Setubuhi Anak Di Bawah Umur, Supriyanto Diamankan Satreskrim Polres Katingan

  • Bagikan

Katingan, Pelopor.net, Kalteng – Supriyanto als Pak Supri Bin Bero (45) warga jalan Tjilik Riwut Km. 25, Rt. 004, Desa Hampalit, Kecamatan Katingan Hilir, Kab. Katingan, Provinsi Kalteng harus mempertanggung jawabkan perbuatanya karna menyetubuhi seorang anak yang masih dibawah umurn yang mana peristiwa tersebut terjadi pada hari Rabu (2 Juni 2021) sekira pukul 09.00 WIB di rumah korban di jalan Tjilik Riwut Km. 25, Rt. 004, Desa Hampalit, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimatan Tengah, Rabu (2/6/2021) sekira pukul 09.00 wib.

Kapolres Katingan AKBP Andri Siswan Ansyah, S.I.K., M.H, melalui Kasat Reskrim Polres Katingan Iptu Adhy Heriyanto, S.H. membenarkan peritiwa tersebut, saat ini pelaku berhasil diamankan oleh anggota Jatanras Polres Katingan.

“pelaku tanpa melakukan perlawanan langsung diamankan dan dibawa ke Polres Katingan untuk dilakukan proses lebih lanjut,” ujar Kasatreskrim, Minggu (13/06/2021) pagi.

Dijelaskan kronologis peristiwa tersebut di ketahui oleh orang tua korban yang pada waktu itu ibu korban mehubungi suaminya (pelapor) untuk pulang karna ada sesuatu yang akan dibicarakan, sesampaiya pelapor di rumah ibu korban langsung memperlihatkan video yang diperoleh dari tetangganya.

Dalam video tersebut terlihat pelaku SUPRIYANTO Als PAK SUPRI (45) dan korban berinisial YFN (14)sedang tidur-tiduran di kamar di dalam rumah korban, kemudian ayah korban langsung menannyakan peristiwa tersebut kepada korban dan korban membenarkan dan menurut pengakuan korban pelaku sudah 3 (tiga) kali menyetubuhi korban.

Menurut pengakuan pelaku dia merasa suka dan bernafsu dengan korban sehingga pelaku mengajak korban berhubungan badan, agar korban mau dibawa berhubungan badan pelaku kerap kali memberikan uang sebesar Rp 50.000 (lima puluh ribu) kepada korban. Pelaku juga mengakui kalau pelaku pada saat melakukan perbuatannya tersebut dalam keadaan sadar. terang Kasat.

Barang bukti yang diamankan 1 (satu) lembar baju lengan panjang warna hijau motif bunga, 1 (satu) lembar celana panjang warna merah .

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 81 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang, dengan ancaman hukuman kurungan paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp. 5.000.000.000.00 (lima miliar rupiah). (Fb/45R)

 6 Pembaca,  3 Hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *