Rektor UPR Palangka Raya : Di Era Revolusi Industri 4.0, Tidak Boleh ada Dayak Dimarginalkan

  • Bagikan

PALANGKA RAYA, PELOPOR.NET, KALTENG – Semangat transformasi Dayak harus digaungkan sampai pelosok tanah dayak, demikian kata Ketua harian Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalteng sekaligus Rektor Universitas Palangka Raya, Dr. Andrie Elia, S.E., M.Si. Saat pembukaan Musyawarah Nasional Forum Pemuda Dayak (Fordayak) di gedung Palampang Tarung Palangkaraya beberapa hari yang lalu.

Andrie mengajak para anggota Fordayak khusunya dan seluruh pemuda dayak pada umumnya kembali menggali filosofi huma betang yaitu “Bersatu” karena Dayak itu kuat dan harus bersatu, agar tak terkalahkan, serta mengajak para pemuda dayak seluruh element dan sektor agar mengaplikasikan falsafah tersebut.

“Seluruh element Dayak harus bersatu, apalagi dalam era revolusi digital 2021, S
sekarang dunia sudah tidak mengenal lagi batas distrik, kecamatan, desa maupun provinsi bahkan batas negara pada jaman revolusi digital, sekarang jendela dunia sudah berada dalam genggaman tangan kita, “ujar Rektor Universitas Palangka Raya.

“Sekarang adalah kita membangkitkan semangat kita untuk membangun Pribadi kita, sesuai filosofi mandau yaitu membangun. Orang dayak harus punya intelektual dalam era transformasi digital, kita harus bisa menguasai tekhnologi yang berlandaskan ilmu pengetahuan, Saatnya kita membangun Indonesia dari tanah dayak, sudah tidak jamannya tenteng mandau dijalanan kembali ke jaman barbar musim kayau dulu, “ungkap Andrie Elia dengan penuh bersemangat.

Musyarawah Nasional Forum Pemuda Dayak (FORDAYAK) diharapkan menjadi sebuah momentum bagi pemuda Dayak untuk mempertegas posisi dan peran Pemuda dayak yang berintregritas menunjukan nilai – nilai keadatan dengan didasari nilai Ketuhanan berintelektual di era globalisasi. (45R)

 180 Pembaca,  3 Hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *