Gelaran Canthing Jawi Wetan Go Global 2022 Resmi Ditutup, Gubernur Khofifah: Batik Jatim Naik Kelas

Pelopor.Net - 29 Maret 2022 - 15:01 WIB
Gelaran Canthing Jawi Wetan Go Global 2022 Resmi Ditutup, Gubernur Khofifah: Batik Jatim Naik Kelas
 (Pelopor.Net)
|
Editor

PELOPOR.net – SURABAYA – Gelaran Canthing Jawi Wetan Go Global (CJWGG) 2022 besutan Pemprov Jatim bersama Bhayangkari Jatim resmi ditutup Senin (28/3/2022) sore. Gelaran tiga hari pameran batik dari 38 kabupaten kota se Jatim itu sukses membuat keanekaragaman batik khas Jatim naik kelas, terutama lewat peragaan busana yang menggandeng dua desainer kawakan Denny Wirawan dan Edward Hutabarat.

Oleh tangan dingin dua desainer itu, satu persatu karya batik khas Jatim ditampilkan secara apik dan menarik. Puteri Indonesia Ayu Maulida pun turut tampil mengenakan karya batik khas Jawa Timur. Peragaan busana ini sukses memukau para pengunjung dan berhasil mengangkat daya saing batik Jatim menjadi karya istimewa yang layak go internasional.

Secara khusus, Gubernur Khofifah mengajak semua pihak untuk membangun satu cita-cita bersama mewujudkan batik Jatim dikenal, digemari dan digunakan masyarakat Indonesia bahkan internasional.

“Ada harapan dan semangat bersama agar batik Jawa Timur nantinya  bisa menjadi bagian dari pengayaan di Paris Fashion Week atau New York Fashion Week. Why not? Saya rasa kesempatan-kesempatan itu harus kita bangun dan kita siapkan,” kata Gubernur Khfifah.

Bukan tidak mungkin, Khofifah bahkan bercerita bahwa batik asal Jatim saat ini sudah mulai merambah kancah internasional, salah satu di antaranya, batik asal Blitar Jatim telah dikenakan oleh pebasket NBA, Justin Holiday.

Selain Blitar, batik asal Tulungagung juga telah tembus dunia internasional. Begitu pula batik gedog Tuban serta batik gentongan Tanjung Bumi Bangkalan. Menurut Khofifah, batik akan lebih memiliki nilai jual dan estetika yang tinggi ketika mendapat sentuhan dari figur yang tepat. Baik desainer, model dan jejaring market yang kuat, akan bisa memberikan referensi bagi masyarakat luas.

“Saya rasa semangat kita untuk bisa membuat batik 38 Kab/Kota di Jawa Timur naik kelas sangat luar biasa. Memang harus ada sentuhan desainer kondang, harus ada sentuhan dari peraga busana, para model, dan harus ada jejaring market yang kuat untuk bisa membuat batik kita makin dikenal,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah mengajak semua yang hadir langsung maupun yang virtual untuk menggali filosofi dari kebesaran Majapahit.

Pasalnya, gelaran peragaan busana batik ini merepresentasikan dari 38 Kab/Kota di Jawa Timur, sehingga sepatutnya ada semangat filosofis yang mampu semakin merekatkan daerah-daerah di Jawa Timur dan Indonesia.

“Kita sengaja menggelar peragaan busana dengan venue di altar Tugu Pahlawan agar menguatkan semangat heroisme optimisme Jatim bangkit. Karena di seluruh dunia Tugu Pahlawan ya hanya di tempat ini, suasanya adalah menggali filosofi kebesaran Majapahit,” tambahnya.

Oleh sebab itu, Khofifah ingin agar semua pihak dapat kembali mengkonstruksi dan mengembangkan peradaban besar yang memang telah ada dan dimiliki bangsa ini. Ia juga berharap gelaran CJWGG 2022 ini bisa menjadi penguatan bagi UKM Jawa Timur.

“Suasana inilah yang ingin kita bangun dengan membangun peradaban yang pernah dan kita miliki untuk terus kita tumbuh kembangkan berseiring dengan penguatan seluruh sektor KUKM yang ada di seluruh area Provinsi Jawa Timur,” harapnya.

Atas terselenggaranya CJWGG 2022 ini, Gubernur Khofifah berharap bisa menjadi upaya pelestarian dan pengembangan wastra seperti batik dan tenun dari setiap Kab/Kota di Jawa Timur.

“Terima kasih Ibu Dokter Ully Nico Afinta, ketua Bhayangkari Jawa Timur yang sudah menginisiasi rangkaian kegiatan selama 3 hari dari tanggal 26 sampai 28 Maret sore ini keseluruhan rangkaian pameran batik telah ditutup,” tutupnya.

(Cha)

 330 Pembaca,  3 Hari ini

Tinggalkan Komentar

Close Ads X