Begini Cara Pemkab Lamongan Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Melalui Program Home Care Service

  • Bagikan

Lamongan, Pelopor.net – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi didampingi Wakil Bupati Abdul Rouf beserta stake holder terkait mencanangkan Program Home Care Service di laksanakan Desa Jatidrojog, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan.

Kegiatan tersebut melalui Dinas Kesehatan guna meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.” melalui program ini akan di data dan diinventarisir keluarga rawan atau keluarga rentan, mempunyai resiko tinggi terhadap timbulnya masalah kesehatan.

” Jadi program Home Care Service ini merupakan pelayanan kesehatan yang berkesinambungan dan komprehensif yang diberikan kepada individu, keluarga, ditempat tinggal mereka yang bertujuan untuk meningkatkan, mempertahankan, memulihkan kesehatan, kemandirian dan meminimalkan kecacatan akibat penyakit,” Kata Yuhronur .

Selanjutnya, Kata Yuhronur program ini tetap perlu dikembangkan dan disempurnakan lagi. Sarana dan prasarana serta tenaga kesehatan yang kompeten juga harus disiapkan oleh karena itu Pemkab Lamongan menggandeng Fakultas Vokasi Unair Prodi Keperawatan sebagai tenaga kesehatan yang nantinya mendukung program Home Care Service ini.

“Kita membutuhkan tenaga kesehatan yang kompeten, bukan hanya membantu orang sakit menjadi sembuh tapi membuat orang yang sehat tidak menjadi sakit. Jadi saat ini kita bekerjasama dengan Unair melalui Fakultas Vokasi Prodi Keperawatan yang kampusnya juga ada di Lamongan sebagai tenaga kesehatan pada Home Care Service ini,” terang Yuhronur.

Kepala Dinas Kesehatan dr Taufik Hidayat menyampaikan, bahwa hasil survei jumlah keluarga rawan yang ada di Kabupaten Lamongan sejumlah 191.899 Kepala Keluarga (KK) dan sebagian besar sudah dilakukan intervensi di bidang kesehatan. Sedangkan untuk keluarga yang terdapat permasalahan sosial ekonomi inilah yang akan diintervensi secara paripurna bersama instansi terkait sesuai kebutuhan keluarga melalui Home Care Service ini.

“Dari jumlah keluarga rawan tersebut, terdapat keluarga rawan dengan permasalahan sosial ekonomi sebesar 469 KK dengan rata-rata setiap puskesmas terdapat jumlah keluarga 15 KK,” pungkasnya. (rid)

 12 Pembaca,  3 Hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *