DIrektur PUSKAPTIS, ” Munculnya Perotasian Jabatan Tersangka NH, Murni Pelemahan Pemberantasan Korupsi di Banyuwangi”

Pelopor.Net - 16 November 2022 - 17:29 WIB
DIrektur PUSKAPTIS, ” Munculnya Perotasian Jabatan Tersangka NH, Murni Pelemahan Pemberantasan Korupsi di Banyuwangi”
 (Pelopor.Net)
|
Editor redaksi

PELOPOR.net – Banyuwangi – Dengan munculnya kegiatan Rotasi jabatan sekaligus pelaksanaan pelantikan tersangka NH yang sudah ditetapkan oleh kejaksaan, sebagai staf ahli dibidang kemasyarakatan dan Sumber daya manusia di pemerintahan kabupaten bnayuwangi pada tanggal 15 November 2022 oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Festiandani Anas, kini keberadaannya cukup mencederai Rakyat dan di sinyalir Bupati Banyuwangi secara terang terangan lakukan tindakan Pelemahan pada Program pemberantasan korupsi dimata Rakyat Banyuwangi.

Pada pelaksanaan Rotasi jabatan dan Pelantikan pada 15 November 2022 terhadap NH yang merupakan pelaku tindak Pidana Korupsi di Dana anggaran Mamin fiktif di Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) tahun Anggaran 2021 yang mana oleh Kejaksaan Negeri Banyuwangi sudah ditetapkan Tersangka, Dan kini mendapat jabatan baru sebagai staf ahli pemerintah daerah kabupaten Banyuwangi.

Kebijakan Bupati Banyuwangi dalam merotasi jabatan terhadap seorang yang sudah ditetapkan sebagai Tersangka pelaku tindak pidana Korupsi oleh kejari, direktur Puskaptis banyuwangi Abdulah Amrrullah SH, MH pada media 16/11, ” Bupati Banyuwangi murni Lakukan Pelemahan pada Program Pemberantasan Korupsi Dibanyuwangi.

“Bahwa jabatan staf ahli adalah jabatan esolan dilingkungan Pemkab banyuwangi, dimana jabatan eselon tersebut disandang oleh tersangka NH. kata, “Amrullah kecewa.

Direktur PUSKAPTIS Banyuwangi menambahkan, “meskipun dalam dunia hukum ada asas praduga tak bersalah, dimana seseorang dianggap bersalah apabila ada putusan dari pengadilan,akan tetapi dalam norma masyarakat ada norma moral dan budaya malu yang dijunjung tinggi sampai sekarang, tetapi hari ini Bupati kita beserta para Birokrat kita tidak mempunyai moralitas tinggi dan budaya malu terhadap rakyat yang dilayaninya. tambah, “Amrullah.

Kebijakan merotasi jabatan tersangka NH oleh Bupati banyuwangi IPUK Fiestiandani disinyalir merupakan Kebijakan yang telah melanggar norma kepantasan dalam bekerja dengan menunjuk NH staf Ahli atau pejabat eselon, oleh karena itu kami menghimbau semua elemen masyarakat untuk bersatu padu meluruskan Banyuwangi yang bengkok ini kembali kepada jalan yang lurus. jelas, “Amrullah.

Agenda Reformasi pemerintah pusat dan daerah harus tegak lurus dalam upaya pemberantasan korupsi dibumi indonesia, demikian halnya dengan Bupati Banyuwangi selaku kepala pemerintah daerah yang selama ini memiliki Program Banyuwangi Bebas Korupsi harus terwujud dan benar benar dijalankan untuk kepentingan Rakyat banyuwangi. Bukan malah muncul adanya kegiatan Perotasian jabatan oleh Bupati banyuwangi IPUK Fiestiandani terhadap NH yang sudah ditetapkan sebagai tersangka pengguna Anggaran mamin fiktif tahun 2021 oleh Kejari, hal ini murni terkesan lakukan pembiaran dan Pelemahan dalam penindakan Pemberantasan Korupsi dibanyuwangi oleh bupati IPUK. papar, “Mohamad Amrullah,S.H.M.Hum.

 

(Iriek/S)

 962 Pembaca,  3 Hari ini

Tinggalkan Komentar

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Close Ads X