BST di Desa Tenggir, Diduga Ada Pemotongan Oleh Oknum Melalui Perangkat Desanya

Pelopor.Net - 12 Agustus 2021 - 02:54 WIB
BST di Desa Tenggir, Diduga Ada Pemotongan Oleh Oknum Melalui Perangkat Desanya
 ()
|
Editor

Situbondo, Pelopor.net – Ditengah banyaknya program bantuan yang di gelontorkan oleh pemerintah, tenyata ada oknum yang diduga memangkas terhadap Bantuan Sosial Tunai (BST) melalui salah satu oknum perangkat desa tenggir kecamatan panji Situbondo.

Usai mendapatkan pengaduan dari warga setempat (Selasa 10/08/21) awak media sigap88 mendatangi sejumlah keluarga penerima BST di tenggir yang enggan di sebutkan namanya, termasuk pula mendatangi kepala dusun dan kepala desa tenggir, Rabu 11/08.

Sejumlah KPM mengaku merasa senang telah memperoleh bantuan dari pemerintah dan berterima kasih atas pemberiannya. Sebab pasalnya kondisi ekonomi cukup sulit bahkan saat ini di masa terjadinya pandemi wabah corona virus disease 2019 (Covid-19) dan kebijakan PPKM hingga pertengahan agustus ini.

“Tetapi usai menerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dengan nominal Rp 600,000 lalu saya diminta salah satu orang yang diduga oknum melalui perangkat desa untuk menyumbangkan uang seikhlasnya, Akhirnya dengan spontan saya berikan berbentuk pecahan Rp.20.000 dan ada pula yang memberikan Rp. 10.000,” ungkap salahsatu penerima BST di Desa Tenggir.

Selain itu berdasarkan informasi yang dihimpun tim sigap 88.co. dan awak media pelopor.net adapun adanya dugaan motif kasus pemotongan BST di desa tenggir sementara informasinya cukup variatif,
“Kepala dusun krajan menceritakan telah menerima uang langsung dari penerima BST dengan nominal yang variatif tetapi sifatnya sumbangan seikhlasnya”.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh kepala desa tenggir bahwa pihaknya mengetahui akan sumbangan tersebut pasalnya akan dibuat kegiatan ritual untuk keselamatan warga setempat.
“Sekarang di tengah banyaknya wabah dan penyakit maka sejumlah tokoh masyarakat berharap membuat ritual untuk keselamatan warga”. Pungkas kades

Disamping itu Moh Sadik Ketua umum Lembaga Perkasa menjelaskan keberadaan sejumlah bantuan kepada warga agar dapat dinikmati oleh yang berhak sesuai jumlah yang diberikan oleh pemerintah.

“Terkait informasi adanya dugaan pemotongan BST tersebut sangat disesalkan, apalagi sejumlah penerima merupakan warga yang tidak mampu sehingga apabila terbukti terjadi pemotongan, maka kami akan melakukan tindaklanjut sebagaimana data dan bukti yang telah kami miliki, sebab seluruh bantuan dari pemerintah telah menjadi hak penerima serta untuk membantu meringankan kebutuhan di masa pandemi dan PPKM ini” Tegas Ketum Perkasa. (aziz) 

 80 Pembaca,  1 Hari ini

Tinggalkan Komentar

Close Ads X