Cuaca Tak Menentu, Petani Tembakau Wilayah Modo Lamongan Gagal Panen

Pelopor.Net - 15 Agustus 2021 - 12:41 WIB
Cuaca Tak Menentu, Petani Tembakau Wilayah Modo Lamongan Gagal Panen
 ()
|
Editor

Lamongan, Pelopor.net – Ratusan hektar tanaman tembakau di Wilayah Modo, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mengalami layu dan mati. Rusaknya tanaman tembakau ini lebih disebabkan karena cuaca yang tak menentu.

Kawasan tembakau diguyur hujan cukup lebat sehingga tanaman tembakau terendam banjir. Tingginya debit air yang menggenangi lahan tembakau menyebabkan akarnya membusuk sehingga daun tembakau layu dan berikutnya mati.

Petani tembakau yang baru berusia 75 hari ini, daunnya mengalami layu dan mati sehingga tak bisa panen.

” Seluruh daun yang baru saja mekar ini, kini mulai layu dan mengering sehingga tanaman tembakau mati. Padahal sebentar lagi panen, karena akarnya terlalu lama terendam air hujan, maka cepat membusuk dan tak bisa dipanen,” keluh Ketua Poktan Pulorejo, Desa Sumberagung, Geget kepada pewarta, Sabtu (15/8/2021).

Geget menambahkan, Ada beberapa desa yang gagal panen akibat tanaman tembakau layu. Kondisi ini membuat petani harus menanggung beban kerugian hingga jutaan rupiah setiap hektarnya. Petani warga Desa Sumberagung, Medalem, Kedungpengaron dan Jegrek.

Petani berharap pemerintah bisa memberikan bantuan meringankan mereka yang saat ini mengalami kegagalan panen akibat cuaca dan beratnya dampak pandemi covid-19.

” Berharap pemerintah bisa memperhatikan nasib petani tembakau saat ini. Karena beban semakin berat manakala di tengah pandemi covid-19 kerap terjadi kesulitan panen yang diakibatkan oleh hama maupun cuaca,” pungkasnya. (rid)

 1,557 Pembaca,  3 Hari ini

Tinggalkan Komentar

Close Ads X