Salahudin, STP: Wisata Eco Edu Sebagai Inovasi Dampak Rob

Pelopor.Net - 27 Februari 2022 - 16:49 WIB
Salahudin, STP: Wisata Eco Edu Sebagai Inovasi Dampak Rob
 (Pelopor.Net)
|
Editor

PELOPOR.net – Kota Pekalongan – 27/02/2022 – Kepedulian terhadap lingkungan yang dapat di jadikan suatu destinasi wisata dalam tahapan proses pengelolaan yang baik bisa menambah pendapatan masyarakat sekitar dengan kondisi alam yang ada.

Seperti halnya Degayu merupakan salah satu Kelurahan di Kecamatan Pekalongan Utara yang berada di Wilayah Kota Pekalongan. Letak nya tidak jauh dari pantai Utara sehingga tak jarang penduduknya mata pencahariannya dari budidaya tambak ikan, udang dan pertanian sawah yang tentunya sudah diwariskan dari para leluhur Desa tersebut.

Seperti diketahui, Acara Tasyakuran yang digelar H .Salahudin STP secara sederhana di lokasi tambak milik mendiang Orang Tuanya, yang berada 200 m dari TPA Degayu, Salahudin yang sekarang menjabat Wakil Wali Kota Pekalongan mengajak beberapa Tokoh Masyarakat, Saudara dekat dan beberapa aktifis yang mendukung selama perjalanan politik pilkada kemarin.

Hadir pada acara tersebut H.Bowo Leksono, Romadhon, H.Tubagus Ama dan Sutanto dari Batik TV serta kerabat yang lain, 26/02/2022.

Kesempatan berkumpul yang selama ini sulit diadakan karena situasi pandemi Covid-19, Salahudin bercerita tentang lokasi tambak yang digunakan untuk acara tersebut. Rencana nya akan di buat Eco Edu wisata alam dan wahana pendidikan serta ini merupakan salah satu refleksi satu tahun menjabat sebagai Wakil Wali Kota.

” Dalam mengisi waktu sela saat weekend, Saya menyempatkan benahi lahan tambak, peninggalan mendiang Orang Tua yang sudah lama mangkrak karna terdampak rob, dulunya sawah berubah jadi tambak, namun tak bisa menghasilkan,” jelasnya.

Ditambahkan nya, bertepatan dengan satu tahun dirinya menjabat sebagai wakil walikota, dia mengutarakan akan membuka tempat rekreasi alam terbuka dan juga wahana pendidikan yang merupakan Eco Edu (pendidikan lingkungan). Selanjutnya dari rencananya akan membuka lahan parkiran dan juga sarana ibadah,seperti mushola, juga pendukung lainya seperti toilet di sekitar area rekreasi tersebut dengan bekerjasama warga pemilik lahan kiri kanan yang tak lagi punya potensi pertanian, maupun pertambakan.

Hal ini tidak lepas peran serta masyarakat desa Degayu dan sekitarnya untuk berkarya bersama mengelola wahana tersebut dengan menyediakan perahu perahu kecil sebagai sarana bagi pengunjung yang ingin berwisata sekaligus belajar tentang tumbuhan rawa, seperti mangrove dan juga tentang ekosistem, daerah perairan payau, dampak Rob.” terang nya

Harapan dari semua ini sebuah pelajaran yang berharga dimana musibah Air Rob yang menjadi dilema berkepanjangan akan dapat berangsur menjadi baik tentunya dengan Ikhtiar dan Doa.

Inovasi yang paling tepat untuk membuka lahan yang mangkrak akibat banjir dan rob,dengan mengolah menjadi wahana wisata ekosistim dan pendidikan agar dapat bermanfaat.

Dengan destinasi wisata ECO EDU alam lingkungan yang dapat terlaksana ke depan dapat menambah pendapatan warga masyarakat sekitar dan bisa dijadikan obyek wisata alam yang didatangi pengunjung dari luar kota.

Feri

 330 Pembaca,  3 Hari ini

Tinggalkan Komentar

Close Ads X