Bupati TTU Menghilang di Hadapan Aksi Para PTT, Ada Apa?

Pelopor.Net - 8 April 2022 - 23:28 WIB
Bupati TTU Menghilang di Hadapan Aksi Para PTT, Ada Apa?
 (Pelopor.Net)
|
Editor

PELOPOR.net – TTU – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), dari fraksi Partai Nasdem, Paulinus Efi menyebut proses perekrutan Pegawai Tidak Tetap (PTT) lingkup Pemerintah Kabupaten TTU selama ini mencerminkan sebuah kegagalan yang diciptakan secara sadar oleh Bupati TTU untuk menindas rakyatnya sendiri

Ketika dikonfirmasi media ini Jumat, (8/4/2022) Paulinus mengatakan, proses seleksi PTT yang terjadi di TTU ini memang banyak kejanggalan.

Keputusan ini terkesan mengabaikan beberapa hal. Yang pertama, terkait soal dasar hukum, dasar yang awalnya terikat dengan perbup nomor 71 tahun 2021, kemudian dalam pertengahan ada revisi dasar hukum dalam hal ini perbup nomor 4 tahun 2022. Keputusan yang diambil sudah ada kesalahan baru ada revisi.

Mestinya soal dasar hukum yang dipakai sebelumnya harus dihentikan prosesnya dan cabut dulu perbub nomor 71 tahun 2021 baru kemudian direvisi dan dimulai kembali dengan perbub nomor 4 tahun 2022, ungkapnya.

Dikatakan awalnya pemerintah sampaikan ke publik bahwa seleksi PTT akan dilakukan transparan dan menempatkan orang sesuai dengan basic ilmunya. Nyatanya yang terjadi justru sebaliknya.

Kemudian, lanjut Paul secara prosedur, apa yang dilakukan bupati itu tidak benar, apa pun dasarnya prosedurnya salah! tegasnya.

Paulinus juga mengungkap kejanggalan lain lagi, dimana ditemukan ada calon PTT yang tidak mengikuti seleksi akademik dan wawancara tapi nilainya ada dan ada juga aparat desa yang diterima dan dinyatakan lulus, sedangkan mereka yang sudah bertahun-tahun mengabdikan diri sebagai PTT dinyatakan tidak lulus.

“Saya merasa prihatin dan kasihan dengan nasib para PTT yang tidak lulus, terutama calon guru PTT yang sudah menjadi PTT bertahun-tahun. Mereka sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG), dan Seleksi P3K. Tapi dengan tidak lulus mereka dalam Teko ini otomatis menghambat mereka untuk mengikuti seleksi-seleksi yang dimaksud” ungkap Paul dengan nada kesal

Kemudian, lanjutnya, pesan saya kepada David (Bupati TTU, Red) agar supaya mengambil suatu keputusan besar itu harus mengadakan evaluasi. Misalnya, calon PTT ini harus evaluasi, agar kita tahu layak dan tidaknya seseorang yang mau menjadi PTT, baru setelah itu, sisa kekosongan itu bupati mengisinya dengan seleksi untuk mengisi kekosongan tersebut dengan kewenangannya sebagai bupati.

Terkait dugaan pungli yang dilakukan oleh oknum dari pemerintah untuk para CPTT, Paulinus enggan untuk menjawab, sebab persoalan itu masih dalam tahap dugaan.

Pada kesempatan yang sama, Paulinus mengungkapkan bahwa aksi hari ini yang dilakukan oleh para mahasiswa dan para CPTT, mereka meminta untuk bertemu langsung dengan bupati, tetapi David (Bupati TTU, red) diduga menghilang. Bupati tidak mau bertatap muka dengan mereka yang hari ini melakukan aksi.

Bahkan, lanjut Paul, Bupati lari setelah diminta untuk bertemu, janjinya mau ketemu di kantor bupati, tetapi Bupati David menghilang bagai Fatamorgana di depan aksi para PTT.

David (Bupati TTU, red) jangan main-main, saya akan terus berjuang bersama rakyat sampai keadilan ditegakan di daerah kita tercinta ini, tutup Paul dengan nada kesal.

(Ridho Seran)

 2,226 Pembaca,  3 Hari ini

Tinggalkan Komentar

Close Ads X