pelopor.net
Berita Headline Kalteng OPINI

Ditbinmas Polda Kalteng Berikan Penyuluhan Bahaya Faham Radikalisme

Palangka Raya, Pelopor.net, Kalteng – Sebagai langkah upaya mengantisipasi masuknya aliran yang berfaham radikalisme sejak dini di sejumlah wilayah tanah air, aparat kepolisian sedang gencar melakukan bimbingan serta penyuluhan ke sejumlah tempat tak terkecuali di setiap Pondok Pesantren.

Dalam hal ini, Ditbinmas Polda Kalteng juga melakukan kegiatan peyuluhan tersebut di pondok pesantren Ar-Rosyid Desa Sei Pitung, Kecamatan Kapuas Barat, Kabupaten Kapuas.

Kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan oleh personel Ditbinmas Polda Kalteng tersebut juga dihadiri oleh Kasat Binmas Polres Kapuas IPTU H. Imam Sahrofi, Kades Sei Pitung yang juga menjadi Pimpinan Pondok Pesantren Ar-Rosyid, M. Yazid Fahmi serta ketua Yayasan H Marino.

Dengan menerapkan protokol kesehatan pertemuan tersebut hanya dihadiri kurang lebih 40 orang yang diantaranya para santri dan Santriwati yang sedang mondok,.serta Personil Satbinmas Polres Kapuas dan Personil Polsek Kapuas Barat.

Dir Binmas Polda Kalteng yang diwakili Ps. Paursilatpuan Subdit Bhabinkamtibmas Dit Binmas IPDA Sri Marsono mengatakan, selain melakukan penyiluluhan dan sosialisasi bahaya faham radikalisme juga dilaksanakan penyerahan bantuan kepada Ponpes Ar- Rosyid berupa 5 Al – Qur’an, 1 paket Sembako,3 karung beras dan Masker.

“Kegiatan penyuluhan ini merupakan langkah awal untuk membentengi masyarakat agar tidak terpapar faham-faham radikal serta faham yang intoleransi, dengan menyasar kalangan masyarakat, pelajar serta para santri yang sedang menempuh pendidika di pondok pesantren guna mencegah dan mencegah berkembangan paham radikalisme tersebut” kata IPDA Sri Marsono, Selasa (15/12/2020).

Lebih lanjut dikatakan, dalam penyampaiannya, kelompok radikal umumnya menginginkan perubahan dalam waktu singkat, drastis dan terkadang bertentangan dengan sistem sosial yang berlaku.

“Untuk saat ini, radikalisme sering dikaitkan dengan terorisme karena kelompok radikal sering kali melakukan cara apapun untuk mencapai keinginannya, termasuk dalam bentuk teror kepada pihak yang tidak sepaham dengan mereka, maka dari itu dengan adanya penyuluhan ini masyarakat bisa mengerti dan bisa mengantisipasinya” tandasnya.(45R)