Posted in Lingkungan Opini Pembangunan Sumber Daya Alam

Keberlanjutan Lingkungan Hidup sebagai Manifestasi Deklarasi Stockholm

Keberlanjutan Lingkungan Hidup sebagai Manifestasi Deklarasi Stockholm Posted on November 20, 2017Leave a comment

sumber: delhigreens.com/2008/11/28/environment-vs-development/

Sejak manusia mengenal teknologi dalam bidang industri, dari tahun ke tahun eksplorasi dan eksploitasi terhadap lingkungan semakin menjadi. Puncaknya pada abad ke 18 yang kita kenal dengan nama Revolusi Industri. Pada saat itu banyak sekali negara – negara khususnya di eropa mengalami proses industrialisasi. Kepulan asap dari pabrik – pabrik yang sedang dalam proses produksi setiap hari semakin menjadi polusi yang tidak terbendung. Keadaan tersebut di perparah dengan dimulainya pengeboran minyak pada abad ke-19 di Amerika dan disusul oleh negara – negara eropa lainnya.

Manusia dibuat buta oleh apa yang sudah dihasilkan dari industri – industri tersebut. Sehingga mereka tidak lagi berpikir bahwa sumber daya alam itu terbatas. Mereka seakan lupa dengan generasi setelahnyalah yang akan menanggung akibatnya. Hingga pada tahun 1962 terdapat peringatan yang sempat menggemparkan dunia, yakni peringatan bahaya penggunaan insektisida. Peringatan inilah yang menyadarkan manusia mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Lingkungan hidup menjadi masalah yang perlu di tanggulangi bersama demi keberlangsungan hidup manusia di dunia. Pada akhirnya, untuk pertama kali PBB mengadakan Konferensi pada tanggal 5 – 16 Juni 1972 di Stockholm Swedia yang kemudian memproklamirkan perlunya suatu pandangan untuk membimbing umat manusia dalam pelestarian serta peningkatan lingkungan, dan sekarang kita kenal dengan “Stockholm Declaration”. Pada Konferensi tersebut tercatat ada 113 Negara yang hadir (termasuk Indonesia) dan mengahasilkan 26 prinsip dasar dalam pengusahaan bersama untuk pelestarian dan perbaikan lingkungan hidup. Stockholm Declaration mengilhami negara – negara di dunia akan pentingnya lingkungan hidup masa depan, oleh karena itu masalah lingkungan hidup sangatlah menentukan keberlangsungan hidup umat manusia. Untuk memperingati peristiwa bersejarah tersebut, telah disepakati pada tanggal 5 Juni adalah hari Lingkungan Hidup sedunia.

Stockholm Declaration telah merefleksikan konsep tentang pembangunan berwawasan lingkungan. Konsep ini bukan saja mengajak seluruh negara dan penduduk bumi untuk meningkatkan kepedulian terhadap ancaman kerusakan lingkungan, akan tetapi juga melihat adanya kesejajaran antara pembangunan dan pengelolaan lingkungan hidup, dan keduanya  bukan sesuatu yang harus di pertentangkan satu sama lain. Muatan prinsip – prinsip dasar dalam Stockholm Declaration melingkupi;

  • Hak asasi manusia (prinsip 1)
  • Pengelolaan sumber daya manusia (prinsip 2 – prinsip 7)
  • Hubungan antara pembangunan dengan lingkungan (prinsip 8 – prinsip 12)
  • Kebijakan perncanaan pembangunan dan demografi (Prinsip 13 – prinsip 17)
  • Ilmu pengetahuan dan teknologi (prinsip 18 – prinsip 20)
  • Tanggung jawab negara (prinsip 21 – prinsip 22)
  • Kepatuhan terhadap standar lingkungan nasional dan semangat kerja sama antar negara (prinsip 23 – prinsip 25)
  • Ancaman senjata nuklir terhadap lingkungan (prinsip 26)

 

Di Indonesia, penanggulangan masalah lingkungan hidup sudah diatur dalam perundang – undangan sejak zaman penjajahan Belanda, aturan tersebut didasarkan pada ajaran dan teori hukum pada saat itu, sehingga bisa dikatakan sebagai hukum lingkungan klasik. Undang – undang tersebut adalah undang – undang Gangguan (1926), undang – undang perlindungan binatan liar (1931), undang – undang perlindungan alam (1941), dan undang – undang pembentukan kota (1948). Di zaman penjajahan Jepang ada peraturan tentang larangan menebang pohon agatha, alba, dan balsam tanpa ijin Gunseikan (kepala pemerintahan militer). Juga pasca proklamasi, Indonesia mengeluarkan Undang – undang Pokok Agraria dan undang – undang pokok pertambangan (1967) dan undang – undang landas kontinen (1973). Pada periode selanjutnya, ditahun 1982 hingga sekarang Indonesia telah mengeluarkan beberapa peraturan perundang – undangan yaitu Undang – undang no. 4 tahun 1982 tentang ketentuan pokok pengelolaan lingkungan hidup, kemudian digantikan dengan Undang – undang no. 23 tahun 1997 tentang pengelolaan linkungan hidup dan disempurnakan dengan undang – undang no. 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Lingkungan hidup merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Di Indonesia yang bertanggung jawab atas pengelolaan lingkungan hidup adalah negara. Dalam artian bahwa negara bertangunggung jawab untuk menciptakan suatu lingkungan hidup yang berkelanjutan, baik dari sumber daya maupun kemanfaatannya. Secara keseluruhan, aturan tentang lingkungan hidup di Indonesia sudah mendekati kesempurnaan. Namun yang menjadi masalah adalah kebijakan pemerintah dalam mengelola lingkungan. Faktor pengawasan lingkungan, penegakan hukum, dan kesadaran hukum masyarakat pelaku ekonomi (pengusaha, Industri dan semacamnya) belum menganggap lingkungan sebagai teman hidupnya yang vital, mereka hanya memahami lingkungan sebatas pemanfaatan bagi dirinya yang terkesan eksploitatif.

Pengelolaan lingkungan hidup merupakan amanat dari Tuhan Yang Maha Esa kepada manusia yang beriman dan bertaqwa. Maka dari itu, mari kita jaga bumi kita dengan mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan, yaitu bersifat arif dan bijaksana terhadap lingkungan hidup. Karena sejatinya, “Hanya Ada Satu Bumi Untuk Semua Manusia”.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *