Hakim Anggouta Tidur Saat Sidang Perkara Warga Ukraina Bobol 100 Rekening Nasabah Senilai 3.6 M

Pelopor.Net - 7 April 2022 - 01:16 WIB
Hakim Anggouta Tidur Saat Sidang Perkara Warga Ukraina Bobol 100 Rekening Nasabah Senilai 3.6 M
 (Pelopor.Net)
|
Editor

Keterangan Foto: Hakim Yoes Hartyaso.

PELOPOR.net – Surabaya – Sidang lanjutan perkara bobol rekening puluhan nasabah senilai Rp 3,6 milyard yang dilakukan terdakwa Yevhen Kuzora warga Ukraina, diruang kartika pengadilan negeri (PN) surabaya, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi Agus Ulum Ahli Kominfo yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) Darwis dari kejari surabaya. Rabu (6/4/2022).

Saat saksi Ahli Agus Ulum dari Kominfo pemkot surabaya menerangkan, ada salah satu hakim anggouta tampak tidur pulas dikursinya, hakim Yoes Hartyaso.

Didalam keterangan saksi Ahli Agus Ulum mengatakan,  atas peristiwa yang dilakukan terdakwa dalam perkara ini yang dirugikan jelas nasabah pemilik rekening.

”Yang dirugikan jelas nasabah pemilik rekening tersebut, namun sebenarnya yang sangat dirugikan adalah pihak Bank. Karena pihak nasabah tidak merasa menarik tunai uangnya, namun uangnya menjadi berkurang, maka pastilah pihak Bank akan mengganti kerugian nasabahnya, ” jelas Ahli.

Masih menurut Ahli, modus operandi yang dilakukan terdakwa guna jalankan aksinya saat di mesin ATM yakni, terdakwa bisa memasukkan chip yang baru dan harus terhubung serta tentu ada sistem yang dipakai.

Dalam hal ini, Ahli sebagai koordinator dalam layanan publik, perizinan yang ada di pemerintahan kota Surabaya, namun tidak ada SOP secara spesifik untuk diminta JPU guna mengaudit dalam perkara tersebut.

Ahli menilai, pelaku tidak melakukan sendirian dalam memalsukan proses kartu tersebut, membobol kartu ATM tanpa hak, artinya membobol bukan secara fisik merusak segalanya, namun masuk ke data orang lain.

Lebih lanjut, Ahli menyampaikan, mesin ATM masuk sistem elektronik , kartu nya resmi PIN nya sesuai, namun pelaku masuk mengambil uang orang lain. PIN yang didapat tadi selanjutnya, digunakan pengambilan uang dan mentransfer uang.

Sesi selanjutnya, agenda pemeriksaan terdakwa (melalui penterjemah) mengaku, kalau dirinya hanya disuruh seseorang dengan imbalan gaji perbulan.

Terdakwa sudah tidak ingat ATM mana saja yang dibobolnya. Mengenai alat yang terpasang di mesin ATM terdakwa mengatakan, tidak ada alat yang terpasang, datanya telah didapat dari komando seseorang untuk dilaksanakannya.

Aksi terdakwa akhirnya, diketahui Triyogo Widodo pemilik rekening yang mengetahui uang di rekeningnya berkurang.

Sedangkan, perihal pihak bank mengetahui perbuatan terdakwa, menerangkan dari nilai transaksi yang mencolok.

Selain itu, kecurigaan muncul ketika pemilik rekening di Makasar, namun transaksi tercatat di Surabaya.

“ Kartu diduplikasi di Surabaya. Dan juga transaksinya. Sedangkan rekeningnya milik nasabah luar kota, saat melakukan aksinya, dari pantauan CCTV pelaku bisa sampai 20 menit berada di dalam mesin ATM,” katanya.

Terkait kerugian, pihak Bank mengatakan, sekira 3,6 Milyard dari 100 nasabah yang kehilangan uangnya. (Nur)

 753 Pembaca,  3 Hari ini

Tinggalkan Komentar

Close Ads X