Walikota Surabaya Sulap Aset Tidur Jadi Tambak Bandeng, Sukses Serap 150 MBR di Surabaya Jadi Tenaga Kerja

Pelopor.Net - 26 Maret 2022 - 13:37 WIB
Walikota Surabaya Sulap Aset Tidur Jadi Tambak Bandeng, Sukses Serap 150 MBR di Surabaya Jadi Tenaga Kerja
 (Pelopor.Net)
|
Editor

PELOPOR.net – SURABAYA – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyulap sejumlah aset tidur milik pemkot menjadi lahan produksi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Di antaranya lahan tambak Bekas Tanah Kas Daerah (BTKD) di kawasan Gendong, Kecamatan Pakal. Melalui momentum Hari Padat Karya ini, lahan ini akan menjadi lokasi tambak Ikan Bandeng dan dikelola MBR.

“Lahan ini akan kami manfaatkan untuk kepentingan umat,” kata pria yang akrab dsapa Cak Eri itu di lokasi, Jumat (25/3/2022).

Lahan tambak seluas 5,5 hektare siap menjadi lokasi 50.000 bandeng hingga budidaya udang.

“Artinya apa, kalau lahan ini dibiarkan idle (diam) tidak dimanfaatkan, kan sayang,” katanya.

“Sehingga pemkot sebagai fasilitatornya, mengisi lahan ini dengan bandeng dan udang, kemudian hasilnya diambil oleh MBR. Kemudian ke depannya, mereka tidak lagi menggunakan dana APBD dari pemkot tapi dari hasil kerja dari MBR yang memanfaatkan lahan ini,” tambah Cak Eri.

Selain di lokasi ini, pemanfaatan lahan juga dilakukan untuk taman raya Hutan Pakal dan Wisata Pesisir Romokalisari. Terobosan ini diharapkan meningkatkan taraf hidup masyarakat, mengurangi angka pengangguran, dan kmiskinan di Kota Pahlawan.

“Kalau hanya dimanfaatkan untuk kepentingan pemkot saja, nggak selesai ini (kemiskinan dan pengangguran). Maka dari itu yang kami sepakati ini adalah Padat Karya,” jelas Wali Kota Eri Cahyadi.

Setelah panen bandeng, nantinya Pemkot Surabaya akan bagi hasil dengan warga MBR yang mengelola. Sedangkan sebanyak 20 persen dari hasil panen untuk membeli bibit baru.

“Kami mengajarkan bagaimana warga MBR ini menjadi entrepreneur dan pemkot yang memfasilitasi. Artinya, lahannya tetap milik pemkot tapi permodalannya dan yang lainnya nanti sudah jadi milik masyarakat,” paparnya.

Melalui program ini, sebanyak 150 orang tenaga kerja yang menggarap 5 hektare. Di luar itu, masih ada sisa lahan dari total 200 hektare lahan di Gendong, Kecamatan Pakal. Nantinya, bukan hanya dijadikan sebagai tambak Ikan bandeng dan udang saja, agar bisa lebih banyak lagi menyerap tenaga kerja, Cak Eri juga ingin nantinya disediakan tempat wisata kuliner di kawasan ini.

Sehingga, pengunjung datang ke lokasi bisa menikmati kuliner seafood sembari berwisata memancing. Cak Eri membayangkan, konsep wisata kuliner ini nantinya ada rumah makan plus tempat pemancingan dengan konstruksi bambu seperti yang ada di Romokalisari.

“Di gawe panggon kuliner kan yo isok (menjadi tempat wisata kuliner kan juga bisa). Lampunya dipasang biar terang kalau malam, kemudian di sisi ini ada kolam ikan, kemudian bisa dibakar ditempat setelah mancing, nah iku (nah itu) cocok. Kita harus terus berinovasi,” ucapnya.

Cak Eri mengaku mengubah cara berpikir warga Surabaya. Bukan hanya berharap dengan bantuan dari pemerintah, tetapi bagaimana caranya bisa mengubah nasib dengan usaha.

“Kalau kita tidak usaha dan tidak bisa berinovasi, ya susah. Makanya, kami memberikan fasilitas ini,” tandasnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti mengatakan, lahan tambak BTKD di Kecamatan Pakal itu ada 250 hektare. Dari 250 hektare, yang dimanfaatkan untuk Padat Karya sekitar 200 hektare.

“Sebagai awal, yang dimanfaatkan 5,5 hektare terlebih dahulu. Sedangkan di Tambak Wedi, ada 4 hektare sedangkan yang dimanfaatkan sementara ini 6000 meter persegi,” pungkasya.

(Feli)

 

 324 Pembaca,  3 Hari ini

Tinggalkan Komentar

Close Ads X