Dapat Undangan Debat Terbuka, Ini Respon Bupati Samosir

Pelopor.Net - 22 Oktober 2022 - 23:06 WIB
Dapat Undangan Debat Terbuka, Ini Respon Bupati Samosir
 (Pelopor.Net)
|
Editor redaksi

PELOPOR.net – Pangururan, Sumut -Terkait tantangan debat yang disampaikan oleh seorang pemuda, Bupati Samosir Vandiko Gultom mengatakan bahwa saat ini masyarakat membutuhkan tindakan nyata, dan bukan sebuah debat. Hal ini disampaikan kepada PELOPOR, saat dikonfirmasi lewat telepon selulernya pada Sabtu (22/10).

“Seperti kami saat ini sudah memberikan pupuk dan bibit gratis kepada masyarakat,”ujar Vandiko

Bupati meminta agar muda-mudi dapat ikut berpartisipasi membantu masyarakat samosir, daripada melakukan hal-hal yang kurang bermanfaat.

“Semisal membuat pelatihan pupuk kompos, kan lebih berguna kepada masyarakat,” sebutnya

Sama halnya dengan yang disampaikan Presiden Joko Widodo beberapa bulan yang lalu, dimana Jokowi mengingatkan semua pihak untuk memiliki sense of crisis (situasi krisis yang penuh ketidakpastian).

“Harapan kepada masyarakat khususnya kaum muda, marilah kita tingkatkan sense of crisis, kepekaan terhadap masalah,” harapnya.

Selain itu pria dengan jargon Bupati milenial ini juga mengingatkan bahwa hingga saat ini situasi pandemi yang belum kunjung usai.

“Belum ada yang bisa memastikan, jadi lebih baik kita lakukan tindakan yang nyata, itu yang dibutuhkan masyarakat,”tegasnya.

Kendati demikian, merespon tantangan debat yang datang dari masyarakatnya sendiri, Vandiko Gultom mengatakan bahwa kelak akan ada waktunya.

“Kan ada lima tahun sekali diberikan kesempatan untuk melakukan debat, tetapi saat ini yang dibutuhkan masyarakat adalah tindakan dan aksi nyata langsung,” pungkasnya.

Sementara itu, Ambrin BW Simbolon, pemuda yang melayangkan undangan debat terbuka kepada Bupati Samosir Vandiko Gultom, saat dikonfirmasi lewat telepon selulernya dihari yang sama, mengatakan bahwa tujuan dari undangannya tak lain adalah terkait pemenuhan janji-janji politik pada saat pilkada yang lalu.

“Dan juga evaluasi kinerja dari segala aspek dan kebijakan selama kurang lebih dua tahun kepemimpiman beliau. Juga termasuk gagalnya pengesahan P-APBD yang mencerminkan kegagalan dalam menjalankan birokrasi sebagai kepala daerah,” ujarnya.

(Val-21/Pel)

 222 Pembaca,  3 Hari ini

Tinggalkan Komentar

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Close Ads X