Emas dan Mutiara di Desa Biau Lebih Banyak Teorinya

Pelopor.Net - 12 Maret 2022 - 10:40 WIB
Emas dan Mutiara di Desa Biau Lebih Banyak Teorinya
 (Pelopor.Net)
|
Editor

PELOPOR.net – Malaka – Emas dan mutiara di Desa Biau yang dikatakan oleh Kepala Desa Biau, kini menjadi sorotan para pemuda di Desa Biau

Gusti Manek salah satu pemuda di Desa Biau tidak tinggal diam ,kepada media ini, Gusti mengucapkan terima kasih untuk media terkait wawancara kerja kepala wilayah kami. Ini adalah bentuk kepedulian dan dukungan media di era globalisasi saat ini.

Provisiat untuk Kepala Desa dan jajaran atas perolehan progres pembangunan di Desa Biau saat ini, namun ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap keadaan Desa Biau saat ini.

Terkait visi dan misi mungkin semua sudah berjalan dengan lancar tapi sampai saat ini masih banyak yang menurut saya belum menjawab apa yang sebenarnya masyarakat desa butuhkan Terkait kebutuhan ekonomi masyarakat Desa Biau pada umumnya, ungkap Gusti

Dari postingan yang saya baca di media Pelopor.net tentang emas dan mutiara yang mati, lanjut Gusti, ada beberapa hal ingin saya tanggapi,

1.Rabat
Rabat jalan yg dimaksud sampai saat ini menjadi perbincangan hangat masyarakat karena dengan adanya rabat diharapkan bisa mempermudah akses jalan dengan harapan kualitas terbaik karena ini menggunakan dana desa. Akan tetapi, sejauh ini masyarakat melihat bahwa justru jalan rabat ini bahkan lebih mempersempit akses jalan salah satunya yakni di sepanjang jalan dusun Sausabui A dulu jalan bisa dilalui 2-3 kendaraan sekarang mlaah satu saja, jika kebetulan pertemuan antara kendaraan satu dengan yang lain maka salah satu kendaraan harus dengan belakang mundur sehingga bisa yg satuya lewat karena bahu jln tercipta jurang yg dalam yg bisa memicu terjadinya kecelakaan.

2.Perumahan
Perumahan juga sampai saat ini masih ada beberapa bangunan yang belum selesai dan belum di tempati penerima manfaat dari bantuan yang diberikan. Artinya terkesan afungsi, bahwa penerima manfaat belum bersedia untuk menerima bantuan tetapi mungkin adanya tuntutan kepentingan lain dari pemerintah desa setempat sehingga harus menerima dan tidak diselesaikan pembangunan dan bahkan ada yang belum memanfaatkan rumah tersebut.

3. Lebih banyak Teori
kegiatan pembinaan yang efeknya hanya sementara waktu dari pada praktek dan pendampingan yang membawa perubahan besar bagi masyarakat Desa Biau, dan kegiatan ini masih lebih mengutamakan sasaran pada peran desa dibanding masyarakat desa pada umumnya. Contoh Karangan Taruna Desa sampai saat ini belum dibentuk hanya pernah ada satu kali pembinaan saja dan sertifikat belum dibagi sampai saat ini. Sedangkan untuk pengrajin ekonomi kreatif perempuan kalau bisa pertahanan tradisi menenun yang asli, artinya motif Malaka Manlea itu kalau bisa yang diutamakan Futus dibandingkan Fafoit sehingga keaslian manlea itu nampak. Tergantung kreatifitas Pemerintah Desa.

Terkait pengadaan fasilitas olahraga itu hal biasa yg sudah setiap tahun harus diperhatikan karena sudah ada yang namanya Sorga Desa. Sedangkan untuk pengadaan alat musik band sama sekali tidak memberikan efek secara ekonomi bagi kebutuhan masyarakat, itu menurut saya hanya kebutuhan tambahan yang kalau bisa pengadaannya ditunda suatu saat jika semua yang dibutuhkan masyarakat Desa Biau itu sudah terpenuhi dan harus sesuai dengan usulan orang banyak bukan satu orang atau sepihak.

4. Air
Masyarakat Desa Biau sampai saat ini masih membeli air untuk kebutuhan dapur, ternak, tanaman dan kalau bisa diusahakan supaya air ini gratis seperti dulu karena kondisi seperti saat ini harga sirih menurun drastis, ada lagi gagal panen di tahun ini kalau semua kebutuhan dibeli belum lagi uang kebutuhan pendidikan anak kesehatan dll, masyarakat mau menuju ke sejahtera bagaimana? ini juga tergantung inisiatif pemerintah desa setempat.

Kalau soal kreatif Kepala Desa, ya, namun dampaknya masih sempit, hanya itu saya menilai sebagai program dadakan, contoh bengkel last, dan beberapa alat rakitan lainnya itu yg dipakai kepala desa dan beberapa orang saja. Kalau bisa ide cemerlang itu di buat dalam bentuk pendidikan pelatihan dan pengembangan serta pendampingan bagi masyarakat Desa Biau itu baru betul. Ujar Pemuda asli Biau ini

Saya ingin menambahkan terkait berbagai macam bantuan, lanjut Gusti, kalau terkait berbagai macam bantuan khususnya untuk bantuan ternak babi dll, bisa dilakukan pengkajian yang lebih matang dan sesering mungkin bukan hanya satu kali saja yang kemudian hari mengalami kendala seperti saat ini, ada dua kelompok yang belum tersalurkan bantuan anak babi dan ada kelompok perempuan yang mengalami masalah dan akhirnya diambil alih kembali oleh beberapa perangkat desa. Kemudian bantuan itu kalau bisa tidak hanya sekedar pengadaan biar terkesan visi misi dijalankan tapi klo bisa bantuan atau visi dan misi itu memberikan perubahan bagi masyarakat. Bukan asal jalankan visi misi mau berhasil tidaknya bukan urusan, intinya buat saja.

Jadi Untuk ke depan jika terpilih lagi maka perlu melibatkan banyak orang dalam melakukan pengkajian dan penyaluran bantuan apapun terkait dana desa, tambah Gusti Manek

Gusti pun meminta maaf jika tanggapan ini membuat kepala desa tersinggung.

Salam kontribusi dan mohon maaf jika ada kata-kata yang menyinggung perasaan, tutup Gusti

(Ridho Seran/Tim)

 958 Pembaca,  3 Hari ini

Tinggalkan Komentar

Close Ads X