BPBD dan DPRD Jawa Tengah Identifikasi Kerawanan Bencana di Kota Pekalongan

Pelopor.Net - 14 Maret 2022 - 23:39 WIB
BPBD dan DPRD Jawa Tengah Identifikasi Kerawanan Bencana di Kota Pekalongan
 (Pelopor.Net)
|
Editor

PELOPOR.net – Kota Pekalongan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah menggelar Identifikasi dan Sosialisasi Daerah Rawan Bencana di Aula Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Selasa (12/3/2022). Kegiatan ini untuk mendiskusikan daerah rawan bencana sekaligus membekali masyarakat pengetahuan penanggulangan bencana.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Provinsi Jawa Tengah, Ginaryo menjelaskan bahwa pihaknya bersama anggota DPRD melakukan identifikasi dan sosialisasi daerah rawan bencana. “Ini kaitannya bagaimana masyarakat bisa ketemu dengan narasumber berdialog mengenai kendala dan usulan perbaikan yang berpotensi atau menjadi bancaman bencana. Kegiatan ini sekaligus memberikan penyadaran ke masyarakat bahwa bencana bisa terjadi kapan dan dimana saja,” jelas Ginaryo.

Ginaryo menyebutkan di Jawa Tengah ada 12 kabupaten/kota dengan potensi bencana tinggi dan 24 dengan potensi bencana sedang. Tak ada yang potensinya rendah.

“Urusan penanganan bencana ini harus melibatkan unsur pemerintah, masyarakat, dan sebagainya. Begitu pula dengan para pelaku usaha yang turut bergabung dalam kelompok yang menjadi CSR untuk membentuk kelompok darurat bencana,” kata Ginaryo.

Menurut Ginaryo di Jawa Tengah ini di banyak sekali relawan yang terbentuk dari masyarakat murni, lembaga, dan komunitas. “Harapannya ini menjadi modal untuk menggali potensi bencana dan memunculkan kampung tangguh bencana,” terang Ginaryo.

Ginaryo menyebutkan bahwa tahun 2022 ini ada 60 titik di kabupaten/kota yang menjadi sasaran identifikasi dan sosialisasi kebencanaan. Tahun ini sudah dilakukan setengahnya yakni 32 titik. “Hari ini identifikasi dilakukan di 8; titik yakni di Kota Pekalongan, Brebes, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Pemalang, dan sebagainya,” beber Ginaryo.

Ginaryo berpesan agar masyarakat tak terlena, pasalnya bencana dekat dengan kita dan bisa datang sewaktu-waktu. “Setiap tanggal 26 April diperingati sebagai Hari Kesiapsiagaan Bencana, masyarakat harapannya dapat melakukan simulasi dan berlatih evakuasi bencana,” pungkas Ginaryo.

Kominfo/Tim

 648 Pembaca,  3 Hari ini

Tinggalkan Komentar

Close Ads X