Dana DD Di Desa Klapayan 2016 Dilaporkan Ke Polisi

Pelopor.Net - 5 April 2022 - 10:25 WIB
Dana DD Di Desa Klapayan 2016 Dilaporkan Ke Polisi
 (Pelopor.Net)
|
Editor

PELOPOR.net – Bangkalan – Pada awal Maret 2022 lalu, terdapat laporan penyelewengan Dana Desa Klapayan, Kecamatan Sepulu tahun anggaran 2019 hingga 2021. Namun, beberapa warga Desa Klapayan menyatakan bahwa laporan yang yang berupa laporan informasi tersebut adalah tidak benar, dan juga melalukan laporan disertai data ke Polres Bangkalan pada tanggal 4 April 2022, tentang dugaan korupsi DD Klapayan tahun anggaran 2016.

’’Yang fiktif itu, bahkan pekerjaannya diduga nol persen, adalah pekerjaan anggaran Dana Desa Tahun 2015 dan tahun 2016. Namun, kami hanya melaporkan dugaan korupsi DD tahun 2016, karena datanya berhasil kami temukan dan masih bisa ditemukan juga di Kantor Kecamatan Sepulu,’’ kata Fahri, yang melaporkan kasus tersebut (Senin, 4/4).

Sedangkan untuk dugaan korupsi DD Klapayan tahun 2015, sambungnya, masih belum dilaporkan, karena dokumen-dokumen terkait, seperti APBDes, SPJ, RAB, dan dokumen dana desa tahun 2015, hilang atau sengaja dihilangkan. ‘’Dokumen DD 2015, masih kami cari,’’ tegas Fahri, didampingi kuasa hukumnya, Risang Bima Wijaya, SH.

Terpisah, Risang membenarkan bahwa laporan warga terkait dugaan penyelewengan Dana Desa Klapayan tahun 2016 sudah masuk ke Polres Bangkalan pada hari Senin tanggal 4 April 2022. ‘’Sudah diterima Kapolres Bangkalan. Pengaduan Masyarakat disertai dengan lampiran identitas pelapor yang jelas, bukti dokumen yang cukup lengkap untuk bisa segera dilakukan penyelidikan,’’ ungkap Risang.

Dalam laporannya, urai Risang, disebutkan jika pelaksanaan anggaran dana desa Klapayan tahun 2016 realisasinya 0 persen. Selain dokumen, juga telah disiapkan saksi-saksi untuk mendukung pengaduan atau laporan tersebut. Diterangkan, DD Klapayan yang diterima pada tahun 2016 adalah sebesar Rp. 1.112.681.800,00 (satu miliar seratus dua belas juta enam raus delapan puluh satu ribu delapan ratus rupiah).

Dalam laporannya terdapat delapan belanja modal atau pekerjaan yang diduga fiktif atau realisasinya 0 persen. berupa enam proyek jalan aspal, satu proyek jalan telford, dan satu proyek pengadaan barang. Besar anggaran yang tidak direalisasikan tersebut adalah sebesar Rp. 695.180.700,- (enam ratus sembilan puluh lima juta seratus delapan puluh ribu tujuh ratus rupiah). ’’Untuk rincian proyek apa saja yang dimaksud dan disertai RAB-nya, sudah diserahkan kepada Polres Bangkalan,’’ kata Risang.

Ditanya tentang laporan informasi terhadap Dana Desa Klapaya tahun 2019,2020, 2021, Risang menyatakan bahwa laporan informasi tersebut masih diproses. ‘’Laporan informasi itu, masih dalam tahap klarifikasi. Masih perlu pembuktian dan audit. Biarkan polisi bekerja secara profesional,’’ ucap Risang. Dan, sambungnya, biarkan juga polisi memproses dan menyelidiki laporan dugaan korupsi Dana Desa Klapayan tahun 2016. ’’Jadi, biar sama-sama dilakukan pembuktian,’’ kata Risang.

Dia menyatakan bahwa dia belum bisa berkomentar banyak mengenai hal tersebut, karena belum mendapatkan kuasa terkait laporan informasi DD Klapayan 2019 hingga 2021. ’’Nanti kalau sudah berhak berkomentar, saya akan memberikan keterangan yang lengkap terkait hal itu,’’ pungkas Risang. ( Fadlan )

 668 Pembaca,  3 Hari ini

Tinggalkan Komentar

Close Ads X