Walikota Mojokerto Bagikan BPUM Sebayak UMKM

Pelopor.Net - 5 Agustus 2021 - 02:19 WIB
Walikota Mojokerto Bagikan BPUM Sebayak UMKM
 ()
|
Editor

Mojokerto, Pelopor.net – Penyerahan Bantuan Bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM) yang di bagikan secara simbolis oleh Wali
Kota Mojokerto Ika Puspitasari di Pendapa Sabha Kridh Tama penyerahan bantuan Walikota Mojokerto bagikan di rumah rakyat Kota Mojokerto, Jalan Hayam Wuruk Kota Mojokerto, Rabu (4/8/2021).

Bantuan yang diberikan langsung disalurkan kepada pengusaha mikro Kota Mojokerto dengan nilai yang diterima Rp. 1.200.000 per UMKM, langsung masuk rekening penerima.

Program bantuan ini sudah berlangsung sejak tahun 2020. Bahkan pada tahun 2020 nilainya lebih besar, yakni Rp. 2.400.000 per
UMKM. Ketika itu namanya Banpres UMKM. Jumlah penerima saat itu sebanyak 6156 UMKM. Namun akses masuknya itu dibuka
beberapa pintu.

“Ada dari Himbara, TMM, Pegadaian juga ada dari teman legislatif dari pusat, sehingga pemerintah daerah tak bisa mengontrol dan membantu verifikasi,” ungkap Ning Ita, saat penyerahan bantuan, Rabu (4/8/2021).

Menurut Ning Ita, atas usulan dari berbagai daerah kepada pemerintah pusat, akhirnya
Tahun 2021 skema berubah. Seluruh BPUM akses masuk hanya satu pintu di dinas terkait, yakni Dinas Koperasi dan UKM.

“Sehingga Tahun 2021 pemerintah daerah bisa melakukan kontroling berapa banyak
warga yang mendaftar. Selain itu, mereka juga dibantu dalam hal perijinan,” jelas Ning Ita.

Untuk Tahun 2021 penerima BPUM sebanyak 3554 UMKM. Nilainya pun tak sama dengan Tahun 2020. Untuk 2021 jumlah bantuan yang diterima, yaitu sebesar Rp 1.200.000.

Ning Ita menambahkan, perlu di perhatikan bahwa bantuan BPUM ini bukan untuk keperluan komsumtif, namun harapannya untuk tambahan modal usaha. Akibat pandemi yang berkepanjangan dan Juga penerapan PPKM, sangat berdampak bagi pelaku UMKM. Sebab itu, ini bagian dari perhatian pemerintah agar ekonomi masyarakat terus berjalan dengan baik.

Masih kata Ning Ita, dia mengajak berdoa semoga jumlah yang terpapar Covid-19 semakin terkendali agar pembatasan segera dicabut.

“Saya ingin ekonomi Kota Mojoker￾to bisa bergerak kembali,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Ning Ita, protokol kesehatan tetap harus dipatuhi, jangan berkurumun.

Kegiatan tak penting nggak perlu dilakukan. Semua perlu kesadaran dari masyarakat biar angka Covid-19 segera terkendali. Sebab, Kota Mojokerto selama bulan Juli ada 280 yang meninggal karena Covid.

Ning Ita berharap semoga bantuan yang diterima oleh para UMKM ini bisa bermanfaat dan barokah (Hardi) Bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM) secara simbolis di serahkan langsung oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari yang kerap dipanggil Ning Ita, di Pendapa Sabha Kridha Tama Rumah Rakyat Kota Mojokerto, Jalan
Hayam Wuruk Kota Mojokerto, Rabu (4/8/2021).

Bantuan yang diberikan langsung disalurkan kepada pengusaha mikro Kota Mojokerto. Dengan nilai yang diterima Rp. 1.200.000 per UMKM, langsung masuk rekening penerima.

Program bantuan ini sudah berlangsung sejak tahun 2020. Bahkan pada tahun 2020 nilainya lebih besar, yakni Rp. 2.400.000 per
UMKM. Ketika itu namanya Banpres UMKM. Jumlah penerima saat itu sebanyak 6156 UMKM. Namun akses masuknya itu dibuka
beberapa pintu.

“Ada dari Himbara, TMM, Pegadaian juga ada dari teman legislatif dari pusat, sehingga pemerintah daerah tak bisa mengontrol dan membantu verifikasi,” ungkap Ning Ita, saat penyerahan bantuan, Rabu (4/8/2021).

Menurut Ning Ita, Atas usulan dari berbagai daerah kepada pemerintah pusat, akhirnya Tahun 2021 skema berubah. Seluruh BPUM akses masuk hanya satu pintu di dinas terkait, yakni Dinas Koperasi dan UKM.

“Sehingga Tahun 2021 pemerintah daerah bisa melakukan kontroling berapa banyak warga yang mendaftar. Selain itu, mereka juga dibantu dalam hal perijinan,” jelas Ning Ita.

Untuk tahun 2021 penerima BPUM sebanyak 3554 UMKM. Nilainya pun tak sama dengan tahun 2020. Untuk 2021 jumlah bantuan yang diterima, yaitu sebesar Rp 1.200.000.

Ning Ita menambahkan, perlu diperhatikan bahwa bantuan BPUM ini bukan untuk keperluan komsumtif, namun harapannya untuk tambahan modal usaha. Akibat pandemi yang berkepanjangan dan Juga
penerapan PPKM, sangat berdampak bagi pelaku UMKM. Sebab itu, ini bagian dari perhatian pemerintah agar ekonomi masyarakat terus berjalan dengan baik.

Masih kata Ning Ita, dia mengajak berdoa semoga jumlah yang terpapar Covid-19 semakin terkendali agar pembatasan segera dicabut.

“Saya ingin ekonomi Kota Mojoker￾to bisa bergerak kembali,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Ning Ita, protokol kesehatan tetap harus dipatuhi, jangan berkurumun.

Kegiatan tak penting nggak perlu dilakukan. Semua perlu kesadaran dari masyarakat biar angka Covid-19 segera terkendali. Sebab, Kota Mojokerto selama bulan Juli ada 280 yang meninggal karena Covid.

Ning Ita berharap semoga bantuan yang diterima oleh para UMKM ini bisa bermanfaat dan barokah. (Hardi)

 59 Pembaca,  1 Hari ini

Tinggalkan Komentar

Close Ads X