Posted in Desa Ekonomi Membangun Desa Rakyat

INSAN GOTONG CINTA DASA (Inovasi, Semangat Gotong royong dan Cinta Produk dalam Desa) dalam Pengembangan Ekonomi Rakyat

INSAN GOTONG CINTA DASA (Inovasi, Semangat Gotong royong dan Cinta Produk dalam Desa) dalam Pengembangan Ekonomi Rakyat Posted on November 7, 2017Leave a comment

sumber: http://scientistofsocial.blogspot.co.id/2011/09/kondisi-ekonomi-masyarakat-indonesia.html

 

Menjamurnya toko ritel di Indonesia menjadi sebuah momok bagi eksistensi pasar tradisional yang merupakan basis ekonomi rakyat. Hal tersebut merupakan sebuah ancaman kapitalisme yang sangat nyata. Berdasarkan data yang dirilis dari Nielsen Ritel Audit dalam presentasi PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (artikel.co.id, 2017,) memaparkan jumlah gerai toko ritel yang tersebar di Indonesia. Peringkat pertama, Indomart sebanyak 14.2 ribu unit, Peringkat Kedua, Alfamart sebanyak 12.7 ribu unit, posisi ketiga Alfamidi dengan jumlah 1.3 ribu unit, disusul Circle K dan Hypermart pada posisi ke 4 dan 5 dengan jumlah 410 dan 115 unit gerai. Gerai ritel tersebut tersebar tidak hanya diperkotaan saja namun saat ini sudah mulai menjamur ditingkat kecamatan maupun desa. Fenomena yang berkembang saat ini menunjukkan bahwa masyarakat lebih memilih berbelanja ditoko retail tersebut dengan rasionalisasi lebih efektif dan efisien.

Pertumbuhan pesat gerai ritel yang notabene dimiliki oleh sekelompok orang dengan modal besar tersebut akan terus melumpuhkan ekonomi rakyat akar rumput jika tidak dilawan dengan inovasi, semangat gotong royong dan gerakan cinta produk desa. Inovasi sistem, gerakan cinta produk desa dan semangat gotong royong harus didukung oleh pemerintah desa serta para pemuda progresif di desa tersebut.

Desa Karangpatihan merupakan salah satu desa yang berada di Kabupaten Ponorogo Jawa Timur dengan jumlah penduduk ± 6300 jiwa merupakan desa yang cukup besar. Desa Karangpatihan memiliki pasar tradisional yang menjadi pusat kegiatan ekonomi bagi masyarakat. Selain pedagang sembako, alat dan bahan pertanian, bahan bangunan, dan semacamnya di desa ini juga mulai bermunculan kreator produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) seperti pengrajin seni ukir, produksi aneka makanan, produksi bahan bakar tradisional (arang), jasa persewaan alat resepsi, jasa seni musik, tari, seni ketoprak, dll (Berdasarkan sensus ekonomi, 2015). Potensi yang dimiliki tersebut terancam tergerus oleh kekuatan kapitalis ritail, penyedia produk dan jasa berbasis online yang saat ini telah berkembang pesat.

Membaca fenomena tersebut, penulis yang merupakan bagian dari pemuda akar rumput Desa Karangpatihan tergerak untuk memunculkan gagasan yang bernama INSAN GOTONG CINTA DASA (Inovasi Semangat Gotong Royong dan Cinta Produk dalam Desa) sebagai upaya strategi dalam pengembangan ekonomi rakyat akar rumput. Gagasan tersebut merupakan suatu gagasan aplikatif praksis, kita sebagai warga pergerakan harus mampu memberikan solusi nyata kepada masyarakat, tidak hanya berbicara teori namun aksi nyata yang kita tawarkan. Gagasan tersebut mengandung 3 ide pokok pemikiran yaitu Inovasi, gotong royong dan cinta produk dalam desa. Penulis meyakini jika 3 ide tersebut diimplementasikan maka daya saing ekonomi rakyat akan tumbuh dan mengalahkan kekuatan kapitalis.

Inovasi merupakan keniscayaan yang harus dilakukan dalam melawan kekuatan kapitalis di era digital seperti sekarang ini. Jika rakyat tidak digerakkan untuk terus melakukan inovasi produk maupun sistem, maka ekonomi rakyat akan terus tertindas oleh kapitalis yang lebih unggul dalam permodalan dan sistem. Penulis mencoba menawarkan inovasi niaga dengan sistem online, hal tersebut berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat pertumbuhan ekonomi RI kuartal I-2017 sebesar 5,01%. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama ini jika dilihat by year on year, ditopang oleh beberapa sektor, salah satunya adalah informasi dan komunikasi yang tumbuh 9,01% (detik finance, 2017). Pemerintah desa beserta pemuda progresif menyediakan aplikasi jual beli dan penyedia jasa online seperti bukalapak, tokopedia, dll. Namun aplikasi ini dibuat khusus untuk menampung seluruh pelapak dagang, produksi barang maupun jasa dari dalam desa.

Adanya aplikasi tersebut memudahkan akses informasi bagi masyarakat dalam desa maupun luar desa yang ingin membeli produk barang jasa UMKM desa Karangpatihan. Aplikasi tersebut selain menyediakan informasi juga terdapat menu pesan antar sehingga eksistensi pasar tradisional yang dinilai kurang efektif dan efisien dalam belanja mulai diminati kembali oleh masyarakat. Sistem ini tidak mengurangi interaksi komunikasi silaturahmi antar warga, namun sisi efektif dan efisiensi yang diunggulkan, toh ketika mengirimkan barang antara penjual dan pembeli juga akan bertatap muka.

Aristoteles, seorang filsuf Yunani mengatakan bahwa manusia adalah makhluk sosial, artinya manusia tidak bisa hidup sendiri, manusia selalu membutuhkan orang lain. Teori tersebut manjadi dasar konsep gotong royong. Menurut KBBI gotong royong adalah perilaku saling tolong menolong, bantu membantu dan kerjasama. Presiden Soekarno menjadikan gotong royong sebagai landasan semangat membangun bangsa, dalam pidatonya saat sidang BPUPKI, 1 juni 1945 beliau mengatakan “Gotong royong adalah pembantingan tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu membantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua”. Semangat gotong royong masyarakat desa harus terus ditumbuh kembangkan termasuk gotong royong ekonomi yang dipelopori oleh Pemerintah dan pemuda desa proggresif dengan cara menanamkan saling membantu meningkatkan taraf ekonomi antar satu warga dengan warga yang lain dengan cara membeli produk barang, jasa dan niaga dari warga dan tetangganya sendiri. Semangat gotong royong merupakan ajaran islam sebagaimana tercantum dalam Q.S Al Maidah ayat 2 :

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Artinya : “Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Alloh , sesungguhnya Alloh amat berat siksa-Nya”

Sebagai upaya praksis kita menekankan kepada seluruh masyarakat untuk berbelanja kepada lapak tetangga sendiri daripada berbelanja ke toko ritail kapitalis. Kita budayakan gotong royong dan menanamkan ukhuwah islamiyyah kepada seluruh masyarakat termasuk dalam perniagaan. Upaya pembudayaan tersebut dengan meningkatkan pemahaman pentingnya gotong royong menurut syariat islam, karena mayoritas penduduk desa karangpatihan beragama islam. Kita adakan pengajian rutin yang membahas faedah gotong royong antar sesama muslim, kita lakukan doktrinasi sehingga akhirnya terbentuk pola pikir masyarakat yang menjunjung tinggi semangat gotong royong.

Jika pemerintah pusat menekankan untuk cinta produk dalam negeri, kita selaku pemuda desa mendorong masyarakat untuk cinta produk dalam desa. Desa merupakan suatu bagian terkecil dari negara sebagai ujung tombak pelaksana kebijakan pemerintah yang harus merealisasikan kebijakan pemerintah pusat.

Gagasan cinta produk desa akan mudah diterima oleh masyarakat jika didukung oleh suatu fatwa atau konsepsi dari ulama’ nasionalis sebagai tokoh panutan agama. Dirumuskannya fatwa resolusi jihad oleh Hadratussyaikh K.H Hasyim Asy’ari terkait dengan perlawanan terhadap datangnya kembali penjajah sehingga pecahlah peristiwa 10 November yang diperingati sebagai hari pahlawan. Sebelum dikeluarkannya fatwa, yaitu tepatnya 21-22 Oktober 1945, wakil-wakil dari cabang NU di seluruh Jawa dan Madura berkumpul di Surabaya. Dipimpin langsung oleh Rais Akbar Nahdlatul Ulama Hadlratussyaikh KH M. Hasyim Asy’ari, dideklarasikanlah perang kemerdekaan sebagai perang suci alias jihad. Belakangan deklarasi ini populer dengan istilah Resolusi Jihad. Resolusi Jihad meminta pemerintah untuk segera meneriakkan perang suci melawan penjajah yang ingin berkuasa kembali, dan kontan saja disambut rakyat dengan semangat berapi-api.

Kita dapat mengadopsi hal tersebut untuk adanya suatu konsepsi atau fatwa bahwa belanja didesa kepada suadara muslim sedesa yang merupakan kelompok mayoritas masyarakat desa merupakan sebagian dari nilai-nilai islam yaitu persaudaraan dalam islam untuk membangkitkan ekonomi sesama saudara muslim. Hubbul wathan minal iman (cinta tanah air sebagian dari iman) yang diakui sebagai fatwa heroik sebenarnya bukan hadits atau ayat al-quran, hal tersebut merupakan fatwa ulama yang didasari pemahaman agama yang luas hingga mencapai aspek kebangsaan. Bukan suatu hal mustahil muncul suatu fatwa baru “cinta produk sesama muslim adalah sebagian dari iman”.

Bangkitnya ekonomi kerakyatan yang melawan penindasan monopoli ekonomi kapitalis merupakan suatu manifesto pemikiran kiri islam menurut hasan hanafi (1980), bahwa islam adalah ajaran praksis yang selalu memberontak terhadap tatanan sosial maupun ekonomi yang menindas. Konsepsi tersebut diperkuat oleh pendapat Ali Shariati (1933-1977) bahwa islam adalah agama yang realistis dan mencintai alam, kekuatan, kelimpahan, kemajuan dan keterpenuhan segala kebutuhan manusia. Kitabnya Al-qur’an tidak hanya berbicara tentang metafisika dan kematian melainkan juga berbicara tentang alam, hidup, dunia, masyarakat dan sejarah. Selain berbicara tentang doa, kitabnya juga berbicara tentang perjuangan. Umat diajak tunduk kepada Alloh dan didorong untuk memberontak melawan penindasan, ketidakadilan, kebodohan dan ketiadaan persamaan sosial maupun ekonomi.

Dapat disimpulkan bahwa pembangunan ekonomi rakyat desa dapat dilakukan dengan inovasi sehingga mampu bersaing dengan sistem ekonomi modern, juga inovasi yang dilakukan diperkuat oleh kecintaan produk dalam desa oleh semua warga sehingga mengikis monopoli perniagaan kapitalis serta semangat gotong royong masyarakat untuk saling membantu meningkatkan taraf ekonomi antar warga masyarakat desa.

 

*Penulis: Asep Amrulloh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *