Posted in Uncategorized

UNBK (Ujian Nasib Berbasis Kepenjaraan)

UNBK (Ujian Nasib Berbasis Kepenjaraan) Posted on April 26, 2018Leave a comment

UNBK, penulis menyebutnya Ujian Nasib Berbasis Kepenjaraan. Tidak hanya peserta didik, pengawas juga merasa terpenjara di sekolah. Siapapun yang masuk ruangan ujian harus steril dari barang apapun. Tidak ada yang boleh membawa alat elektronik, kalkulator, bahkan pengawas tidak diperbolehkan membawa bahan bacaan dalam bentuk apapun. Setiap peserta yang ingin ke kamar mandi saja harus dikalungi dengan tulisan “kartu ijin meninggalkan ruang ujian”. Lebih parahnya peserta yang ijin ke kamar mandi akan diikuti oleh pengawas untuk memastikan kebenarannya. Pengawasan penjara berkedok pendidikan ini semakin diperketat pada pelaksanaan UNBK. Nampaknya negara ini sedang dirundung ketidak percayaan antara masing-masing warganya. “dimana ada asap disitu pasti ada api”. Jelas sekali ketidak percayaan tersebut disebabkan oleh rendahnya tingkat kejujuran individu. Ketidak jujuran atas pelaksanaan UNBK dihasilkan dari ketidak percayaan diri dan kemampuan. Serta kemampuan yang tidak ditempa oleh sistem yang tepat.

UNBK adalah salah satu contoh pendidikan yang tidak membentuk karakter peserta didik. Kurikulum 2013 revisi yang memuat Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) digencar-gencarkan dengan pengadaan Full Day School (FDS), namun begitu bertentangan dengan pelaksanaan UNBK. Selama tiga tahun peserta didik harus menderita dengan sistem FDS yang digadang-gadangkan sebagai upaya meningkatkan pendidikan karakter peserta didik. Sementara pada proses ujian kelulusan, peserta didik harus mengikuti UNBK yang hanya mengukur kemampuan kognitif. Padahal, pendidikan karakter merupakan tindakan yang harus ditanamkan kepada anak. Maka dari itu untuk mengakhiri masa pendidikan tiga tahun tidak cukup dengan ukuran UNBK. Seharusnya, pelaksanaan UNBK yang dinilai tidak sekedar pada hasil yang dikerjakan, melainkan juga pada proses pengerjaan. Demi proses yang sehat, peserta diberikan sebuah kepercayaan untuk melalui proses, kemudian dapat dilihat seberapa jauh mereka mengerjakan ujian dengan sehat. Sehingga tidak setiap waktu harus dijaga dengan ketat seolah-olah seperti dipenjara.

Namun, persoalannya adalah apakah pihak-pihak yang terlibat dalam satuan pendidikan mampu mempersiapkan UNBK dengan model semacam itu? kemungkinan mereka akan merasa terbebani (ribet) dan kesulitan dalam menyusun indikator keberhasilan. Begitulah ironi pendidikan negeri ini.

Ujian Nasib Berbasis Kepenjaraan adalah ujian yang menentukan seberapa mampu peserta didik menyerap pelajaran selama tiga tahun, bukan seberapa mampu peserta didik berpikir dan berkarakter.

Kebiasaan seperti inilah yang mendidik mereka untuk terbiasa dengan kecurangan-kecurangan kecil dan memaklumi ketimpangan moral. Pada akhirnya generasi muda menjadi maling yang hobi meneriaki maling pada orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *