Ancam Segel Puskesmas Jrengoan, Ratusan Warga di Sampang Protes Pelayanan Tak Maksimal

Pelopor.Net - 12 Juli 2021 - 05:19 WIB
Ancam Segel Puskesmas Jrengoan, Ratusan Warga di Sampang Protes Pelayanan Tak Maksimal
Ratusan warga 10 Desa di Kecamatan Omben mendatangi Puskesmas Jrengoan ()
|
Editor

SAMPANG, PELOPOR.NET – Ratusan warga 10 Desa yang ada di Kecamatan Omben Sampang Madura Jawa Timur mendatangi Puskesmas Jrengoan senin 12/7

Kedatangan warga tersebut selain mempersoalkan pelayanan kesehatan yang tidak maksimal juga meminta kepastian kesanggupan untuk bisa memberikan pelayanan bagi warga yang membutuhkan layanan kesehatan

Selain membawa sound system ratusan warga itu membawa poster dengan nada kecaman seperti “Banyak orang meninggal dunia akibat Puskesmas Jrengoan tidak konsisten buka dan tutupnya”, “Jangan makan Gaji Buta”, “Petugas tidak punya hati”

Tidak lama menyampaikan orasi Kepala Puskesmas Jrangoan Misnari menemui warga dengan pengawalan dari Babinkabtibmas serta Babinsa setempat

Ustadz Amrozan dari Desa Jrengoan mengungkapkan selama ini terutama pada masa Pandemi warga masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan tidak mendapat perhatian dari Faskes yang ada
“Kalau Puskesdes dilarang untuk menginfus warga yang sakit sementara Puskesmas Jrengoan petugasnya jarang di tempat, mau minta layanan ke siapa,” ujarnya sambil berteriak

Ia sambil memberikan contoh kemaren minggu 11/7 ada warga Desa Jrengoan jenis kelamin Perempuan meninggal dunia karena tidak mendapatkan layanan kesehatan darurat

Teriakan Ustadz Amrozan disambut antusias oleh Imrom warga Desa Napo Daya yang ikut aksi
“Apakah harus menunggu semakin banyak yang meninggal dunia baru Kepala Puskesmas ini sadar, kalau tidak mampu mundur saja pak,” ujarnya emosi

Qorib Akhmad Muzammil dari Desa Kebunsareh memaparkan bentuk layanan yang dinilai tidak maksimal oleh warga karena selama ini Petugas di Puskesmas jam 11.00 wib sudah tidak ada, padahal Faskes tersebut kan melayani masyarakat terlebih di masa Pandemi
“Kondisi ini sudah lama sehingga membuat warga masyarakat geram dan sekarang puncaknya dan jika masih belum ada kepastian akan kami segel, buat apa ada Puskesmas tapi tidak berfungsi,” kata Qorib Akhmad Muzammil

Ikut menyumbang orasi serta ungkapan Mahmudi warga Desa Jrengoan

Menurutnya warga masyarakat akan patuh mengikuti prosedur maupun SOP yang ada di Faskes
“Tetapi yang terjadi di Puskesmas Jrengoan seakan telah mendolimi masyarakat,” ujarnya

Dijelaskan selama ini warga masyarakat sudah cukup bersabar dan memahami kondisi Faskes yang ada

Namun seperti ada pembiaran disaat warga masyarakat membutuhkan layanan kesehatan, disisi yang lain petugas kurang serius memperhatikan kebutuhan urgen dari masyarakat itu sendiri

Menanggapi protes warga Misnari menjelaskan panjang lebar prosedur hingga masih belum difungsikannya rawat inap

Menurut Misnari pihaknya sudah lama mengajukan fasilitas rawat inap namun ijin itu belum keluar

Terkait jadwal kerja yang disoal, Ia berdalih karena masa Pandemi memuncak ada pengurangan jam kerja

Tidak terima dengan penjelasan Misnari, warga tidak puas dan menuntut agar tetap siap memberikan pelayanan selama ada yang sakit dan membutuhkan layanan

Akhirnya Misnari berjanji akan merapatkan dengan staf, Kades, Tokoh masyarakat dan berkoordinasi dengan Pimpinan serta memastikan mulai besok selasa 13/7 akan memberikan layanan 24 jam

Setelah ada kepastian dari Misnari, Babinkamtibmas meminta agar warga masyarakat membubarkan diri

Karena sudah ada kejelasan, warga masyarakat mengurungkan niatnya untuk menyegel Puskesmas Jrangoan dan bubar dengan tertib. (det/hsn)

 75 Pembaca,  1 Hari ini

Tinggalkan Komentar

Close Ads X