Tim Tabur Kejari Surabaya Menangkap Direktur PT Seagate Maritim Line, “Hariman Prayogo”  Buronan Selama 3 Tahun

Pelopor.Net - 21 Februari 2022 - 11:30 WIB
Tim Tabur Kejari Surabaya Menangkap Direktur PT Seagate Maritim Line,  “Hariman Prayogo”  Buronan Selama 3 Tahun
 (Pelopor.Net)
|
Editor

PELOPOR.net – Surabaya – Direktur Utama PT Seagate Maritim Line (SML) Hariman Prayogo masuk dalam daftar (DPO) sudah hampir 3 tahun baru berhasil ditangkap Tim Tangkap Buron (Tabur) Intelijen dan Pidana Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya. di Perumahan Dian Istana Wiyung pada hari Sabtu 19 Februari 2022 sekitar pukul 17.30 WIB,  dalam perkara penipuan sewa kapal tugboat dan tongkang.

Anton Delianto selaku Kajari Surabaya membenarkan ada penangkapan (DPO) Hariman Prayogo, berkat informasi yang didapat dari masyarakat. setelah itu menindaklanjuti informasi, pihaknya menerjunkan Tim Tabur gabungan dari Kejari Surabaya.

“Setelah dilakukan pemantauan dan dipastikan terpidana Hariman Prayogo berada di rumahnya, beberapa anggota dari gabungan Tim Tabur langsung melakukan penangkapan dan pemeriksaan, lanjut dikirim ke Lapas Porong untuk menjalani hukumnya yang selama 2 tahun penjara,” pungkasnya.

Anton menggungkapkan dalam perkara Hariman Prayogo ini sudah berkekuatan hukum tetap berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI No. 1378K/PID/2017. kemudian ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) pada 2018.

Untuk diketahui awal nya terdakwa Hariman Prayogo selaku Direktur PT Seagate Maritim Line menyewa kapal tugboat dan tongkang pada Franky Husen, Direktur Operasional PT Samudra Sentosa Abadi untuk pengangkutan batubara pada Juni 2014 lalu.

Hariman berjanji akan membayar sewa kapal pada PT Samudra Sentosa Abadi setelah kapal digunakan, setelah lama ditunggu Hariman Prayogo tidak segera menyelesaikan pembayara sewa kapal nya pada PT Samudra Sentosa Abadi seperti yang telah dijanjikan,

Sekitar bulan Desember 2014, Franky menagih uang sewa kapal pada Hariman Prayogo agar segera diselesaikan pembayaran sewa kapalnya sebesar Rp 3,1 miliar.

Lanjut pada tanggal 26 Desember 2014, Jaya Wisesa (saksi) atas perintah Hariman Prayogo untuk menyerahkan 5 lembar cek Bank Mandiri pada PT Samudra Sentosa Abadi yang pada saat itu penyerahannya dilakukan di Grand City Mall Surabaya.

Setelah lewat jatuh tempo, ternyata 5 lembar cek dari terdakwa Hariman Pryogo,ada 2 lembar cek yang tidak bisa dicairkan, masing-masing senilai Rp 796 juta.

Akibat perbuatan terdakwa Hariman Prayogo itu, Franky mengalami kerugian sebesar Rp 1,5 miliar. Achirnya jaksa penuntut umum (JPU) mendakwa terdakwa Hariman Prayogo dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan.

(Nur)

 1,082 Pembaca,  3 Hari ini

Tinggalkan Komentar

Close Ads X