pelopor.net
Headline Sumatera Selatan

DPRD Musi Rawas Utara Sidak Di Jalan Rusak Akibat Muatan Overloud Mobil Perusahaan

Musirawas Utara, Pelopor.net – DPRD segera Panggil Empat Perusahaan Batu Bara yang mengakibatkan jalan rusak. Adanya laporan masyarakat terkait keresahan oleh beberapa mobil perusahaan yang beroprasi bukan jalur semestinya, PT. Bara Sentoasa Lestari, PT. Bayan koalindo Lestari, PT. Gorby Putra Utama dan PT. Triaryani yang beraktifitas tambang batu bara.

Terkait hal tersebut para Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Musirawas Utara langsung sidak sekaligus memeriksa kondisi jalan yang di lintasi mobil pengangkut batu bara disinyalir melebihi kapasitas atau tonase.

Ketua DPRD Kabupaten. Musirawas utara ” “Efriansyah sabtu (3/4/2021) menyebut kan pengangkutan batu bara yang di bawa truk berkapisitas tinggi, memang seharus nya melintasi jalan khusus, Bukan di jalan masyarakat. Berdasarkan larangan Pemerintah provinsi Sumatera Selatan no 74 tahun 2018 yang mencabut PerGub no 23 thn 2012. “Undang – Undang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba) juga mengatur itu bahwa Pengangkutan batu bara harus melewati jalan khusus “jelas nya.

DPRD akan melakukan pemanggilan terhadap Perusahaan pertambangan batu bara yang pengangkutan nya melintasi jalan Pemerintah tersebut sertah membawa dokumen – dokumen penting lain tentang Perusahaan karana akan banyak yang di pertanyakan. Sementara itu juga di kata kan Ketua komisi lll DPRD Musi Rawas Utara Ahmad yudi nugraha mengatakan berdasarkan lapiran yang di terimanya, Jalan umum yang di lintasi truk pengangkut batu bara itu sepanjang 900 meter
Wakil Ketua Komisi lll DPRD Musirawas Utara Muhammad ruslan juga menyinggung soal corpirate sociial responsibility (csr) perusahaan dan jaminan reklamasi pasca aktivitas penambangan oleh perusahaan. soal csr kami dengar Pemkab Murataea sudah membentuk komite, muda-mudahan terkordinasi dengan baik.

Lembaga Peduli Lingkungan Hidup (LPLH) Sumsel sangat merespon kepada DPRD Musirawas utara untuk pemanggilan ke empat perusahaan batu bara yang beraktipitas di kecamatan rawas ilir tersebut yang di duga mengangkangi Pergub & UU RI tentang Minerba guna untuk pembenahan dan wajib menjalankan aturan Andal & Amdal perusahaan itu sendiri.(Hasyim)