Forum Aliansi Rakyat Menggugat Berdialog Bersama Bupati TTU, Ada Apa

Pelopor.Net - 12 April 2022 - 12:52 WIB
Forum Aliansi Rakyat Menggugat Berdialog Bersama Bupati TTU, Ada Apa
 (Pelopor.Net)
|
Editor

PELOPOR.net – TTU – Calon Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang tergabung dalam Forum Aliansi Rakyat Menggugat (ARMET) Kab. TTU, berdialog dengan pihak Pemerintah Daerah di Aula Lantai Dua Kantor Bupati, Senin (11/04/ 2022). Bupati TTU bersama Pansel Akan Melakukan Evaluasi Terkait Persoalan Yang Ditemukan Dalam Proses Perekrutan PTT Calon PTT yang tergabung dalam Forum ARMET Kab.TTU, berdialog dengan Pemda di Aula Lantai Dua Kantor Bupati, Senin, (11/04/ 2022).

Dialog tersebut dihadiri oleh Bupati TTU, Drs. Juandi David dan Wakil Bupati, Drs. Eusabius Binsasi, Sekda, Kepala BKDPSDM Kabupaten TTU, Arkadius Atitus, Pimpinan OPD, Calon Pegawai Tidak Tetap (PTT), Forum Aliansi Rakyat Menggugat (ARMET) Kab.TTU, Polisi, Pol PP dan awak media.

Frederikus Adrianus Naiboas.SE, calon Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang tergabung dalam Forum Aliansi Rakyat Menggugat (ARMET) Kab.TTU dalam dialog tersebut meminta klarifikasi dari Pemerintah Daerah terkait kejanggalan – kejanggalan yang telah terjadi dalam proses perekrutan PTT pada Lingkup Pemda TTU Tahun 2022.

Dialog tersebut berjalan dengan baik ketika Calon Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang tergabung dalam Forum Aliansi Rakyat Menggugat (ARMET) Kab. TTU menyampaikan tuntutan mereka secara bergantian di hadapan Bupati TTU, Drs. Juandi David dan Wakil Bupati Eusabius Binsasi, Sekda , Kepala BKDPSDM Kabupaten TTU, Arkadius Atitus dan Pimpinan OPD lainnya. Dalam tuntutan tersebut mereka meminta kepada Pemerintah Daerah untuk meninjau kembali keputusan hasil perekrutan PTT yang sarat akan kejanggalan-kejanggalan dan tidak sesuai dengan Syarat Operasianal Perekrutan (SOP) yang termuat dalam Perbup nomor 71 Tahun 2021.

Adapun kejanggalan yang disampaikan oleh calon Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang tergabung dalam Forum Aliansi Rakyat Menggugat (ARMET) Kab. TTU diantaranya pola penilaian dari administrasi, akademik dan wawancara, kelayakan tim pansel dalam melakukan penilaian wawancara yang dimana ada sopir dinas yang masuk dalam tim wawancara PTT, serta tidak dicantumkannya nama peserta padahal sudah mengikuti semua tahapan yang ada.

Melihat kejanggalan-kejanggalan yang ada, Para calon PTT yang tergabung dalam Forum Aliansi Rakyat Menggugat (ARMET) Kab.TTU secara tegas menyampaikan semua persoalan ini dihadapan Bupati dan Wakil Bupati TTU serta disaksikan langsung oleh Kepala BKDPSDM Kabupaten TTU, Sekda, dan Pimpinan OPD lainnya.

Ketua Aliansi Rakyat Menggugat (ARMET), Severinus Nggadas kepada media mengatakan semua persoalan dan kejanggalan-kejanggalan serta bukti temuan dari ARMET sudah disampaikan di forum dialog namun tanggapan dari Pemda belum memuaskan bagi Forum ARMET sendiri. Tambahnya, kita belum merasa puas dengan respon dari Pemda, karena dari semua persoalan yang sudah kita sampaikan, respon Pemda sendiri harus dilakukan evaluasi di internal Pemda dengan pansel terlebih dahulu, setelah itu baru dari Pemda mengundang pendamping dari ARMET untuk diadakan evaluasi lagi.

“Sementara itu dari Pemda menjamin bahwa akan mengevaluasi kejanggalan-kejanggalan yang sudah kita sampaikan di internal Pemda dan kemudian mengundang pendamping dari ARMET untuk dilakukan evaluasi lagi pada tanggal 21 mendatang.” jelasnya

Bupati TTU, Drs Juandi David dalam kesempatan tersebut menjelaskan, dirinya bersama Wakil Bupati TTU, baru mendengar semua kejanggalan-kejanggalan ini secara detail dari para calon PTT ini, tentunya kita akan mengambil langkah tegas bila temuan kejanggalan tersebut benar-benar terbukti.

Dijelaskannya Pemda TTU akan melakukan evaluasi secara intern bersama Pansel untuk membedah persoalan-persoalan ini, untuk kemudian melakukan pertimbangan, tentunya kita juga akan mengundang perwakilan ARMED untuk membahas kejanggalan ini bersama Pansel pada tanggal 21 mendatang. tutupnya.

(TIM)

 570 Pembaca,  3 Hari ini

Tinggalkan Komentar

Close Ads X