Dana PUAP Gapoktan Muji Santoso Desa Bronjong Carut Marut Diduga Diselewengkan

Pelopor.Net - 17 Januari 2023 - 13:00 WIB
Dana PUAP Gapoktan Muji Santoso Desa Bronjong Carut Marut Diduga Diselewengkan
Keterangan foto: pengelolaan dana PUAP. Pada Senin (16/01/2023). (Pelopor.Net)
|
Editor

PELOPOR.net – Lamongan – Gapoktan Muji Santoso yang bertempat di Desa Bronjong, Kecamatan Bluluk, Kabupaten Lamongan diduga carut marut dalam pengelolaan dana PUAP senilai Rp 100 juta.

Dana PUAP yang dikucurkan dari kementrian pertanian kepada Gapoktan Muji Santoso senilai seratus juta yang membawahi beberapa kelompok tani saat perguliran dana PUAP hingga saat ini tidak berjalan dengan semestinya.

Berdasarkan dari keterangan Ketua Gapoktan Muji Santoso Senin (16/01/2023) saat dikonfirmasi kepada Pelopor.net, mengatakan, Dana PUAP sudah berjalan semestinya, tersalurkan ke kelompok yang digunakan untuk pembelian pupuk dan simpan pinjam.

“Awalnya kita bagi kepada empat ketua kelompok setiap dusun. mendapatkan bagian sebesar Rp 20 juta, sisanya dana itu dipinjamkan kepada warga. Keterkaitan administrasi tentang keluar masuknya dana PUAP sebesar Rp 100 juta tersebut, Namun dirinya mengakui ada kendala bendahara yang lama sudah meninggal, sehingga ada pembenahan tentang administrasi, dan mau tidak mau kita lakukan pergantian bendahara yang baru, jadi totalnya dana yang sudah terkumpul sekitar Rp 125 juta yang sedang tahap pengelolaan hingga sampai saat ini,” kata Paindu Ketua Gapoktan yang juga menjabat sebagai Kepala Dusun (Kasun) Garas.

Lanjut kata Paindu, setiap ada pertemuan hal dana PUAP selalu kami undang kepala desa setempat. Yang jelas anggaran itu dikembangkan untuk pembelian pupuk dan simpan pinjam. Sementara yang meminjam kurang lebih ada 80 orang masing-masing mendapatkan Rp 1 juta, dengan bunga hanya 1% sejak tahun 2012, jadi totalnya dana PUAP Gapoktan Muji Santoso uang yang terkumpul sekitar Rp 125 juta,” terang Paindu.

Lanjut, kata Paindu, kepala desa juga ikut pinjam dana PUAP itu tetapi berupa pupuk serta beberapa perangkat desa. Berkaitan dengan laporan pertanggungjawaban sudah berjalan sesuai prosedur dan kalau pengen tau perkembangan Gapoktan kami ya silahkan bisa ditanyakan ke Penyuluh Pertanian Lapangan aja,” tambahnya.

Menurut keterangan dari beberapa anggota kepada Pelopor.net, Dana PUAP seratus juta di Gapoktan Desa Bronjong dari awal sudah mulai tidak sesuai prosedur. Pengelolaan tidak tertib administrasi dan dimonopoli oleh ketua Gapoktan.

“Ketidakjelasan perputaran modal tahun ke tahun dengan bunga 1% persen tidak jelas juntrungannya. Mengapa demikian, karena tidak adanya laporan pertanggung jawaban yang diterapkan sesuai juknis dan juklaknya. Diduga anggaran digunakan untuk kepentingan pribadi pengurus. Hal itu tidak pernah disampaikan secara transparan sistem pengelolaannya, Jika dana PUAP itu dikembangkan pupuk dan simpan pinjam untuk masyarakat Bronjong. Seharusnya sudah berkembang hingga ratusan juta kalau dana itu dikelola dengan baik ,” ungkapnya.

Tidak hanya itu saja, Bantuan peralatan pertanian dari pemerintah diduga dikuasai oleh Ketua Gapoktan. Anggota kelompok tani tidak pernah memanfaatkan alat tersebut, Apa itu demi kesejahteraan masyarakat Bronjong.

Selama ini anggota kelompok tani terpaksa harus gigit jari. Karena bantuan peralatan pertanian berupa 2 unit Traktor, 1 unit mesin Diesel air ukuran 24 PK, 1 unit mesin penamaan padi dan tosa yang dikuasai oleh Ketua Gapoktan yang rangkap jabatan sebagai Kepala Dusun (Kasun) Garas.

“Seakan-akan itu milik pribadi, padahal bantuan pemerintah itu yang seharusnya di kelola bersama anggota kelompok tani,” pungkasnya. (rid).

 1,509 Pembaca,  3 Hari ini

Tinggalkan Komentar

Close Ads X