Posted in Uncategorized

“Kids Jaman Now” Apa dan Bagaimana?

“Kids Jaman Now” Apa dan Bagaimana? Posted on November 15, 2017Leave a comment

Mari sebentar saja kita membincang tentang “kids jaman now”, sebuah istilah yang saat ini sedang hits di tanah air Indonesia. Istilah yang “katanya” dimunculkan pertama kali oleh akun-akun palsu Seto Mulyadi, ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia, merujuk pada anak-anak jaman sekarang dengan berbagai macam tingkahnya.

Istilah “kids jaman now” yang telah direvisi oleh Kemendikbud menjadi “kids zaman now” ini, awal mulanya merupakan sebuah guyonan menanggapi perilaku pacaran anak zaman sekarang. Ungkapan untuk lucu-lucuan ini menjadi viral dan menjadi rujukan ketika muncul fenomena yang dirasa aneh dari perilaku anak-anak generasi z ini.

Sayangnya, seiring berjalannya waktu istilah kids jaman now” ini selalu dikaitkan dengan perilaku-perilaku yang dianggap tidak lazim dan negatif oleh masyarakat. Mulai dari gaya pacaran, gaya chat, status-status sosial media, perilaku merokok, gaya pakaian, perkelahian hingga berbagai macam perilaku yang kemudian digambarkan melalui meme-meme di sosial media. Padahal, gambaran tersebut sebenarnya belum tentu mewakili 82,8 juta anak di Indonesia (KPP&PA, 2015)

Sumber gambar: viva.co.id

Alih-alih menjadi guyonan, istilah ini sebenarnya bisa berdampak terhadap kondisi anak-anak Indonesia sendiri. Kemudahan akses terhadap banyak hal khususnya media sosial, memudahkan generasi Z untuk melihat dan menikmati konten-konten yang menggambarkan generasi mereka. Sayangnya, hingga saat ini mayoritas konten yang muncul berisikan berbagai hal negatif, mungkin konten tersebut merupakan bentuk kritikan dari masyarakat terhadap perilaku mereka.

Namun, apalah arti sebuah kritikan tanpa ada upaya untuk memberikan saran dan pembenahan. Terutama jika kritikan itu ditujukan kepada anak-anak dan remaja. Padahal masa perkembangannya masih pada tahapan pencarian jati diri dan memiliki hasrat kuat untuk mengeksplor dunia, serta kurang bisa menerima kritikan dari orang lain. Sifat-sifat umum dari anak-anak dan remaja inilah yang cukup mengkhawatirkan, ketika mereka terlalu banyak menerima konten-konten dari media sosial.

Bagi “kidz zaman now” yang kurang mendapatkan penjagaan dari lingkungan, bisa jadi akan menerima informasi dari media sosial sebagai contoh perilaku, bukan sebuah larangan. Ingat, bahwa anak-anak selalu ingin mencoba dan mereka adalah peniru ulung terhadap lingkungannya. Meme-meme maupun video yang mereka konsumsi sehari-hari secara berulang-ulang, bisa menjadi racun bagi “kids zaman now”.

Maka untuk siapapun, mereka generasi X, Y maupun old yang menganggap diri mereka lebih baik dari anak-anak sekarang. Mari sadar bahwa, setiap akibat adalah hasil dari sebab, sehingga seharusnya kita menjadi sebab dari munculnya perubahan generasi Z. Berupaya menjadikan mereka generasi yang lebih berkualitas dari diri kita. Mulai dari hal sederhana, menjadikan meme dan video sebagai media pendidikan anak-anak atau terus mengeksplor bakat dan prestasi mereka kemudian membagikannya melalui media sosial.

Tentu saja hal tersebut lebih berfaedah, dari sekadar menertawakan dan menggelengkan kepala terhadap tingkah “kids zaman now” melalui posting-an yang kita buat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *