan sampai hari ini dia tetap fans United meskipun Pogba angin-anginan saat bermain. Suatu ketika ia geregetan pada kekalahan MU versus Basel diliga Champions, dia pun datang ke warung kopi tempat nongkrong biasanya dengan teman-temannya.

San : c*k (misuh jowo), MU kalah lur !.

Tt : piye cak ?, kok sawangane sepaneng ngunu.

San : iyo lur !, kok isok yoo MU kalah padahal pogba main, wes waras soko cidera panjang.

Tt : yo takonono pogba kono cak, ben jelas lapo kok kalah !.

Cak San pun terdiam tanpa kata, ditanya tak dijawab, disuruh cerita malah mandengin fotonya Paul Pogba di instagram. Temannya pun bingung melihat tingkah anehnya, dikira ia lagi punya masalah sama sepikan. Akhirnya Cak San pun angkat bicara,

San : aku budal sek lur !

Tt : budal nang ndi cak? (Kaget, goblok ndadak)

Kan : Nang gunung kawi, pingin ngobrol ambek pogba, bee nek rono aku iso sakti.

Tt :ojok gendeng cak, gunung kawi raenek hubungane karo Pogba !.

San : iyo seh, kan aku iso komunikasi karo pogba via internet, sekarang sudah canggih.

Tt : cobak DM Intagrame cak, ngomongo aku fans dr indo (sambil tertawa hebat).

San : oh iyo iyo, yo wes tak DMe gawe njaluk nomere pogba.

Akhirnya Cak San melakukan hal itu. Dan satu jam kemudian terdengar suara notifikasi pesan instagram, “ceting” begitupun bunyinya, “woy, dmku dibales pogba, aku malah dijaluki nomer !” , Cak San kegirangan (Sambil melompat lebih tinggi dari kepala temannya), 15 menit kemudian ada panggilan video masuk, ternyata Paul Pogba mau berbincang dengannya via vidio call, tak pikir panjang langsung diangkat dengan beranjak keparkiran sepedah agar lebih khidmat dalam berdialog.

Pp : hallo cak, santai aja aku bisa berbahasa indonesia (logat perancis).

San : hah, gimana bung kabarnya ? Sampeyan kok bisa bahasa indo ?.

Pp : iya cak, aku dulu SSB di lamongan, saya juga kenal dengan Almarhum Khoirul Huda di Persela.

San : wajar, kemarin posting bela sungkawa ditwiter.

Pp : iya bosku, beliau adalah legenda dunia, orang hebat yang pernah saya temui selain jokowi, beliau cinta Persela sampai 18 tahun tak berganti club, beliau cinta keluarga, dan sahabat, beliau adalah teladan yang baik bagi pesepakbola muslim didunia, maka dari itu saya juga merasa kehilangan.

San : (tersedu menangis mendengar cerita dari paul) lalu kapan paul ke Indo ?

Pp : saya akan berlibur ke indo suatu saat nanti, saya penasaran dengan lumpur lapindo di Sidoarjo.

San : ada apa dengan lumpur, wong saya aja hanya lewat, gak pernah lihat langsung.

Pp : bagi saya menarik, itu fenomena alam, banyak yang dirugikan disana, saya kasihan !.

San : ah kamu paul, kayak aktivis aja bahasanya.

Pp : saya lebih baik jadi aktivis, daripada saya main sepak bola, saya ingin bertemu dengan rakyat miskin kota di indonesia, saya ingin bertemu pak Jokowi.

San : ada apa dengan jokowi bung ?

Pp : saya mau bicara dengan beliau, Indonesia itu negara besar, tapi dinamikanya juga besar, masak rakyat mudah terpengaruh dengan isu, media tak ada yang netral, semuanya rajin menumpuk isu, sehingga isu lama tertimbun tak lagi diperhatikan oleh rakyat.

San : iya paul, sekarang yang lagi ngetrend adalah kasusnya Setya Novanto.

Pp : udahlah, gak usah terlalu mendalam mambahas itu, biarkan orang itu berkreasi, yang penting generasi muda indonesia harus bisa kritis pada realita, bukan malah ikut alur, makek gatged juga harus difilter dan dimanfaatkan, bukan disalah gunakan.

San : Ngeri kamu paul !, saya kayak kuliah 160 sks ini, saat ngobrol sama kamu.

Pp : oh kamu mahasiswa ?, saya ingin berbincang dengan mahasiswa di Indonesia.

San : kok kita jadi diskusi ya paul !, padahal aku ingin klarifikasi kenapa MU kalah dengan Basel di Liga Champions.

Pp : maaf ya, salam kan ke Fans MU di Indo, ya mungkin kami tidak efektif ketika bermain, ini evaluasi saja, dan saya waktu itu memang lagi mikirkan indonesia jadi gak fokus mainnya. Sudah dulu yaa, saya mau sholat maghrib, kapan2 saya main ke indonesia. Assalamualaikum.

San : terima kasih paul, kamu pemain hebat, kamu orang baik, kalau ke indo kabari ya, nanti tak jadikan pemateri seminar di kampusku. Waalaikumsalam.

Pp : hahaha, oke boskuh. Indonesia adalah negera yang hebat.

Selesailah dialog Paul Pogba dengan Cak San, ia nampak diam merenung, seperti terheran-heran, pesepakbola sekaliber Paul Pogba masih mau berfikir tentang kemajuan generasi bangsa, bahkan wawasannya ngalah-ngalahi aktivis mahasiswa hari ini, ia tak seperti kaum kapitalis yang hanya berfikir tentang mengumpulkan uang saja.

Lalu Cak San, kembali ke meja teman-temannya berkumpul, dan bercerita tentang isi dialog dengan Paul Pogba, dan mereka sepakat mengundang Paul Pogba sebagai pemateri seminar Internasional dikampus secepat-cepatnya.

Cerita ini hanya fiktif belaka, mohon maaf terjadi kesamaan nama ataupun daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *