Terkait Kasus Dugaan Korupsi Bank NTT, Mahasiswa Harus Bergerak

Pelopor.Net - 22 Maret 2022 - 19:35 WIB
Terkait Kasus Dugaan Korupsi Bank NTT, Mahasiswa Harus Bergerak
 (Pelopor.Net)
|
Editor

PELOPOR.net – Nusa Tenggara Timur – Kasus dugaan korupsi Bank NTT terkait pembelian Medium Term Note (MTN) Rp.50 M sudah lama ditangani Kejati NTT, namun hingga kini belum ditetapkan tersangkanya.

Mantan Kejati NTT, Dr. Yulianto, SH., MH sudah menjanjikan untuk segera menetapkan tersangka, tetapi sampai ia dipindahkan, belum ada penetapan status tersangka untuk kasus tersebut.

Sementara pada bulan Desember 2021 lalu, Kasipenkum Kejati NTT, Abdul Hakim kepada media mengatakan, proses kasus ini akan tetap berjalan. Kita pakai ahli lagi untuk lakukan perhitungan. Abdul menegaskan, ahli yang dilibatkan akan melakukan perhitungan dalam kasus dugaan korupsi pembelian MTN senilai Rp.50 miliar oleh Bank NTT.

Dalam kasus ini juga tim penyidik tindak pidana khusus(Tipidsus) Kejati NTT telah memeriksa dirut Bank NTT, Alex Riwu Kaho dan mantan dirut Bank NTT, Edy Bria Seran serta kepada devisi Treasury Bank NTT, Zet Lamu, -red.

Namun hingga kini, masyarakat NTT belum mengetahui secara jelas siapa yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Pada kesempatan yang terpisah, Kasipenkum, Abdul Hakim ketika dikonfirmasi melalui pesan Wats Up, sudah membacanya namun tidak membalas atau merespon pesan dari Wartawan.

Hal ini direspon oleh seseorang yang berinisial DM, kepada media ini, DM mengatakan, dalam kasus ini terdapat kesan pembiaran oleh aparat penegak hukum yang berada di NTT. Jadi, kita jangan sampai berhenti untuk bersuara, ujarnya.

Saya akan korbankan uang saya untuk pergi melaporkan kasus ini ke KPK RI agar kasus ini bisa segera tuntas, termasuk kasus dugaan suap yang terjadi di Kejati NTT.

DM berharap, mahasiswa juga harus beraksi, sebab mahasiswa memiliki power untuk usut tuntas kasus ini.

Pesan saya kepada mahasiswa, agar supaya adakan aksi terkait kasus dugaan korupsi ini, sebab mahasiswa memiliki power untuk usut tuntas kasus-kasus seperti ini. Mahasiswa harus bergerak, jangan biarkan koruptor hidup di daerah Nusa Tenggara Timur yang sangat berbudaya ini, tegasnya.

(Ridho Seran)

 851 Pembaca,  3 Hari ini

Tinggalkan Komentar

Close Ads X