Desa Biau Ada Emas Dan Mutiara di Tanah Yang Mati. Bagaimana Kita Mendapatkannya

Pelopor.Net - 5 Maret 2022 - 17:01 WIB
Desa Biau Ada Emas Dan Mutiara di Tanah Yang Mati. Bagaimana Kita Mendapatkannya
 (Pelopor.Net)
|
Editor

PELOPOR.net – Malaka – Desa Biau, Salah satu desa yang berada di Kecamatan Io Kufeu, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Yang kaya akan sumber daya alam kini menjadi desa yang kaya akan alat-alat produksi pertanian.

Banyak program yang menjadi prioritas dan sudah terealisasi dan hasilnya sudah dirasakan oleh masyarakat, Berkat Kepala Desa Biau, Yanuarius Primus Un. SH.

Kades Primus ketika ditemui awak media ini di ruang kerjanya mengatakan, Semenjak menjadi Kepala Desa, Saya bekerja sesuai dengan Visi dan Misi, Hingga sejauh ini semua sudah saya kerjakan.

Ketika saya mulai menjabat, Saya merekrut aparat desa melalui seleksi wawancara dan administrasi. Program pertama yang saya kerjakan adalah infranstruktur, Yakni rabat jalan dan pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat yang rumahnya tidak layak huni.

Pada 2018, Desa Biau menerima bantuan stimulan perumahan swadaya dari pusat, Ditambah lagi dana desa yang sebagian saya bangunkan rumah semi permanen kepada masyarakat.

Air minum juga menjadi perhatian utama saya, Sebab pada tahun 2002 silam, LIPI sudah merintis dengan memberikan pompa hidrogen, Karena wilayah Desa Biau berada di ketinggian, Usaha itu tidak berhasil. Pada tahun 2019, Dari desa adakan satu buah pompa hidran, Meski begitu volume air yang datang dari sumber air tidak mencukupi untuk masyarakat Biau. Pada tahun 2020, Ada intervensi dari Pamsimas dan Solar Capter sehingga sejauh ini, Air bersih sudah menjangkau seluruh masyarakat Desa Biau, Ujar Kades kepada awak media ini Sabtu, 05/03/2022.

Selain itu, Lanjut kades dari desa membuat kelompok karang taruna dan memberikan pembinaan kepada anggotanya serta memberikan pembinaan bagi kelompok perempuan. Dari desa juga mendukung pemuda dalam kegiatan olahraga dan kesenian, Dengan cara mengadakan satu set ben manual dan kostum olahraga agar pemuda bisa mengembangkan bakat dan minat. Semua yang saya lakukan hanya untuk merubah pola pikir masyarakat. Ungkap Kades.

Ada lagi program PKK. Pada program ini, Dari desa memberi dukungan dengan mengadakan benang. Program PKK ini ada 11 dasawisma, Salah satunya kelompok tenun ikat, Dan itulah yang dilaksanakan.

Tidak hanya itu, Kelompok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah(UMKM) yang ada di Desa Biau juga kita bantu dengan menggunakan dana desa. Dari desa juga perdayakan para pemuda dengan membentuk kelompok, Seperti kelompok Ternak babi, Ternak kambing, Ternak ayam potong, Ada juga bengkel Teknologi Tepat Guna(TTG), dan Home Industri.

Kelompok Home Industri ini dari desa mengadakan alat multi fungsi, Untuk pengolahan pangkal pangan lokal, Misalnya pembuatan Keripik pisang, Ubi, dan Keladi. Dari hasil pengolahan akan kita pasarkan. Sebab sejauh ini, Kita lihat orang-orang dari kota membeli bahan mentah di desa lalu mengolahnya dan kembali menjualnya ke desa, Hal ini yang perlu kita bendung, Ucap Kades.

Dari hasil yang diperoleh kelompok, Dananya menjadi haknya kelompok, Akan tetapi harus melewati tahapan verifikasi. Dari tim desa juga terus memperhatikan sampai pada pengelolaan keuangan.

Di samping itu, Desa juga mengadakan alat-alat pertanian, Misalnya alat olah lahan, Alat tanam, Alat perawatan, Mulai dari penyiraman, Pemupukan, Dan pembasmi hama, Dan semua alat yang diadakan adalah hasil kreatifitas kepala desa sendiri.

Saya usahakan untuk mengadakan alat-alat ini karena emas dan mutiara ada di tanah yang diwariskan oleh nenek moyang kita. Jadi, Saya sebagai kepala desa harus menggunakan dana desa dengan sebaik-baiknya dan tepat sasaran agar emas dan mutiara yang sudah lama mati, Kita hidupkan kembali dengan cara bertani semi modern, Ujar Kades yang bergelar SH ini.

Kades mengaku, Bahwa dirinya akan menggunakan dana desa untuk mengadakan alat panen hasil dan alat olah hasil panen, Dan semua akan dipertanggungjawabkan.

Terlepas dari itu, Lanjut kades, Saya juga merencanakan untuk membuat centra produksi pertanian, Perikanan di dekat tempat wisata Air Terjun Boni. Meski Air terjun Boni milik Kabupaten Timor Tengah Utara akan tetapi akses jalan menuju air terjun dan tempat parkir berada di wilayah Malaka khususnya Desa Biau. Di sana yang akan saya buatkan centra produksi baik pertanian dan perikanan, Sehingga para wisatawan juga tidak repot membawa makanan, Karena kita sudah menyiapkan makanan khas daerah kita yang siap saji. Meski masa kepemimpinan saya selesai, Hal ini akan terus saya perhatikan, Karena saya adalah Putra asli Biau.

Untuk perhelatan pilkades yang akan berlangsung pada Agustus mendatang, Saya kembalikan kepada masyarakat. Apabila elektabilitas saya tinggi, Saya siap bertarung, Dan apabila saya terpilih untuk memimpin Desa Biau selama 6 tahun ke depan, Saya akan berjuang untuk kesejahteraan Desa Biau, Tidak lupa juga untuk kembali perhatikan kekurangan yang belum saya kerjakan akan saya kerjakan dan kebutuhan masyarakat yang belum terpenuhi, Akan saya penuhi. Namun hal itu kembali kepada masyarakat dan para tua-tua adat, Jika saya masih dibutuhkan, Saya akan bersedia. Tetapi jika tidak lagi membutuhkan, Saya akan tetap bersedia mendampingi desa untuk kemajuan Desa Biau yang kita cintai ini, Tutup Kades dengan penuh rendah hati.

(Ridho Seran)

 2,527 Pembaca,  3 Hari ini

1 Komentar pada “Desa Biau Ada Emas Dan Mutiara di Tanah Yang Mati. Bagaimana Kita Mendapatkannya”

  1. Okto Tae berkata:

    Mantap bapak Desa

Tinggalkan Komentar

Close Ads X