Ganti Rugi Proyek Embung di Kaliombo – Sulang, Salah Satu Warga Ada Yang Terima RP 5 Milyar

Pelopor.Net - 16 November 2022 - 19:22 WIB
Ganti Rugi Proyek Embung di Kaliombo – Sulang, Salah Satu Warga Ada Yang Terima RP 5 Milyar
 (Pelopor.Net)
|
Editor redaksi

PELOPOR.net – Rembang – Ganti rugi pengadaan tanah untuk proyek embung Kaliombo, Sulang disepakati dalam bentuk uang tunai yang bakal ditransfer melalui BPD Jateng.

Jumlah penerima sebanyak 50 kepala keluarga dengan uang ganti rugi total disepakati sebesar Rp 31,4 Miliar. Adapun warga terdampak paling banyak menerima ganti rugi hingga Rp 5 M dan terkecil Rp 300 juta.

Sementara besaran yang disepakati rata-rata harga Rp 200 ribu/meter. Untuk kebutuhan lahan 16,65 ha dengan volume genangan 414.000 M3.’Camat Sulang Ika Himawan Affandi menyebutkan penyaluran itu akan disesuaikan dengan undangan yang dibuat Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) kantor Pertanahan Kabupaten Rembang.

“Undangan di balai Desa Kaliombo. Dimulai pukul 14.00 sampai selesai. Undangan atas nama Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Rembang, selaku ketua pelaksana pengadaan tanah, Muh. Nurdin,” Ucapnya.

“Hadir dalam kesempatan itu anggota pelaksana pengadaan tanah. Ketua Satgas A dan B pengadaan tanah, kantor tanah penilai public (KJPP) Sih Wiryadi dan rekan, PPK DPU Taru serta warga terdampak. Acara pemberitahuan besarnya ganti rugi dan musyawarah berlangsung sukses.

“Rampung pukul 16.00. Total ada 50 penerima ganti rugi. Dalam musyawarah disepakati dalam bentuk uang,” ujarnya.

“Untuk ganti rugi dijadwalkan dibayarkan dua pekan lagi. Saat ini warga terdampak dibuatkan rekening di Bank Pembangunan Daerah (BPD). Setelah itu ada masa sanggah 14 hari kerja, pasca sanggah kalau ada keberatan diselesaikan pengadilan.

“Untuk masyarakat yang tidak keberatan langsung cair. Ditransfer. Jadi masuk ke rekening masing-masing penerima. Ganti rugi tersebut dibayarkan Pemkab Rembang lewat BPD. Ini sesuai tupoksi daerah pengadaan tanah, pembangunan dari Kementerian Pekerjaan Umum (DPU),” imbuhnya.

Ika mengklaim warga terdampak merasa senang karena perkiraan mereka yang semula tanah hanya dihargai Rp 100 ribu/meter, tapi ternyata hampir Rp 200 ribu. “Mereka senang, terlebih disana ada tim independen,” terangnya.

“Menurutnya, tanah terdampak jika ada tanah lengkap akan masuk hitungan. Termasuk jika di atasnya ada bangunan.“Selalu ada biaya sosial. Makanya lebih dari pada harga pasaran. Bahkan penerima ada yang menerima Rp 5 miliar, paling kecil Rp 300-500 juta,” Pungkaanya.

 

(Arfan/Wiyanto/S)

 483 Pembaca,  3 Hari ini

Tinggalkan Komentar

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Close Ads X