Wartawan Media Pelopor Kembali Mendapat Fitnah

  • Bagikan

PALANGKA RAYA, PELOPOR.NET, KALTENG – Setelah beberapa bulan yang lalu Kordina tor Wilayah (Korwil) media online Pelopor. net Provinsi Kalteng Rayati mendapat perlakuan pelecehan dari oknum Pengaca ra, bahkan masalahnya hingga kini belum selesai di Ditkrimsus Polda Kalteng.

Kini Korwil Pelopor.net Kalteng Rayati kembali mendapat fitnah dari yang menyebut dirinya Kaperwil dari salah satu media online berinisial (IRWA). Dalam pemberitaan di Mediaciber.com yang terbit tanggal 21 Juni 2021 yang berjudul, “Percobaan Kriminalisasi Buat Menutup Berita Terkait Maraknya Tambang Emas Beraroma Setoran Kepada Oknum Anggota Di Ruang Reskrimsus Polda Kalteng”.

“Semua pemberitaan yang ditulis di media tersebut yang menyatakan dan mengatakan apa yang saya katakan dan ditulis oleh (IRWA) adalah tidak benar. Semua itu adalah opini dan dugaan dari (IRWA) saja yang bertujuan untuk menaikkan popularitasnya. Saya tidak pernah mengatakan apa yang ditulisnya apalagi mengaku dari utusan Ditkrimsus Polda Kalteng, saya hanya ngajak ketemu untuk mengklarifikasi bahwa irawati itu bukan saya karna banyak yg mengira itu saya , saya hanya ingin menunjukan bahwa ini lho irawati dan saya itu beda, hitung2 saya juga mau kenalan dngan beliau karna saya tdk pernah ketetemu sama beliau sebelum nya”ungkap Rayati.

Lebih lanjut dikatakan, dalam hal ini Rayati tidak terima dengan tulisan dan narasi yang dinaikkan oleh Mediaciber.com dan media patroli88investigasi.com tentang dirinya dan dia akan melaporkan semua ini kepada pihak Kepolisian karena telah mencemarkan nama baiknya.

“Untuk semua pihak dan pembaca agar tidak percaya kepada pemberitaan tersebut, karena semua itu tidak benar dan pembohongan Publik karena narasumbernya tidak jelas. Dengan adanya pemberitaan tersebut saya adalah pihak korban yang dirugikan apalagi disitu menyebutkan nama media saya tempat bernaung, sekali lagi saya klarifikasi bahwa semua itu tidak benar dan kasus ini akan saya bawa ke ranah hukum untuk memberi kan efek jera, “pungkas Rayati. (Tim)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *