3 Mantan Perangkat Desa Klapayan Mangkir saat Dipanggil Penyidik, Mendadak Kompak Sakit ?

Pelopor.Net - 13 April 2022 - 12:37 WIB
3 Mantan Perangkat Desa Klapayan Mangkir saat Dipanggil Penyidik, Mendadak Kompak Sakit ?
 (Pelopor.Net)
|
Editor

Gambar Ilustrasi

* Dugaan Korupsi DD Klapaya 2015-2016, Risang Bima Wijaya, SH: Mangkir Lagi, Polisi Lebih Tahu Prosedurnya *

PELOPOR.net – BANGKALAN – Mantan Sekdes, Bendahara, dan Pelaksana Kegiatan Pembangunan Desa Klapayan tahun 2016, mendadak sakit. Sedianya, pada Rabu (13/4) bekas Sekdes Klapaan 2016, Matruji dan dua perangkat lainnya, akan diperiksa penyidik Polres Bangkalan, terkait dugaan korupsi DD Klapayan, Kecamatan Sepulu Tahun 2015-2016.

Benarkah Mat Ruji dkk sakit? Informasi yang diperoleh Mat Ruji dan bekas perangkat desa lain yang harusnya diperiksa, dalam kondisi sehat. ’’Siapa bilang sakit. mereka sehat-sehat saja. Mat Ruji malah terlihat naik motor di sekitaran Sepulu. Yang lain juga sehat-sehat saja,’’ terang Fahri, warga dusun Klapayan, Desa Klapayan, Kecamatan Sepulu, Bangkalan.

Bahkan, tambah Fahri, banyak warga Desa Klapayan berani bersaksi kalau pada hari Rabu tanggal 13 April 2022, Mat Ruji dkk dalam keadaan sehat.

Kalau terkait pemanggilan polisi, tambah Fahri, memang ada yang menyuruh agar Mat Ruji dkk tidak menghiraukan panggilan polisi dan disuruh jangan pernah datang memenuhi panggilan polisi.

Informasi yang diperoleh, karena Mat Ruji adalah kunci kasus dugaan Korupsi DD Klapayan 2016. ‘’Kabarnya, Mat Ruji ini tidak tahu kalau dia pernah dijadikan Sekdes Klapayan tahun 2016. Infonya begitu. Tapi, saya belum konfirmasi, karena kenyataannya di APBDes Klapayan 2016, terdapat nama Mat ruji sebagai sekdes dan ada tanda tangan Mat Ruji,’’ urai Fahri.

Dikonfirmasi terpisah, Risang Bima Wijaya, SH, kuasa hukum pelapor dugaan korupsi DD Klapayan 2016, membenarkan kalau hari Rabu (13/4) dua mantan perangkat Desa Klapayan tahun 2016, harusnya diperiksa penyidik.

Risang juga membenarkan kalau salah satunya bernama Mat Ruji, mantan Sekdes Klapayan 2016. ‘’Kami sudah mengonfrmasi ke penyidik Polres Bangkalan, dua-duanya tidak datang, dan dua-duanya beralasan sakit. Jadi, katanya sakitnya kompak bersamaan,’’ kata Risang.

Tapi, sambungnya, alasan mangkir panggilan itu, hanya via pesan whatsap ke penyidik. ’’Tidak ada surat keterangan lain-lain, semisal surat keterangan sakit dari dokter. hanya via WA. Nggak apa-apa, kami meminta agar dilakukan pemanggilan kedua kepada at Ruji dkk,’’ ujar Risang. Kalau tidak hadir lagi? ’’Mangkir lagi? Polisi lebih tahu prosedurnya,’’ tukasnya.

Seperti diketahui, pada 4 April 2022, Fahri, warga Desa Klapayan didampingi kuasa hukumnya Risang Bima Wijaya, SH melaporkan dugaan korupsi Dana Desa Klapayan tahun 2016 ke Polres Bangkalan.

Dalam laporan tersebut disampaikan jika DD Klapayan yang diterima pada tahun 2016 adalah sebesar Rp. 1.112.681.800,00 (satu miliar seratus dua belas juta enam raus delapan puluh satu ribu delapan ratus rupiah), pelaksanaannya diduga fiktif alias nol persen.
Yaitu, berupa enam proyek jalan aspal, satu proyek jalan telford, dan satu proyek pengadaan barang. Besar anggaran yang dipastikan tidak direalisasikan diduga fiktif tersebut adalah sebesar Rp. 695.180.700,- (enam ratus sembilan puluh lima juta seratus delapan puluh ribu tujuh ratus rupiah). (Fadlan)

 387 Pembaca,  3 Hari ini

Tinggalkan Komentar

Close Ads X