Bupati Ikfina Serahkan BLT DBHCHT Kepada Keluarga Balita Stunting

Pelopor.Net - 14 Desember 2022 - 18:10 WIB
Bupati Ikfina Serahkan BLT DBHCHT Kepada Keluarga Balita Stunting
 (Pelopor.Net)
|
Editor redaksi

PELOPOR.net – Mojokerto – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Pada kesempatan itu, Bupati Ikfina menyerahkan secara simbolis kepada 73 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang memiliki balita stunting dengan bantuan senilai 2,1juta.

Pada pelaksanaan penyalur BLT DBHCHT kali ini, Pemkab Mojokerto melalui Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto, menyalurkan bantuan tersebut kepada 74 keluarga dengan memiliki bayi stunting dari 4 Kecamatan, yakni 27 KPM Kecamatan Gedeg, 13 KPM Kecematan Jetis, 7 KPM Kecamatan Dawarblandong, dan 26 KPM Kecamatan Kemlagi.

Terkait penyaluran bantuan BLT DBHCHT, Bupati Ikfina menjelaskan, bahwa bantuan tersebut salah satunya dikhususkan kepada orang tua balita untuk meningkatkan berat berat badan dan panjang badan dari balita itu sendiri.

“Minta tolong uang bantuan yang anda terima itu dibelikan makanan untuk gizinya putra-putri anda semua dan apa yang dibutuhkan seperti telur, ayam, daging, ikan, dan juga dibelikan susu, roti-roti yang mengandung susu. Saya minta tolong dipakai untuk itu,” ucap Ikfina di Kantor Kecamatan Gedeg pada (14/12/22) siang.

Bupati Ikfina juga mengatakan, Negara Indonesia juga sangat memperhatikan kepada anak-anak dengan berat badan dan panjang badannya yang kurang,  karena itu menjadi salah satu indikator bahwa anak tersebut cukup gizi atau tidak.
Lanjut Ikfina, karena pemerintah harus memastikan bahwa anak-anak harus mendapatkan gizi yang cukup agar pembentukan kecerdasan pada otak tersebut tidak terganggu yang disebabkan oleh kekurangan gizi pada anak.

“Jadi kalau di dalam kandungan sampai lahir usia 6 tahun itu anaknya kurang gizinya, maka proses pembentukan sel-sel otaknya juga terganggu karena pembentukan sel-sel saraf otak untuk kecerdasan anak itu butuh gizi,” jelasnya.

Bupati Ikfina juga meminta, agar para orang tua dapat memaksimalkan untuk pemenuhan gizinya sampai 6 tahun, karena proses pembentukan otak anak untuk kecerdasan itu terjadi pada usia 6 tahun ke bawah.

“Ini adalah untuk masa depan Bangsa Indonesia, Maka saya minta tolong sampai usia 6 tahun kesempatan anda semua untuk membuat anak-anak ini cerdas, caranya dengan gizinya harus cukup. Selama berat badan dan panjang badan belum sesuai dengan grafik yang ada di KIA, berarti gizinya belum cukup. Maka perhatikan makan makanan pokok 3 kali, 2 kali snack atau selingan jajan dan jumlahnya juga harus cukup,” ujarnya.

Orang nomor satu dilingkup Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga berpesan kepada seluruh orang tua agar anak-anak yang berada dipelukan orang tuanya harus pintar dan cerdas, maka Ia meminta para orang tua harus bisa memastikan kecukupan gizi anak tersebut.
“Bagaimanapun anak-anak ini adalah titipan Allah SWT pada kita semuanya, kepada saya dan pada kalian semuanya. Monggo titipan ini dirawat yang bagus dan baik,” pungkasnya. (Hardi)

 522 Pembaca,  3 Hari ini

Tinggalkan Komentar

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Close Ads X