Minim Anggaran Korban Gigitan Buaya “Penanganannya Kasih Air Garam Dan Revanol Saja

Pelopor.Net - 17 April 2022 - 19:31 WIB
Minim Anggaran Korban Gigitan Buaya “Penanganannya Kasih Air Garam Dan Revanol Saja
 (Pelopor.Net)
|
Editor

PELOPOR.net – Banyuasin – Menindaklajuti lepasnya nya puluhan ekor buaya dari penangkaran buaya yang berada di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Talang Kelapa, pihak Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan (Sumsel) angkat bicara.

Saat di konfirmasi Yusmono selaku Kepala Seksi (Kasi) Konservasi wilayah Satu, Sumsel mengatakan, terkait penanganan lepasnya puluhan ekor buaya dari penangkaran yang berada di wilayah Desa Tanjung Sari, pihak BKSDA tetap berusaha dan bekerja, kami juga telah menyiapkan Posko/titik kumpul yang dijadikan juga sebagai pos pantau untuk tim menerima laporan dari masyarakat, yang berada di wilayah Desa Tanjung Sari, untuk penanganan lepasnya puluhan ekor buaya tersebut.

“Kami telah menyiapkan pos pantau untuk dijadikan titik kumpul bagi tim yang kami libatkan dalam penanganan lepasnya puluhan ekor buaya yang terlepas dari penangkaran, karena disebabkan oleh musibah banjir besar yang terjadi beberapa hari lalu, di wilayah Desa Tanjung Sari, Kecamatan Talang Kelapa,” ucap Yusmono.

Disini kami juga melibatkan Tim Pecinta Reptil dalam pencarian dan evakuasi buaya yang terlepas dari penangkaran dan kami juga melibatkan pihak dari Polisi Kehutanan (Polhut), Yusmono mengatakan bahwa pihaknya juga sempat menerima laporan terkait penemuan buaya dari masyarakat yang berada di wilayah Tanjung Sari.

“Tadi kami sempat menerima laporan dari masyarakat bahwa ada kemunculan buaya didaerah Tanjung Sari, sebelumnya kami berhasil menangkap dua ekor buaya, meski satunya berhasil ditangkap oleh masyarakat yang berada di wilayah Talang Buluh, Kecamatan Talang Kelapa,

Luasnya daerah sebaran untuk buaya yang terlepas dan sudah berlangsung beberapa hari yang lalu, membuat pihaknya agak kesulitan, dari kejadian ini sendiri telah menimbulkan korban, saat disinggung masalah penanganan terhadap korban yang mengalami gigitan buaya saat melakukan penangkapan, Yusmono mengatakan, BKSDA minim anggaran untuk pemberian bantuan bagi korban yang terluka, solusi biasanya untuk bantuan korban gigitan buaya diambil dari patungan teman-teman atau bantuan dari pihak lain seperti perusahaan.

“Untuk bantuan korban gigitan buaya BKSDA minim anggaran, biasanya kalau ada korban untuk penanganannya kita lakukan secara patungan besama teman-teman atau bantuan dari pihak lain seperti perusahaan, tegas Yusmono.

Sementara itu Hendri (40) dan Yanto (37) salah satu korban gigitan buaya mengatakan kemarin rumah saya didatangi Tim dari BKSDA, untuk melihat keadaan saya, akan tetapi sangat di sayangkan, santunan untuk saya dan abang ipar saya sebagai korban gigitan buaya, menurut Hendri tidak manusiawi sama sekali, Minggu (17/04/2022).

“Saya dan abang ipar hanya di kasih uang Rp 100 ribu/orang itupun mereka patungan dan mereka menyarankan luka gigitan buaya ini di kasih air garam dan obat repanol saja, mereka tidak membawa kami ke rumah sakit,” tegas Hendri salah satu korban.

(M.Tahan)

 321 Pembaca,  3 Hari ini

Tinggalkan Komentar

Close Ads X