Dampak Gempa Bumi Terhadap Masyarakat

Pelopor.Net - 25 November 2022 - 23:54 WIB
Dampak Gempa Bumi Terhadap Masyarakat
 (Pelopor.Net)
|
Editor redaksi

Keterangan Foto : Oleh Yayuk Siahaan
Institut Agama Kristen Tarutung
Prodi Manajemen pendidikan Kristen.

PELOPOR.net-Taput-Gempa bumi terjadi pada hari Sabtu, (01/10/22), Pada pukul 02:41Wib. Berdasarkan informasi dari badan meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Lokasi pusat gempa bumi terletak di darat (Wilayah kabupaten Tapanuli Utara) Pada koordinat 98,89 BT dan 2, 13 LU, berjarak sekitar 15 km barat laut kecamatan Tarutung (ibu kota Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara), dengan magnitudo M6.0 pada kedalaman 10km.

Kejadian gempa bumi ini diikuti oleh beberapa gempa susulan. Berdasarkan data BMKG tercatat terlah terjadi gempa susulan yang dirasakan lebih dari 100 kali hingga pagi hari di sekitar lokasi pusat gempa yang masing masing dengan magnitudo M5, 1 M5,0 dan M3,9 selain itu, masyarakat Tarutung dan sekitarnya dibuat panik dan resah oleh padamnya listrik secara tiba tiba pada dini hari sampai malam hari pukul 10.00 wib yang membuat aktifitas masyarakat sempat terganggu dan tidak berjalan dengan baik.
Gempa bumi tektonik dangkal dengan kedalaman 2km terjadi lagi pada hari Kamis pukul 15:30 Wib dan dirasakan oleh masyarakat sekitar Tarutung. Kepala balai besar meteorologi klimatologi Geofisika (BBMKG) Wilayah Medan, Hendro Nugroho, Mengatakan, dari hasil analisis menunjukkan bahwa gempa bumi magnitudo M5,5 itu episenternya terletak pada koordinat 2.09 LU dan 98.92 BT, Atau tepatnya berlokasi didarat pada jarak9km barat laut Tapanuli Utara. Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi disebabkan oleh aktivitas sesar Sumatera pada segmen Renun. Dampak gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan dirasakan ditarutung. Getaran begitu dirasakan nyata dalam rumah.
Morfologi daerah sekitar gempa bumi merupakan perbukitan bergelombang hingga perbukitan terjal dan lembah. Wilayah ini secara umum tersusun oleh batuan berumur pra tersier berupa batuan metamorf dan meta sedimen, batuan berumur tersier berupa batuan rombakan gunung api dan batuan sedimen, serta endapan kuarter berupa batuan berumur pra tersier dan tersier yang telah mengalami pelapukan bersifat lunak, lepas, belum kompak (uncomlnsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi.

Laporan informasi dari media online (https://www.tapanulipost.com) kejadian gempa bumi ini mengakibatkan bencana seperti meluluh lantakkan 1 .941 unit rumah penduduk. Kerusakan terparah di rumah penduduk terjadi di dusun gultom, desa Nahornop, kecamatan Pahae jae. Rusaknya rumah penduduk rata rata terjadi pada bagian dinding rumah yang terbuat dari beton maupun kayu. Selain menghancurkan rumah penduduk, 11 gedung sekolah juga ikut hancur dan sebagian nyaris dengan tanah. Kerusakan yang terparah juga terjadi di SMAN 1 Pahae Jae. Dua unit bangunan sekolah hancur dan rata dengan tanah. Gedung SD negeri 173234 Sarulla dan SD 177037 Awk bulu juga mengalami kerusakan yang lumayan parah.

Data sementara yang saya dapat terdapat 1 korban meninggal, 10 korban luka, 1 orang mengalami syok akibat peristiwa ini. Korban yang meninggal ialah Leo Sihombing (62) warga jalan Kornel Simanjuntak, Tarutung. Ia meninggal dunia diduga karena sakit jantung saat Gempa Bumi. Sementara, korban Candra AP (24) warga desa sidagal siatas barita, alami luka robek, ILT (12) seorang pelajar alami luka ringan. Elisabet br Lumban Toruan (18) seorang mahasiswa alami patah kaki, dan Febrian manalu (21) warga jalan HKi Tarutung mengalami luka robek.
Romauli Nababan (24) warga Tapian nauli Simorangkir mengalami syok, panti Hutabarat (52) luka berat dikepala, JM (6) warga Tarutung alami luka robek, dan SS (14) warga Situmeang habinsaran alami luka robek.

(Val-21/Pel)

 760 Pembaca,  3 Hari ini

Tinggalkan Komentar

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Close Ads X