Gadis Cantik Diduga Gelapkan Uang Skincare, Akhirnya Dilaporkan Ke Polisi

  • Bagikan

Situbondo, Pelopor.net – Semua orang ingin berbinis menghasilkan keuntungan akan tetapi bisnis Skincare (perawatan kult) berujung laporan polisi, yang dilapor kan oleh seorang korbannya sebut saja Mbak Lia asal Desa Pokaan, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Minggu (13/06/2021).

Menurut keterangan Mbak Lia asal Desa Pokaan, Kecamatan Kapongan, yang usahanya udah dirintis sejak tahun 2017 silam, kini hanya menjadi mimpi belaka, bermula dari perkenalan Mbak WD dan ibunya mendatangi rumah Mbak Lia di Desa Pokaan, meminta anaknya untuk berbisnis, produk kecantikan, seperti DRW Skincare dan serum kecantikan, akhirnya pupus di tengah jalan di karenakan uang Skincare diduga digelapkan oleh Mbak WD, yang beralamat di Dusun Gudang, Desa Kapongan, Kecamatan Kapongan.

Selanjutnya Mbak Lia saat di konfirmasi oleh Awak Media membenarkan “bahwa dirinya mengalami kerugian sebesar Rp. 17.700.000. Semenjak Mbak WD mengambil dan order barang dari rumah saya, dari awal memang pembayaran order baik-baik saja, tapi tidak tau kenapa semenjak terakhir mengambil barang terlalu banyak menjadi tidak jelas pembayarannya dan seolah-olah menghindar saat di tanyakan keuangannya. Saya sudah berulang kali kerumahnya, tapi tidak pernah di temui, no Hp dan WA saya juga di blok,” terangnya.

“Dan saya sudah cukup bersabar kepada Mbak WD tapi saya merasa dipermainkan kalau seperti ini, dengan terpaksa hari sabtu tanggal 12 Juni 2021 saya di dampingi oleh suami melaporkan Mbak WD ke Mapolres Situbondo, atas dugaan penggelapan uang setoran Skincare,” ucap Mbak Lia.

Kemudian saat mau di konfirmasi oleh awak media Mbak WD melalui nomer Hp WA, tidak memberikan tanggapan apapun seolah-olah mengabaikan konfirmasi dari kami selaku Awak Media. Dengan terpaksa kami mendatangi rumah Mbak WD di rumahnya, dan akhirnya kami ditemui oleh orang tuanya dan membenarkan atas kejadian yang dialami oleh anaknya.

Lebih lanjut menurut Ketua LPK Jatim Cabang Situbondo Misyono membenarkan “bahwa saya mendapatkan pengaduan dari Mbak Lia, untuk mendampingi dirinya untuk melaporkan masalah yang di hadapinya, di Mapolres Situbondo, pada hari sabtu tanggal 12 Juni 2021 sekitar jam 16.00 WIB, dengan no LP: LPM/204/VI/res/1.11/2021/Jatim/Res Situbondo. Atas dugaan tindak pidana pengelapan dalam pasal 372 KUHP. Saya sebagai pendamping dari Mbak Lia menyerahkan sepenuhnya proses hukum ini pada Mapolres Situbondo, apabila sudah tidak bisa di mediasi lagi,” pungkas Misyono (Tim)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *