Sidang Perkara Dugaan Penggelapan Sepeda Motor Honda CB 150R

Pelopor.Net - 11 Maret 2022 - 01:34 WIB
Sidang Perkara Dugaan Penggelapan Sepeda Motor Honda CB 150R
 (Pelopor.Net)
|
Editor

Dimas dan Febri Diduga Sepakat Gadai Motor Milik Orang Tuanya untuk Modal Usaha

PELOPOR.net – Surabaya – Sidang perkara dugaan penggelapan sepeda motor honda CB 150R dengan terdakwa Dimas Adi Pratama digelar di ruang kartika pengadilan negeri (PN) surabaya, agenda pembacaan dakwaan dari jaksa penuntut umum (JPU) Furkon Adi Hermawan dari kejaksaan negeri surabaya, Rabu (09/03/22).

Didalam dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) Furkon Adi Hermawan mengatakan Pada tanggal 26 Januari 2021 Febrianto Laksono dan Iqbal Firmansyah mendatangi tempat kos terdakwa Dimas di Jalan Petemon Gg. 3 Surabaya, dengan mengendarai sepeda motor honda CB 150R dengan No.Pol L–2481–DW milik Djono.Untuk diketahui, Djono ayah dari saksi Febrianto Laksono.

Selanjutnya terdakwa Dimas meminjam sebentar sepeda motor tersebut beserta STNKnya kepada Febrianto Laksono.

“Kemudian terdakwa Dimas menuju rumah Erna di jalan Simolowaru Utara gang 4 Surabaya untuk mengadaikan motor Honda CB 150R tersebut dengan harga Rp.6 juta, namun terdakwa Dimas hanya menerima uang sebesar Rp.5.400.000,” kata Furkon di hadapan ketua majelis hakim.

Setelah menerima uang hasil gadai sepeda motor tersebut, terdakwa Dimas tidak kembali ke tempat Kosnya, bahkan terdakwa Dimas  menyuruh Febri dan Iqbal yang menunggu di kos nya untuk segera kembali pulang ke rumah.

Terdakwa Dimas mengakui uang hasil dari menggadaikan sepeda milik Djono tersebut akan dipergunakan untuk modal usaha.

“Atas perbuatannya terdakwa Dimas tersebut jaksa penuntut umum (JPU) Furkon mendakwa terdakwa dengan pasal 372 KUHPidana, sedangkan Djono sebagai pemilik kendaraan mengalami kerugian sebesar Rp.17 juta,” Katanya.

Atas dakwaan tersebut salah satu penasehat hukum (PH) terdakwa Heru Krisbianto akan melakukan Eksepsi karena keberatan dengan dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) Furkon dari kejari surabaya.

“Kami akan melakukan Eksepsi yang Mulia,” kata Heru.

Setelah sidang selesai, penasehat hukum (PH) terdakwa Heru Krisbianto mengatakan pada media PeloporNet,”kami akan melakukan Eksepsi karena Perkara tersebut dilakukan Restorative Justice (RJ) dimana saat itu anak korban Febri juga mengetahui rencana terdakwa Dimas menggadaikan sepeda motor milik Djono, yang seharusnya juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Penggelapan atau turut serta.

Karena hasil dari penggadaian sepeda motor tersebut rencananya akan di buat modal usaha terdakwa Dimas dan Anak Djono pemilik kendaraan tersebut,” bahkan kami sebagai penasehat hukum terdakwa sudah ada upaya perdamaian dengan korban pemilik sepeda motor  serta sepada motor sudah kembali dengan dalam keadaan sempurna,”kata penasehat hukum terdakwa.

“Dan perlu diketahui juga saat penasehat hukum terdakwa mendatangi Polsek, sempat dari anggota (penyidik) meminta uang Rp. 20 juta untuk perdamaian,” kata penasehat hukum terdakwa selepas sidang di pengadilan negeri (PN) Surabaya. (Nur)

 477 Pembaca,  15 Hari ini

Tinggalkan Komentar

Close Ads X