Ditunda Rapat Paripurna RPJMD Anggota DPRD Ponorogo

  • Bagikan

 

Ponorogo, Pelopor.Net – Pentingnya masyarakat Ponorogo dikallahkan dengan kepentingan golongan itu terjadi di gedung DPRD Ponorogo, Rabu (30/6/21).

Dimana saat paripurna RPJMD ( Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Kabupaten Ponorogo dan sejumlah Dewan tidak hadir dari 45 orang anggota yang hadir hanya 28 orang.

Bahkan Ketua DPRD Ponorogo, Sunarto yang mengundang agenda paripurna tersebut tidak menampakkan batang hidungnya,” Sangat tidak elok seorang pimpinan DPRD yang notabene pengundang paripurna justru tidak hadir.

Padahal ini agenda penting menyangkut pembangunan Kabupaten Ponorogo lima tahun kedepan. Dan semua tahapan RPJMD sudah dilaksanakan. Tinggal Paripurna saja sebenarnya,” ungkap Agung Prayitno, salah seorang anggota Pansus RPJMD usai paripurna.

Bahkan tidak hanya Sunarto Ketua DPRD yang tidak hadir, wakil Ketua DPRD ,Dwi Agus Prayitno juga tidak hadir paripurna tersebut. Yang membuat tidak disiplinya yaitu ketidak hadiran mereka tidak ada pemberitahuan sama sekali.

Aksi mokong kedua pimpinan tersebut diikuti juga oleh sejumlah wakil rakyat.Seperti seluruh anggota Dewan dari Partai Nasdem,tiga dari PKB serta dua orang dari Partai Golkar.

“RPJMD ini sangat menentukan arah pembangunan Ponorogo kedepanya. Tetapi mereka seakan tidak peduli.Padahal sekarang ini Bupati Sugiri Sancoko itu Bupatinya masyarakat Ponorogo. Sudah tidak ada lagi 01 dan 02 adanya 03 persatuan Indonesia ,” jelas kegislator dari PDI Perjuangan ini.

Selain itu, sorotan lain dari jalanya paripurna yang akhirnya ditunda pada hari Senen 5 juli 2021 mendatang itu adanya pembahasan tentang perubahan tata tertip. Padahal menurut surat edaran (SE) Menteri Dalam Negeri No. 188.3421800tDA tanggal 21 April 2020,paripurna bisa dilaksanakan secara daring, ” tambah Evi Dwitasari,Ketua Fraksi PDIP.

Apalagi saat ini, tambah Evi,Ponorogo sudah masuk Zona Merah penyebaran virus Covid-19.Namun ,DPRD Ponorogo justru melaksanakan paripurna secara berkumpul berkerumun.

“Pembahasan perubahan tatip akan membuang waktu dan energi.Dilakukansecara daring kan lebih efisien dan syah juga,” papar legislator perempuan ini.
Disisi lain, tidak hadirnya sejumlah anggota dan pimpinan DPRD Ponorogo juga mendapat kecaman dari Ketua DPC PDIP,
Bambang Yuwono.
Menurutnya,aksi bolos paripurna yang dilakukan mereka sangat merugikan masyarakat Ponorogo.

“Apa jadinya Ponorogo kalau tidak ada RPJMD. Selama 5 tahun tidak akan ada pembangunan di Ponorogo.Mereka ini wakil rakyat dan dipilih rakyat .Namun,kepentingan rakyat justru diabaikan mereka,” tegas Logos, sapaan akrap anggota DPRD Propinsi Jawa Timur fraksi PDIP ini. Yang membuat geleng geleng kepala, disaat peripurna berlangsung.

Ketua DPRD Sunarto justru terpantau berkumpul disalah satu Hotel di Ponorogo dalam satu acara.yang tidak jauh dari Gedung tidak lebih dari 2 km. Dan klalau ditimbang, paripurna jauh lebih penting dari menjadi Narasumber disebuah acara di Hotel.

“Sepertinya menyepelekan agenda penting yang menyangkut hajad hidup dan kepentingan masyarakat Ponorogo.Biar masyarakat Ponorogo menilai sendiri yang benar dan berpihak pada kepentingan rakyat dan tidaknya ” pungkasnya Logos. (KP Dhr SN)

 1 Pembaca,  1 Hari ini

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *