Gegara Kalah Futsal, Perkelahian Berujung Korban Meninggal

Pelopor.Net - 14 Agustus 2022 - 04:56 WIB
Gegara Kalah Futsal, Perkelahian Berujung Korban Meninggal
 (Pelopor.Net)
|
Editor

PELOPOR.net – Lubuklinggau – Pemikiran anak muda sekarang ini boleh dibilang masih labil, mudah tersulut rasa emosi diri melakukan kekerasan mengarah fatalitas tak terhindarkan.

Hal ini berawal sekelompok anak muda bermain Futsal yang kini digemari oleh masyarakat.

Gegara bermain Futsal kalah, maka tersulutlah emosi bagi yang kalah, sehingga terjadilah saling mengejek dan berujung perkelahian yang tak terhindarkan.

Akibat perkelahian tersebut, korban Utama Riski Aditia meninggal dunia pada hari Jumat (12/8/2022) pukul 05.00 Wib, informasi dari kakak kelas korban.

Setelah itu orang tua korban Feri Adi Yanto Bin Nawawi (37) warga Jl. Cendana, RT.05, Kel. Tanjung Indah, Kec. Lubuklinggau Barat I Kota Lubuklinggau melaporkan dari kejadian hingga meninggal dunia anaknya bernama Utama Riski Aditia ke Polres Lubuklinggau agar ditindaklanjuti untuk diproses.

Adapun pelaku Arpin Efendi Bin Ardiansyah (14 Th 6 bln) warga Jl. Depati Said, RT.07, Kel. Ulak Lebar, Kec. Lubuklingga Barat II Kota Lubuklinggau.

Berawal korban kalah saat bermain Futsal dengan pelaku pada Minggu (24/7/2022) di SMPN 7 tempat sekolah pelaku. Usai bertanding pelaku berkata “Besok Main Lagi”, dijawab korban “Yoh….Awak Main Bodoh Skill Dibantu Kawan”, pelaku nenjawab “Yoh… Kau Tulah Yang Paling Pro” pelaku saa itu langsung pulang.

Pada hari Kamis (4/8/2022) sekira pukul 16.20 Wib pelaku hendak pulang sekolah tapi saat diparkiran melihat korban sudah menunggu, saat pelaku menuju motornya, korban mendekati pelaku, yang mana korban berkata “Sinilah Kalo Nak Belago”, tiba-tiba korban langsung memukul kepala pelaku dengan tangan kosong.

Terjadilah saling pukul-memukul antara pelaku dengan korban dan saat itu korban menendang pelaku hingga tersungkur, pelaku berdiri sambil menggenggam kunci motor, langsung memukul kepala bagian samping kiri dibelakang telinga korban menggunakan kunci motor. Dari kepala korban mengeluarkan darah, korban sempat membalas memukul pelaku dan dihindar oleh pelaku. Beberapa teman pelaku melerai dan saat itu pelaku pulang kerumah dan begitu juga korban.

Namun kakak kelas pelaku pada Jumat (12/8/2022) sekira pukul 06.30 Wib memberitahu kepada pelaku bahwa korban pada pukul 05.00 Wib meninggal dirumah sakit di Palembang.

Setelah mendapatkan informasi jika korban meninggal dunia di RS di Palembang, maka Kasatreskrim Polres Lubuklinggau AKP M.Romi, S.H., M.H memerintahkan anggota Reskrim melakukan penjemputan pelaku disekolah, untuk pelaku dibawa ke Satreskrim Polres Lubuklinggau dengan didampingi oleh pihak guru dan orang tua pelaku. Maka pada hari Jumat (12/8/2022) pukul 14.00 Wib untuk dilakukan pemeriksaan.

Dalam pemeriksaan pelaku telah mengakui semua perbuatannya dan pelaku kaget serta menyesal terjadinya perkelahian tersebut, pelaku memohon maaf atas kejadian tersebut. Barang bukti yang diamankan oleh anggota adalah; 1 (satu) buah kunci sepeda motor.

(Auf/Bertus/S)

 399 Pembaca,  3 Hari ini

Tinggalkan Komentar

Close Ads X