Diduga Banyak Proyek Tanpa Plang Board Anggaran di Kabupaten Malang

Pelopor.Net - 5 November 2022 - 23:37 WIB
Diduga Banyak Proyek Tanpa Plang Board Anggaran di Kabupaten Malang
 (Pelopor.Net)
|
Editor redaksi

PELOPOR.net – Malang – Setiap pekerjaan Proyek wajib ditampakkan Plang Board Anggaran dilokasi kegiatan pekerjaan Proyek sesuai instruksi ketentuan peruntukan pengerjaan.

Diduga untuk Kabupaten Malang banyak ditemukan lakukan pelanggaran pekerjaan Proyek tidak memasang Plang Board Anggaran, kenapa dan ada apa?

Karena dana pekerjaan Proyek sangat perlu diketahui masyarakat, sebab masyarakat menguatirkan diduga ada penyelewengan dana jika tidak ditampakkan secara umum. Adapun pelanggaran sekecil apapun kalau dibiarkan berlarut-larut, dikesampingkan dan diremehkan, maka masyarakatlah dan Pemerintah yang dirugikan.

Terindikasi dugaan pelanggaran tersebut ada kesan pembiaran dan menutup mata serta menggampangkan oleh Kontraktor maupun oleh Dinas instansi terkait.

Bahkan ditemukan beberapa Proyek dari SKPD tidak menampakkan Plang Board Anggaran dilokasi yang sedang dikerjakan. Sebab, terkait permasalahan Plang Board Anggaran wajib ditampakkan dan dipasang di area lokasi Proyek, agar diketahui oleh masyarakat pada umumnya.

Sehingga jika Plang Board Anggaran tidak ditampakkan atau dipasang, maka sudah jelas melanggar UU Nomor. 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik, yang mana masyarakat berhak mengetahui dan berapa Anggaran yang digunakan proyek tersebut.

Sementara berbagai alasan klasik dari para Kontraktor tidak tampakkan atau dipasang, yakni menghindari pertanyaan-pertanyaan wartawan atau ormas untuk mengetahui Anggaran, yang sebelumnya Anggaran telah diketahui, sehingga dipadukan penyesuaian temuan dilapangan sesuai atau tidak.

Sehingga, tanpa alasan pihak Kontraktor pelaksana Proyek wajib menampakkan atau memasang Plang Board Anggaran tersebut dari Dinas instansi terkait.

Disisi lain, Gofur salah satu mandor proyek dilokasi mengatakan, bahwa ia tidak tahu – menahu tentang papan Board Anggaran Proyek,” ujar Gofur saat ditemui dilokasi proyek bersama beberapa pekerja.

“Kami kurang paham mas dan tidak tahu masalah papan nama, kami hanya sebagai pekerja saja, kalau terkait itu, silahkan tanya langsung saja ke pimpinan kami,” tegas Gofur saat dilokasi proyek, Senin (4/11/2022).

Kesimpulannya, Bupati atau Kepala Dinas apakah mengetahui tentang pelanggaran tersebut, sehingga notabene pelanggaran dilakukan terus-menerus seperti tradisi. Misalnya salah satu proyek pekerjaan yang diwilayah Kecamatan Tajinan dan diwilayah Kecamatan Jabung yang tidak memasang Plang Board Anggaran tersebut.

Bahkan pelanggaran masiv ini yang masih ditemukan dan diduga kuat para Kontraktor tidak memasang Plang Board Anggaran yang wajib dilaksanakan.

Masyarakat berharap, Bupati Malang dan Kepala Dinas segera menindak-lanjuti permasalahan tersebut. Karena masalah ini menyangkut Anggaran Belanja Daerah. Maka siapapun berhak mengetahui jumlah Anggaran yang dikeluarkan oleh Proyek.

Maka setiap adanya pekerjaan proyek wajib transparansi tentang dana Anggaran, hal ini untuk membangun Citra Kepercayaan Publik. Untuk itu Plang Board Anggaran wajib terpampang atau nampak di area pekerjaan Proyek yang dikerjakan, sehingga masyarakat umum bisa mengetahui bila ada pengerjaan proyek dan juga Anggarannya dikeluarkan.

(Nal)

 776 Pembaca,  3 Hari ini

Tinggalkan Komentar

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Close Ads X