Demi uang 200 ribu ,Subiyanto rela jadi kurir Shabu

  • Bagikan

Mojokerto, Pelopor.net – Subiyanto (20), Seorang terdakwa kurir Shabu, warga Dusun Ketapanrame, Kecamatan, Trawas, Kabupaten Mojokerto. Harus mempertang gung jawabkan perbuatanya dihadapan meja hijau Selasa (8/6/2021).

Sidang yang dipimpin oleh Hakim ketua Sutrisno,SH dengan didampingi dua Hakim anggota ini, mengagendakan, keterangan saksi. Dan pemeriksaan terdakwa.

Hadir dipersidangan tersebut, Yakni saksi Dedi Dwi Hariyanto,SH yang merupakan anggota dari Polsek Sooko. Mojokerto. Sebelum bersaksi dipersidangan Dedi Dwi Hariyanto, harus melalui tahapan sumpah demi keteranganya yang sebenarnya.

Usai disumpah, lalu, Hakim yang memimpin jalannya persidangan kasus Narkotika tersebut, bertanya kepada saksi terkait kronologis penangkapan terdakwa. Dalam sidang virtual melalui layar lebar yang terpampang diruang sidang Cakra, suara lantang saksi terdengar saat membeberkan perihal, penangkapan terdakwa tersebut. Kata saksi, terdakwa berhasil diringkus pada tanggal 17 Januari 2021 silam. Tepatnya didepan sebuah warung di Jalan Pemuda Desa Ngrame, Kec. Pungging Kab. Mojokerto, tuturnya.

Masih menurut saksi dari tangkapan itu saksi, berhasil. Mengamankan barang bukti (BB) dari badan terdakwa berupa sebuah Tas berisi shabu seberat kurang lebihnya 1, 830 gram dan HP, sebuah timbangan dan uang tunai sebesar dua ratus ribu rupiah serta satu Unit sepeda motor, bebernya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Afifah,SH yang bertugas di Kejari, Kab, Mojokerto selaku penuntut dalam sidang itu juga bertanya kepada saksi terkait asal- muasal Shabu yang didapat terdakwa. Dengan latangnya, saksi menjawab. Bahwa hasil pemeriksaan saat itu, menurut pengakuan terdakwa bahwa barang haram tersebut milik seseorang yang biasa dipanggil Om. Dalam perkara ini menurut saksi, terdakwa adalah merupakan kurir dan terdakwa dua kali mengaku kirim barang haram tersebut, dengan imbalan sekali kirim dua ratus ribu rupiah, katanya.

Usai sidang Nurwa Indah,SH,MH kuasa Hukum terdakwa yang berkantor di Yayasan bantuan Hukum Harapan Indah Puri Mojokerto. Saat dikonfirmasi awak media terkait perkara kliennya Nurwa Indah mengatakan bahwa kliennya memang sebagai kurir Shabu dan dia mendapat upah Rp 200 ribu untuk sekali kirim dari seorang berinisial Om, Nurwa Indah menambahkan terkait pasal berlapis menjerat kliennya yakni, pasal 114 ayayut (1) UU RI No, 35 Th 2009, tentang Narkotika. Dan pasal 112 ayat (1) UU RI No, 35, Th 2009, tentang Narkotika, terangnya.(Hardi)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *