Bersih Desa Sukoharjo Kemana Wilangan

  • Bagikan
Bersih Desa Sukoharjo Kecamatan Wilangan Adakan Nyadran
Bersih Desa Sukoharjo Kecamatan Wilangan Adakan Nyadran

Nganjuk, Pelopor.net – Adat jawa memang tak bisa kita lupakan dengan seni budaya maupun afa istiadat masih berlaku di pulau jawa khususnya di kabupaten nganjuk.

Bersih desa sukoharjo kecamatan wilangan rutin dilakukan kepala desa sukoharjo’ wilangan. Memang tidak bisa di pisahkan dari adat istiadat orang jawa.

Bersih desa / nyadran telah di lakukan setiap tahun, manfaat/ sugesti bagi adat jawa, dilakukan bersamaan panen raya/ tasyakuran, silaturohmi, atas melimpahnya hasil tani desa sukoharjo kecamatan wilangan, nganjuk, Jumat (25/6/21).

“Desa sukoharjo kecamatan wilangan lakukan bersih desa/ nyadran yang bertempat di balai desa, yang diisi dengan karawitan paguyupan “Abdi sukolaras’ ibu ibu pkk desa sukoharjo, yang dilakukan desa sukoharjo satu(1) tahun sekali,” ucap syukur atas melimpahnya panen hasil pertanian.

Nyadran juga untuk menguji ngururi budaya adat jawa, yang tak bisa di gantikan dengan musik modern dari manca negara.

Bersih desa/ nyadran desa sukoharjo kecamatan wilangan juga di isi dengan pengajian, kataman al’Qur’an di punden’ yang di anggap punden sebagai yang membuka/ babat desa tersebut. Punden yang di percaya masyarakat tempat yg sakral tak boleh di hilangkan, karena yang di anggap pepundenya desa.

Kepala desa sukoharjo HARSONO”/GATAK menyampaikan dengan adanya bersih desa/ nyadran di lakukan satu(1) tahun sekali karena menguri nguri budaya, adat sejak jaman nenek moyang, yang tak boleh kita lupakan, dan juga ucap syukur hasil panen juga menyambung silaturahmi dengan warga.

Karena warga masyarakat sukoharjo mayoritas petani lanjut HARSONO/GATAK”

Bersih desa/ nyadran yang biasa di isi dengan kangen bekso tayub, akibat dengan adanya covid 19) acara tersebut di adakan pengajian/ katam al Qur’an di punden, dan karawitan Abdi suko laras’ oleh ibu ibu pkk.

“Harapannya kepala desa sukoharjo adat pewaris dari nenek moyang kita tidak boleh di lupakan/ di hilangkan, maka dari itu saya berpesan kepada generasi penerus supaya menguri nguri adat/ budaya yang perlu di lestarikan, pungkasnya. (nm)

 1 Pembaca,  1 Hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *