Pembentukan Panitia PAW Kepala Desa Grati Diduga Cacat Prosedur dan Administrasi

  • Bagikan

Lumajang, PELOPOR.NET –  Sesuai dalam PERBUP Nomor 24 Tahun 2021 sudah dijelaskan tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa, untuk tugas BPD yang diatur dalam Pasal 1 nomor 10,15 dan 20 dalam menyelenggarakan musyawarah proses pemilihan kepala desa serta keputusan dalam penetapan panitia pemilihan kepala desa ditentukan dan dipimpin oleh BPD. Sedangkan tugas Camat diatur dalam paragraf 2 panitia pengawas dipasal 8 yang dimaksud dalam pasal 7 bahwa panitia pengawas diketuai oleh camat. 

Dalam pembentukan Panitia Pemilihan PAW Desa Grati yang baru bertempat di Balai Kecamatan Sumbersuko Rabu, 3 Juni 2021. Camat Sumbersuko yang juga Panwascam mengundang peserta pembentukan Panitia Pemilihan yang baru karena mundurnya Panitia Pemilihan yang lama. Hadir atas undangan via selular oleh Bapak Camat diantaranya Pimpinan BPD dan Wakil , Panitia Pemilihan yang mengundurkan diri Ketua dan Anggota,  Calon Panitia Pemilihan baru 3 orang serta PJ Kepala Desa Grati. Kapolsek beserta Danramil Hadir setelah terbentuknya Panitia Pemilihan baru yang dipimpin oleh Camat.

Misjoko sebagai Camat Sumbersuko sekaligus Panwas saat dikonfirmasi Media Pelopor.net melalui seluler menjelaskan bahwa Panitia baru bukan usulan dan rekomendasi dari Camat sendiri melainkan dari Panitia dan BPD. 

“Iyo ndak iyo keliru camate nek gae koyok ngunu se,” tegas Misjoko dengan logat jawa.

Berbanding terbalik dengan keterangan Ketua dan Wakil BPD yang menerangkan bahwa calon panitia baru yang dibentuk di Kantor Camat itu atas pilihan atau rekomendasi dari Camat bukan dari BPD. Saat dikonfirmasi oleh awak media melalui seluler Ketua dan Wakil sama-sama memberikan keterangan bahwa yang memimpin jalannya musyawarah adalah Camat bukan Ketua BPD.

“Sing mimpin pembetukan panitia baru iyo panwas pak Camat,” Tegas Bagus.

Sama halnya Agus selaku wakil BPD saat dikonfirmasi juga menjelaskan dengan senada bahwa yang memimpin dan memilih calon panitia adalah Camat Sumbersuko.

“Iya memimpin rapat panwas dan yang mengusulkan calon panitia panwas mas kan prosedurnya begitu, panwas memilih dan BPD ikut menyaksikan,” imbuh Agus.

Mukhammad Ikhsan Aris sebagai Pj Kepala Desa Grati juga tak luput dari kejaran kita para awak media untuk menggali informasi dan ternyata sama halnya Ketua dan Wakil BPD menjelaskan bahwa Camat sebagai Panwas juga merekomendasikan dan memilih calon panitia yang baru.

“Kedatangan saya ke Kantor Kecamatan malam itu tidak diundang, saya hanya mau memastikan apakah pesan saya ke Bu Sekdes sudah disampaikan kepada pak Camat selaku Panwas untuk minta petunjuk lebih lanjut apa yang perlu dilakukan di Desa dalam menyikapi permasalahan ini. Sampai disana saya kaget karena ada acara pembentukan panitia baru yang calon panitianya direkomendasikan oleh pak Camat, mau tidak mau saya menyesuaikan mas. Tugas saya sebagai PJ Kepala Desa sudah jelas menfasilitasi dan mengawal agar PAW ini lancar,” tutur ikhsan sapaan akrabnya.

Sudah sangat jelas ditulis dalam Peraturan Bupati Lumajang Nomor 24 tahun 2021 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa. BPD dapat melakukan pergantian Panitia Pemilihan sejak diterimanya surat pernyataan pengunduran diri Panitia Pemilihan yang lama. Pergantian Panitia Pemilihan tersebut ditetapkan dalam musyawarah BPD dan dituangkan dalam Keputusan BPD.

Menurut Buku Pedoman BPD yang di keluarkan oleh Kemendagri tahun 2018 Musyawarah BPD dipimpin oleh pimpinan BPD dan Musyawarah BPD dinyatakan sah apabila dihadiri oleh paling sedikit 2/3 

(dua pertiga) dari jumlah anggota BPD serta  hasil musyawarah BPD ditetapkan dengan keputusan BPD dan dilampiri notulen musyawarah yang dibuat oleh sekretaris BPD.

Merujuk lagi pada Peraturan Bupati Nomor 24 tahun 2021 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa. Keputusan BPD adalah penetapan oleh BPD yang bersifat konkrit, individual dan final.

Melihat proses yang sedang berlangsung, perlu adanya evaluasi serta kajian terhadap kebijakan dan keputusan yang diambil oleh Misjoko selaku Camat dan Panwas Sumbersuko serta BPD Desa Grati oleh pihak” berwenang ( Pemerintah, Sekda , Inspektorat, DPM, dan Komisi A DPRD Kab Lumajang ) karena terlihat memaksakan untuk melanjutkan proses Pentahapan yang secara administrasi dan prosedural dapat berpotensi masalah.

Perlu diketahui di Kecamatan Sumbersuko sendiri ada 2 Desa yang bersamaan melaksanakan Pemilihan PAW Kepala Desa yaitu Desa Sumbersuko dan Desa Grati.  (Azs/Lana)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *