Posted in Uncategorized

Pancasila (Dulu, Kini dan Mendatang)

Pancasila (Dulu, Kini dan Mendatang) Posted on November 13, 2017Leave a comment

Sebelum kita mulai pembahasan tentang Pancasila, ada beberapa pertanyaan yang menurut kami perlu dijawab, seperti ;

Dimana kedudukan Pancasila ? Kenapa Indonesia menggunakan Pancasila ?

Masih relevankah Pancasila sampai saat ini ? Bagaimana dengan masa mendatang ?

Kenapa ada Kesaktian Pancasila ? Apa sebenarnya yang mengancam Pancasila ?

Pancasila merupakan dasar Negara Indonesia yang memiliki nilai-nilai falsafah yang sangat dalam, nilai agama, moral, etika, kerakyatan, dan sosial. Selain dari pada itu, Pancasila juga merupakan dasar hukum di Negara ini. Dalam historisnya sebelum disahkannya pancasila sebagai dasar Negara Indonesia, banyak sekali perdebatan yang terjadi diantara perumus-perumus pancasila seperti bung Karno, bung Hatta, Supomo, K.H. Agus Salim, K.H. Abdul Wachid Hasyim dan masih banyak tokoh-tokoh yang lain. Pada tanggal 1 juni 1945 dalam sidang BPUPKI bung karno diminta menyampaikan pidato tentang dasar filsafat Negara “philosofische grondslag”. Bung karno mengatakan :“philosofische grondslag” itulah pundamen, filosofi, pikiran yang-sedalam-dalamnya, jiwa, hasrat-yang-sedalam-dalamnya untuk di atasnya didirikan gedung Indonesia Merdeka yang kekal dan abadi (Sukarno, 1964). “philosofische grondslag” yang dimaksud bung karno tersebut adalah Pancasila. Melihat historisnya pancasila memang sempat diperdebatkan dan ada perbedaan pendapat terkait Pancasila, tapi akhirnya semua sepakat bahwa pancasila sebagai dasar Negara.

Di Indonesia, Pancasila sebagai Dasar filsafat Negara dan Ideologi Negara. Dimensi Realitas menyatakan bahwa sebuah falsafah dan ideologi merupakan interprestasi dari keadaan nyata bangsanya. Falsafah dan ideologi pancasila telah memenuhi dimensi realitasnya, karena Pancasila menggambarkan keadaan sesungguhnya dari masyarakat indonesia dan juga Pancasila memberikan ciri yang khas bangsa Indonesia untuk bisa dibedakan dengan bangsa yang lain. Kelima sila merupakan satu kesatuan yang tak dapat terpisahkan. Itulah sifat Pancasila yang mencirikan bangsa Indonesia, yaitu terdiri dari berbagai suku, agama, pulau-pulau namun tetap satu kesatuan yaitu Indonesia. Dimensi Idealitas menyatakan sebuah falsafah dan ideologi harus mengandung cita-cita dari seluruh elemen masyarakat bangsanya, sehingga suatu bangsa mengetahui tujuan mereka masing-masing. Pancasila juga telah memenuhi dimensi idealitasnya, karena pancasila mengandung cita-cita dari seluruh elemen masyarakat Indonesia sebagaimana yang telah dimuat dalam pembukaan UUD 1945. Dimensi Fleksibilitas menyatakan bahwa sebuah falsafah dan ideologi harus bisa beradaptasi dengan perkembangan jaman. Pancasila telah memenuhi dimensi fleksibilitasnya, karena pancasila dapat beradaptasi dengan perkembangan jaman, Pancasila juga terbuka dengan hal-hal baru tanpa kehilangan nilai-nilai dasarnya, karena itulah Pancasila disebut sebagai ideologi terbuka. Dari tiga dimensi tersebut tentu Pancasila adalah falsafah dan ideologi terbaik dan ideal bagi rakyat dan bangsa Indonesia, itulah mengapa Indonesia memilih Pancasila sebagai falsafah dan ideologinya.

Pancasila dari dulu hingga sekarang masih tetap relevan untuk menjadi falsafah dan ideologi bangsa Indonesia. Dalam dimensi fleksibilitas diatas sudah dijelaskan bahwa pancasila dapat beradaptasi seiring perkembangan jaman. Pancasila juga biasa disebut ideologi terbuka yaitu ideologi yang tidak dimutlakkan. Dalam artian bahwa nilai-nilai dan cita-citanya tidak dipaksakan dari luar, melainkan diambil dan digali dari kekayaan rohani, moral dan budaya masyarakatnya sendiri. Karena itu Pancasila akan tetap relevan dari dulu, kini dan masa mendatang karena Pancasila bisa berinteraksi dengan perkembangan zaman.

Sekarang, pembahasan mengenai adanya hari kesaktian pancasila. Dari sini timbul pertanyaan kembali, untuk apa adanya hari kesaktian Pancasila ? dari penjelasan di atas seharusnya sudah jelas bahwa Pancasila akan tetap relevan disetiap jaman. Jika ada hari kesaktian Pancasila berarti Pancasila sudah tidak relevan lagi sehingga harus disaktikan. Mari kita kembali melihat histori dari awal mula adanya hari kesaktian Pancasila, dan semua rakyat Indonesia wajib mengetahui histori ini.

Awal hari kesaktian Pancasila diperingati adalah pada tanggal 1 Oktober 1965 yang katanya untuk memperingati kematian 7 jendral besar Negara yang dibunuh ketika terjadi tragedi Gerakan 30 September 1965. Tragedi dimana propaganda bergulir dan banjir darah di tanah Indonesia. Karena tragedi itu dirasa menyimpang dari nilai kemanusiaan. Tapi, yang sebenarnya terjadi adalah hari kesaktian Pancasila digunakan sebagai politik kekuasaan orde baru, dimana Pancasila dibuat sangat keramat, Pancasila dibuat sebagai bahasa bahkan simbol sang penguasa, dan menggunakan Pancasila sebagai ancaman kekerasan. Bagaimana tidak, rezim orde baru menggunakan dalih Pancasila untuk membenarkan pembunuhan terhadap beribu-ribu rakyat Indonesia. Orde baru telah memperlakukan Pancasila sebagai penyelamat, sehingga Pancasila dimata orang banyak, terutama bagi mereka yang tertekan setelah orde baru runtuh seakan-akan bernoda, ia tetap dikenang sebagai lambang kekuasaan sang diktator orde baru.

Pancasila digunakan dan dibutuhkan untuk mencapai persatuan dalam perbedaan, bukan untuk disucikan dan disaktikan, atau bahkan alat politik untuk mengambil alih kekuasaan atau berkuasa. Pancasila untuk mengukuhkan bahwa kita mau tak mau perlu hidup dengan sebuah pandangan dan sikap yang manusiawi. Karena Pancasila adalah bagian dari ikhtiar manusia, maka Pancasila bukan sesuatu yang suci dan sakti. Dengan demikian Pancasila adalah inspirasi untuk sebuah kehidupan bersama yang mengakui dirinya mengandung “kurang”, karena senantiasa berdampingan antara “eka” dan “bhineka”. Oleh sebab itu, bung karno menggunakan kiasan “menggali” dalam perumusan Pancasila. Menggali melibatkan Bumi dan Tubuh. Pancasila lahir dari jerih payah sejarah dan seperti halnya hasil bumi menawarkan sesuatu yang tetap bisa diolah lebih lanjut dan tidak Ready for Use.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *