Ahli Waris Ajukan Saksi Ahli Mentahkan Pengguga

Pelopor.Net - 13 April 2022 - 10:17 WIB
Ahli Waris Ajukan Saksi Ahli Mentahkan Pengguga
 (Pelopor.Net)
|
Editor

PELOPOR.net – Surabaya – Sidang perkara gugatan perbuatan melawan hukum (PMH), Janny Wijono selaku penggugat melawan Djie Widya Mira Chandra sebagai tergugat, kembali digelar diruang sari 2 pengadilan negeri (PN) surabaya, dengan agenda sidang, mendengarkan keterangan saksi dr Agnes Martaulina Haloho dari Ahli penyakit kejiwaan yang dihadirkan penasehat tergugat Andry Ermawan.

Dr. Agnes Martaulina Haloho menyampaikan dipersidangan sebagai saksi Ahli dari penyakit kejiwaan bahwa penyakit Demensia itu adalah penyakit syndrom yang disebabkan dari gangguan fungsi di otak.Yang menyebabkan stroke, sedangkan parkinson dan alzheimer bisa mempengaruhi memory kemampuan berfikir dan kemampuan sosial, yang cukup parah dan mengganggu kehidupan sehari-hari.

“Meskipun Demensia umumnya ditandai dengan hilangnya ingatan seperti jalan menjadi kebingungan karena daya memorynya terganggu.dan kalau dilihat penderita sepintas lalu seperti tidak nampak penyakit itu,”ungkap Ahli.

Masih menurut keterangan Ahli, apabila seorang mempunyai penyakit Demensia, orang tersebut tetap melakukan aktivitas seperti biasa, tetapi apa yang dilakukan,orang tersebut tidak memahami apa yang dilakukan. karena penyakit itu yang diserang otak.

Sehingga sulit untuk disembuhkan, sedangkan obat gunanya hanya untuk menghambat penyakit, tapi nantinya akan lebih parah.

“Karena penyakit Demensia yang diserang otak dan semakin lama semakin memburuk hasilnya,” beber Ahli.

Terkait surat perjanjian yang ditanda tangani oleh seorang yang mempunyai penyakit Demensia itu, Ahli mengatakan bisa saja orang tersebut melakukan.

 

“Tapi tetap saja orang tersebut tidak memahami apa yang sudah dilakukan,sehingga sangat sulit untuk mempertanggung jawabkan yang telah dilakukan,” ungkapnya.

Masih keterangan Ahli terkait seseorang yang mengalami penyakit Demensia untuk bepergian ke luar negeri bisa saja asalkan ada yang mendampingi, dan penyakit Demensia yang telah diagnosa mulai tahun 2004 sampai tahun 2015 penyakitnya tambah parah,

Salah satu contoh dari Ahli untuk orang yang mempunyai penyakit Demensia misalnya, orang tersebut sudah melakukan makan, lalu ditanya jawabannya belum makan,karena daya tangkapnya terganggu,

Setelah sidang selesai di gelar Masbuhin selaku penasehat hukum penggugat mengatakan, semua keterangan dari Ahli didalam persidangan, semuanya sangat menguntungkan klien saya, karena tentang keabsahan dan kemampuan untuk seseorang yang punya penyakit Demensia bisa melakukan tanda tangan, bisa bepergian ke luar negeri dan bisa pergi ke Bank untuk mengambil uang. Sehingga persoalan ini semua sudah clear dijelaskan oleh Ahli Penyakit Kejiwaan yang dihadirkan dari tergugat.

Masbuhin juga menjelaskan pada awak media terkait apa yang dilakukan Tjahya Limanto seseorang yang punya penyakit Demensia itu, melakukan transaksi jual beli tanah kepada Janny selaku penggugat itu sudah sah dan tidak bisa dikatakan jual beli tersebut tanda tangannya dipalsukan, dan untuk keabsahan jual belinya harus diuji bukan dikatakan perkara ini pidana.

Gugatan ini adalah Pre Judicial Geschill bukan menguji sahnya jual beli karena keabsahan jual beli sudah diuji, hanya masih proses di mahkamah agung (MA).

Masbuhin juga menjelaskan terkait seseorang yang mempunyai penyakit Demensia itu soal memorynya terganggu atau tidaknya itu diluar konteks hukum pidana dan hukum perdata dan nanti ada yang menilainya.

Secara terpisah Andry Ermawan selaku penasehat hukum tergugat menyampaikan pada awak media terkait keterangan saksi dr Agnes Ahli  penyakit kejiwaan itu semua sudah fair dan terang benderang.untuk mengungkap kebenaran yang sebenarnya,

Andry juga menjelaskan bahwa keterangan Ahli dipersidangan mengatakan seseorang punya penyakit Demensia tambah tahun, tambah parah, bahkan Cahya Limanto sejak tahun 2004 sampai tahun 2014 masih opname di singapura, dan bulan 7 tahun 2015 dapat tanda tangan kuasa,

Artinya, seseorang yang mengidap penyakit Demensia bisa diarahkan untuk tandatangan namun terkait isi perjanjian tidak tahu bahkan orang tersebut tidak cakap hukum sehingga sebenarnya perjanjian itu batal demi hukum.

Andry juga menjelaskan terkait status Janny Wijono dengan Cahya Limanto (melalui adanya penetapan dari Pengadilan Negeri Surabaya) sudah menjadi suami istri yang syah, maka transaksi jual-beli dengan istri tidak diperbolehkan dalam perkara ini, ada kejanggalan.sebagaimana mengacu dalam pasal 1467 KUHP perdata sudah sangat jelas, tidak boleh jual beli.

Terkait, harta waris yang seharusnya jatuh ketangan ahli waris.malah beralih ke Janny Wijono (istri sah) berdasarkan jual beli.padahal pada saat itu kondisi Cahya Limanto baru pulang Opname dari Singapura.dan tidak bisa melakukan jual beli ini semua bisa dikatakan melakukan perbuatan melawan hukum (PMH), diduga ada kejanggalan pemalsuan tanda tangan Cahya Limanto, sebagaimana yang diatur dalam pasal 266 dan 263 KUHPidana.

(Nur)

 405 Pembaca,  6 Hari ini

Tinggalkan Komentar

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Close Ads X