DKPP Sumenep Tanggapi Isu Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Begini Kata Arif Firmanto Penyebabnya

Pelopor.Net - 26 November 2022 - 19:30 WIB
DKPP Sumenep Tanggapi Isu Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Begini Kata Arif Firmanto Penyebabnya
 (Pelopor.Net)
|
Editor redaksi

PELOPOR.net – SUMENEP – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Arif Firmanto, S.T.P, M.Si memberikan tanggapaan terkait isu Kelangkaan pupuk bersubsidi yang terjadi di wilayah Kabupaten Sumenep. Jumat, 25/11.

Arif Firmanto mengatakan, isu kelangkaan pupuk tersebut sebenarnya bukan langka, tapi adanya selisih antara alokasi pupuk yang diberikan oleh pemerintah pusat melalui Provinsi jauh dibawah kebutuhan yang diajukan oleh petani dalam RDKK.

“ Sehingga sebenarnya yang terjadi adalah bukan pupuk langka, tapi memang kurang dari kebutuhan yang diajukan oleh petani Hal ini terkait dengan kemampuan anggaran (APBN) pemerintah pusat dalam memberikan subsidi yang sangat terbatas,” kata Arif Firmanto.

Menurutnya, isu mengenai kelangkaan pupuk bersubsidi menyeruak dikarenakan petani di sejumlah daerah tidak bisa mendapatkan pupuk subsidi sesuai kebutuhannya.

“ Untuk mendapat pupuk bersubsidi petani tentu harus bergabung di kelompok tani, luasan maksimal 2 ha dan menyusun RDKK, dijamin pasti memperoleh pupuk bersubsidi walaupun kurang dari kebutuhan yang diajukan,” terang Arif Firmanto, Jumat, 25/11.

Namun sebaliknya, jika petani belum bergabung di kelompok tani, bisa dipastikan tidak akan memperoleh pupuk bersubsidi.

“Oleh sebab itu, dihimbau pada seluruh petani di Kabupaten Sumenep agar bergabung di Kelompok Tani terlebih dahulu agar memiliki akses pada pupuk bersubsidi,” tungkasnya

Lebih jauh Arif Firmanto membeberkan, dari usulan sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) secara Nasional tahun 2022 ini sebesar 24 juta ton, sementara pemerintah hanya mampu mengalokasikan subsidi sebanyak 8,04 juta ton pupuk bersubsidi.

“Sehingga ada selisih cukup besar yang membuat jumlah pupuk subsidi yang diterima petani tidak bisa sesuai permintaan atau kebutuhan,” bebernya.

Sebab, Kelangkaan pupuk yang selama ini disuarakan oleh petani bukan berasal dari produknya tidak tersedia, melainkan alokasi pupuk bersubsidi yang diterima petani tidak sesuai dengan usulan kebutuhan yang terdapat dalam RDKK.

“ Jadi yang benar itu bukan langka, tapi kurang dari kebutuhan,” ucap Arif Firmanto lebih lanjut.

Kepala DKPP Sumenep ini pun mengulas devinisi langka dan kurang. “Karena Sebenarnya poinnya itu bukan langka, hanya alokasi pupuk subsidi yang kurang,” ulasnya.

Berkenan dengan itu, DKPP Sumenep bersama distributor melakukan upaya intensif dengan melakukan Realokasi antar kecamatan sehingga ketersediaan Pupuk dibeberapa tempat di Kecamatan yang semula kosong atau alokasi menipis sudah ada alokasi tambahan.

“Alokasi tambahan tersebut meliputi, Ambunten 90 Ton, Lenteng 80 ton, Rubaru 70 ton, Saronggi 50 ton, Bluto 70 ton, Ganding 140 ton, Manding 20 ton, Pasongsongan 50 ton, Gulukguluk 65 ton serta kecamatan lainnya baik daratan maupun kepulauan,” ungkap Arif.

Distributor juga telah melakukan tambahan penebusan 1.000 ton dalam upaya percepatan distribusi ke kios dan petani.

“Namun Kendalanya di Pupuk Indonesia (PI) terkait pengirimannya yang terlambat, sehingga di gudang penyangga tidak ada stok atau menipis yang berakibat pada distribusi ke petani juga menjadi telat,” imbunya.

Selain itu, Arif menerangkan, stok ketersedian alokasi pupuk bersubsidi sampai dengan bulan Desember masih ada sebesar 3000 ton untuk 27 Kecamatan.

Ia berpesan, agar petani tidak perlu cemas dan khawatir terkait ketersediaan pupuk bersubsidi, khususnya jenis urea.

“ Pupuk urea ini untuk kebutuhan pupuk dasar berdasarkan dosis rekomendasi dari Badan penelitian dan pengembangan pertanian (Balitbangtan) Kementan RI hanya butuh 50 kg/ha, sehingga petani tidak perlu melakukan aksi borong atau bahkan menyimpan stok sampai dengan pemupukan ketiga, karena pada bulan 01 Januari 2023 sudah ada alokasi yang baru untuk tahun anggaran 2023,” pesannya.

(Haris)

 620 Pembaca,  3 Hari ini

Tinggalkan Komentar

Terkini Lainnya

Kapolres Situbondo Tekankan Kesiapan Personil Back Up Pengamanan Harlah 1 Abad NU di Sidoarjo

Kapolres Situbondo Tekankan Kesiapan Personil Back Up Pengamanan Harlah 1 Abad NU di Sidoarjo

Berita   Headline   Jatim   Jawa Timur   Kepolisian   Situbondo
Akademisi dan SEKBER Rapat Audensi 51 Terkait Berakhirnya Masa Jabatan Kepala Desa Di Banyuwangi

Akademisi dan SEKBER Rapat Audensi 51 Terkait Berakhirnya Masa Jabatan Kepala Desa Di Banyuwangi

Banyuwangi   DPRD   Headline   Pemerintahan
Warga Binaan Lapas Banyuwangi Akan Dilatih Pertukangan Bangunan dan Pengelasan

Warga Binaan Lapas Banyuwangi Akan Dilatih Pertukangan Bangunan dan Pengelasan

Banyuwangi   Berita   Headline
Grand Opening IdeaHub 7 Days Of Impact

Grand Opening IdeaHub 7 Days Of Impact

Berita   Headline   Jawa Timur   Surabaya   Teknologi
Rapat Koordinasi Pra Pelantikan DPD BAPERA Dan Penguatan Calon PK BAPERA Kabupaten Demak 

Rapat Koordinasi Pra Pelantikan DPD BAPERA Dan Penguatan Calon PK BAPERA Kabupaten Demak 

Demak   Headline   Jawa Tengah   Pemerintahan
TNI-Rakyat, Babinsa Temayang Bojonegoro laksanakan Karya Bakti Pembangunan Musholla Desa Pandantoyo

TNI-Rakyat, Babinsa Temayang Bojonegoro laksanakan Karya Bakti Pembangunan Musholla Desa Pandantoyo

Bojonegoro   Headline   Jatim   Jawa Timur   Kepolisian   TNI
Berhasil Tangkap Tahanan Rutan Kabur, Kapolres Sampang Beri Reward Ke Anggotanya

Berhasil Tangkap Tahanan Rutan Kabur, Kapolres Sampang Beri Reward Ke Anggotanya

Berita   Headline   Jatim   Jawa Timur   Sampang
Bupati Samosir Dukung Pencanangan Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas (GEMATAPAS) Tanah

Bupati Samosir Dukung Pencanangan Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas (GEMATAPAS) Tanah

Headline   Sumatera Utara
Minimalisir Penyebaran PMK, Polres Ponorogo Vaksinasi Ternak

Minimalisir Penyebaran PMK, Polres Ponorogo Vaksinasi Ternak

Berita   Headline   Jatim   Jawa Timur   Kepolisian   Ponorogo
Diduga Edarkan Sabu, Polisi Amankan Pekerja Bengkel di Surabaya

Diduga Edarkan Sabu, Polisi Amankan Pekerja Bengkel di Surabaya

Berita   Headline   Kriminal   Surabaya

IKLAN

Close Ads X