Posted in Uncategorized

Penulis Zaman Now

Penulis Zaman Now Posted on November 4, 20173 Comments

Ingin menulis saja titik.

Menulis, semua orang pasti mengetahui kata kerja tersebut. Dimana seseorang melakukan aktivitas menyusun huruf menjadi kata, kata menjadi kalimat, kalimat menjadi paragraf, dan seterusnya dengan menggunakan alat tulis (pena, pensil, kapur, dan sebagainya) yang digoreskan pada media kertas, dinding, papan, dan lain-lain. Seiring berkembangnya peradaban alat dan media untuk menulis ini pun turut mengalami kemajuan. Dulu jika ingin menulis, seseorang harus memakai peralatan alat tulis lengkap dengan penghapus bila tidak ingin tulisannya penuh coretan. Namun sekarang berbeda, dengan kemajuan teknologi setiap orang dipermudah untuk menulis. Bisa menggunakan komputer atau laptop dengan papan ketik yang siap menuliskan setiap huruf yang ditekan pengguna pada monitor. Bisa juga dengan telepon genggam yang bisa dibawa kemana-mana, dengan begitu menulis-pun bisa dimana-mana pula.

Dengan perkembangan teknologi semacam itu, bagaimana seseorang bisa memanfaatkan dan menggunakan teknologi yang ada. Agar pada realitanya orang itu tidak diperbudak oleh teknologi dan menggunakannya sejalan dengan tujuannya, yaitu “Untuk memecahkan masalah, membuka kreativitas, serta meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam melakukan pekerjaan.” Sutarman (2009: 17).

Dalam hal peralatan tentunya sekarang lebih unggul dari pada generasi lampau. Tetapi bila ditelusuri sejarahnya, generasi lampau mampu menciptakan perubahan dengan tulisan-tulisan mereka walau dengan peralatan seadanya. Seperti kisah Badi’uzzaman Said Nursi, dengan tulisan tangannya yang mampu membangkitkan api tauhid penduduk turki. Kemudian Syeh Yusuf yang dibuang di daratan Afrika, mengajari masyarakat pribumi baca tulis hingga tidak bisa ditipu lagi oleh kolonial Belanda pada waktu itu. Atau kisah generasi lampau paska kemerdekaan, ada Mahbub Junaidi yang dijuluki pendekar pena, Widji Tukul dengan tulisan yang tidak lepas kritik pada pemerintahan, dan masih banyak lagi generasi lampau yang mampu mengubah keadaan dengan tulisan.

Era ini, dengan keunggulan peralatan yang serba ada, canggih dan memadai dibanding dengan dulu, bukan jaminan unggul pula dalam menciptakan perubahan. Perbedaan situasi dan kondisi membuat generasi zaman now seolah nyaman pada posisinya saat ini. Contoh yang sering di jumpai, mereka lebih sering menulis status alay di media sosial dengan tujuan mencari simpatik pembaca statusnya, dari pada menuliskan ide dan gagasan mereka pada catatan harian. Berontak pada kenyamanan diri, menjadi tekat yang harus dilakukan. Hingga mampu menerobos dinding kemalasan berpikir. Kemudian dari pemikiran itu ditransformasikan kedalam tulisan yang informatif. Pada akhirnya, dari tulisan itu bisa dinilai sudah mampukah generasi zaman now menandingi generasi zaman lampau dalam menciptakan perubahan.

Ingin menulis saja titik.

3 thoughts on “Penulis Zaman Now

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *