Posted in Feminisme Gender Perempuan

Memahami Perempuan dalam Perspektif Feminisme

Memahami Perempuan dalam Perspektif Feminisme Posted on November 7, 2017Leave a comment

sumber: berdikarionline.com

 

Diskriminasi terhadap gender masih sering terjadi, masyarakat kita cenderung menganggap bahwa laki-laki mendapatkan porsi yang lebih tinggi dari pada perempuan dalam perannya dikehidupan sehari-hari, dewasa ini juga sedikit  perempuan menikmati kesetaraan dalam hak-haknya. Anggapan semacam ini, ketika dibiarkan akan menjadi bomerang bagi kaum perempuan, kalau dalam istilah jawa macak, masak, dan manak masih menjadi doktrin yang berlanjut, akhirnya perempuan akan terkungkung dan cenderung manut, tanpa ada progres. Tulisan ini bukan kemudian mendiskreditkan pada jenis kelamin tertentu, tetapi lebih kepada memberikan sebuah pemahaman yang nantinya menjadi konsumsi global tentang cara pandang kita dalam memaknai kesetaraaan. Pengetahuan seperti ini seharusnya mampu diserap sebagai faham disemua kalangan, baik laki-laki maupun perempuan.

Kaum laki-laki selalu menjadi sorotan, dikarenakan laki-laki cenderung menjadi pelaku, baik dalam lingkup luas masyarakat sampai pada lingkup terkecil yakni keluarga. Belum lagi budaya patriarki di Indonesia telah menjadi faham yang kemudian sudah membudaya hingga saat ini. Dalam domain keluarga, sosok yang disebut ayah memiliki otoritas terhadap istri, anak-anak dan harta benda. Kondisi seperti ini membuktikan adanya subordinasi, dimana perempuan dianggap bertanggung jawab dan memiliki peran dalam urusan domestik atau reproduksi, sementara laki-laki dalam urusan publik ataupun produksi, sepanjang itu pula ketidakadilan masih berlangsung.

Melihat realitas tersebut, penulis mencoba mengaitkan fenomena ini dengan feminisme yang dinilai sebagai media untuk memberikan pemahaman pada masyarakat, khususnya pemuda/mahasiswa. Feminisme dengan konsep keadilan dan kesetaraannya, dirasa sudah cukup memberikan pemahaman tentang sikap saling mehargai dan menganggap semua manusia mempunyai hak yang sama, tidak ada perbedaan dimata tuhan kecuali ketaqwaan, konsep ini sangat mengarah kepada tujuan dalam memanusiakan manusia. Kita ketahui di Indonesia sebenarnya tidak kurang lembaga atau pusat kajian yang fokus kajiannya tentang gender, bahkan artikel, atau literasi yang berkaitan dengan itu sudah mampu mengisi ruang keilmuan, namun sayangnya pengetahuan tentang feminisme masih dikonsumsi oleh kalangan intelek saja, belum merambah pada masyarakat luas.

Pengetahuan semacam ini dinilai penting untuk disebarluaskan kepada khalayak umum, bisa melalui bentuk kampanye media atau lembaga-lembaga yang berkaitan dengan kajian ini lebih masif dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat luas, terutama dikalangan mahasiswa, dengan menghidupkan kajian atau diskusi yang berkaitan dengan feminisme merupakan langkah preventif yang harus dilakukan, sehingga pandangan bahwa perempuan hanya berperan pada urusan domestik dan reproduksi dapat tertepis dengan munculnya perempuan hebat yang mampu bergerak sama halnya dengan laki-laki.

Ini merupakan refleksi bersama, terkhusus kepada laki-laki, betapa pentingnya penghargaan laki-laki terhadap kaum perempuan begitupun sebaliknya, demi terciptanya rasa saling setara dan berkedilan. Berikut juga tentang peran kolaboratif antara laki-laki dengan perempuan, bukan berperan diatas perempuan, sehingga laki-laki diharapkan mampu memberikan dorongan terhadap peran perempuan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan lebih asyik lagi dalam relasi sehari-hari ketika laki-laki mampu menerapkan pada kerabat atau pasangannya, memberikan support untuk tetap berinovasi, dan menjadikan perempuan sebagai partner dalam menentukan kebijakan, mengasihi dan saling memfasilitasi sesuai kebutuhannya, sehingga budaya patriarki dan subordinasi terhadap perempuan akan luntur dengan penyadaran-peyadaran yang berkelanjutan seperti ini. Kemudian bermuculan perempuan hebat, meskipun menjadi ibu rumah tangga tetap tidak berhenti berkreasi, berinovasi, bahkan bergerak demi perubahan yang berkeadilan.

 

*Penulis: Ananda Ikhsan Fadhilah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *