Ditreskrimsus Polda Jatim Berhasil Tangkap Pelaku Pembobol Data Kartu Kredit Beserta Penadahnya

  • Bagikan

Surabaya, Pelopor.net – Ditkrimsus Polda Jatim Berhasil menangkap pelaku pencu rian data kartu kredit /kejahatan cyber Ilegal akses (hacker). Aparat menangkap 4 pelaku yang pembobol data kartu kredit beserta penadah nya.

Ke empat tersangka antara lain HTS (Bekasi), AD (Cilacap-Jateng), RH (Pasuruan-Jatin), RS (Solo-Jateng). Dimana masing masing mempunyai peran yang berbeda beda. Tersangka HTS sebagai koordinator dari para tersangka yang memiliki peran menampung semua data yang didapat. data tersebut digunakan sebagai sarana melakukan perbuatan ilegal akses dengan cara membeli Akun Paxful (berisi data milik orang lain) dari tersangka RS. Tersangka RS telah menjual seharga Rp 200.000,(dua ratus ribu ruprah)/akun kepada HTS.

Kemudian data itu dikirimkan kepada tersangka AD yang sebagai eksekutor (pengolah data) Credit card (Data CC) milik orang lain. Tersangka AD dan data email result yang berisi Akun Amazon diolah oleh tersangka AD menjadi suatu produk yang dapat diuangkan.

Kasus tersebut bermula ketika bulan April 2021 lalu Anggota Unit III Subdit V/Siber Direskrimsus Polda Jatim malakukan cyber patrol dan menemukan sebuah akun facebook milik salah satu tersangka yang memposting suatu penawaran/penjualan beberapa data berupa Data akun Bank of Amenca (BOA) milik WNA, Data E-Mai result yang berisikan data CreditCard (Data CC) milik Orang lain, Data akun marketplace (Venmo, Paxtul, Indodax) serta menyediakan Voucher Indodax untuk mata uang Kripto.

Aparat menangkap tersangka HTS di bandara Juanda pada 19 April 2021. Dari penangkapan tersebut , petugas berhasil mengungkap kasus ilegal akses dengan menangkap beberapa tersangka yang lain.

Dari kasus tersebut aparat menyita Barang Bukti yang Disita dari tersangka HTS: 2 (dua) unit HP Android, 1 (satu) unit laptop Asus ROG, Akun Facebook. BB yang Disita dari tersangka AD 2 (dua) unit HP Android, 1 (satu) unit laptop, Akun Fracebook. BB yang Disita dari tersangka RH antara lain 1 (satu) unit iPhone, Akun Facebook. BB yangDisita dari tersangka RS 1 (satu) unit HP Android, Akun Facebook.

Dari perbuatannya tersangka terancam Pasal 30 Ayat (2) Jo Pasal 46 Ayat (2) dan Pasal 32 Ayat (2) Jo pasai 48 Ayat (2) UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 14 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dan atau Pasal 480 KUHP dan atau Pasal 55, 56 KUHP. Dengan ancaman penjara maksimal 7 tahun penjara.(Adi)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *