LSM Dewan Rakyat Sampang, Pertayakan CSR PT. Garam Yang Tak Jelas

  • Bagikan
LSM Dewan Rakyat Saat Audensi Ke Kantor PT. Garam Kecamatan Pangarengan

Sampang, Pelopor.net – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Dewan Rakyat (Dera), mendatangi kantor Pt. Garam di Kecama tan Pangarengan, Kabupaten Sampang, bertujuan mempertanyakan Tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility(CSR) yang tak jelas dalam peruntukannya. Pasalnya, letak bentuk kegiatan csr pada tahun 2020 tersebut tak nampak kepada masyarakat umum dalam kegunaannya,rabu (23/6/2021).

Shony Firmansyah seketaris Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Dewan Rakyat (Dera) mengatakan, kedatangan ke PT. Garam di Wilayah Kecamatan Pangarengan Sampang itu, mempertanyakan manfaat kegiatan csr yang selama ini belum jelas peruntukannya di tahun 2020 dan Tahun 2021 pada saat ini. Sebab, dari dampak sosial kepada masyarakat dan juga manfaat kepada pemerintah setempat kurang nampak kepermukaan publik yang nyata.

“Masak perusahan besar seperti PT. Garam, dipermukaan masyarakat umum tidak nampak kegiatan csr yg di keluarkan. Ini kan PT. Garam di ibaratkan ada dan tiada. Sangat dirugikan sekali dan terlihat lucu,”ucapnya.

“Contoh kecilnya,masyarakat setempat di pangarengan saja, tidak tahu apa yg manjadi kontribusi kepada masyarakat dari dampak positifnya, moro-moro csr tahun 2020 sudah disalurkan dalam kegiatan keagamaan. Kalau di perjelas lagi, keagamaan seperti apa, jangan-jangan hanya memberikan bantuan tapi kebanyakan membantu diri sendiri,”imbuhnya.

Lanjut Shony sapa akrabnya, dari apa yang di pertanyakan kepada pihak PT. Garam, pihaknya tidak menemukan jawaban yang begitu detail.”Semuanya apa yang di jawab normatif semuanya. Ditanya lokasi yang katanya disalurkan ke pembangunan. Bilangnya lupa tapi ada, seakan-akan menutupinya,”paparnya.

Sementara humas PT. Garam Miftahul Arifin, menjelaskan keterbukaan PT. Garam kepada masyarakat sangat jelas dalam informasi manfaat dari hasil pendapatan yang di bagikan kepada masyarakat.”Salah satu contoh PT. Garam bagi hasil dan sewa kepada masyarakat saja sudah jelas, disitu saling menguntungkan,”ucapnya.

Selain itu, dari penggunaan csr, alokasi 2% yang dikeluarkan hasil pendapatan perusahan yang dimilikinya.”Jadi 2% itu kita salurkan kepada masyarakat dengan sasaran umum. Seperti fasilatas umum, sarana ibadah dan juga kegiatan lainnya,”ngakunya,”jelas arifin.

Disaat menanyakan csr yang sudah disalurkan pada tahun 2020, pihaknya tidak bisa menjelaskannya letak titik bangunan yang sudah. Di da bagunnya.”Saya tidak bisa menjelaskan dimana letaknya. Karna ada yang ngurusi itu. Tapi pasti ada itu, kami informasikan lebih lanjut nanti,”dalihnya dengan rawut wajah kebingungan.(ros/hs)

 93 Pembaca,  3 Hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *